terbiasa memulai hari dengan rencana yang matang,
jam segini akan begini lalu begini,
dst dst dst.
merasa begitulah hidup,
agar tetap seimbang dan bisa maju ke depan.
nyatanya,
itu semua membantu.
tapi sering sekali,
ada saja yang tidak in-tune.
tidak bekerja sama dengan baik,
seakan dunia berkonspirasi menentang.
lalu kecewa.
ahhh,
rasanya seperti di kejar waktu,
dan literally,
yes,
running against time.
makin kesini makin sering,
sampai akhirnya teringat,
pesannya yang berulang kali disampaikan,
dan mungkin sudah lama tidak terdengar,
"berimprovisasilah.
hidup memang merupakan sebuah improvisasi."
oh how i miss that a lot than i thought.
14 November 2009
10 November 2009
the hatred
aku iri dengan kamu,
wahai tega,
yang bisa tersenyum saat malam menjelang,
yang bisa tertawa,
hingga terbahak saat aku ketakutan!
aku marah padamu, tega!
bisa-bisanya membuat lelucon saat aku ingin menangis!
kamu anggap tangisanku apa, hah??!!
aku benci kamu, tega!
benci sebenci-bencinya sehingga tidak ada yang bisa aku pikirkan,
selain bagaimana cara membuat kamu jera!
aku benci kamu!
sampai satu-satunya yang aku inginkan hanyalah,
melihat kamu menangis meraung memohon perlindungan!
aku muak, tega!
kamu yang selalu muncul di hariku,
datang seenaknya,
merusak seenaknya,
dan pergi seenaknya.
brengsek kamu tega!
dan jangan pernah kamu berani,
bahkan sekedar minta maaf, tega.
aku capek,
dan cukupkan sampai ini.
pergi kamu!
wahai tega,
yang bisa tersenyum saat malam menjelang,
yang bisa tertawa,
hingga terbahak saat aku ketakutan!
aku marah padamu, tega!
bisa-bisanya membuat lelucon saat aku ingin menangis!
kamu anggap tangisanku apa, hah??!!
aku benci kamu, tega!
benci sebenci-bencinya sehingga tidak ada yang bisa aku pikirkan,
selain bagaimana cara membuat kamu jera!
aku benci kamu!
sampai satu-satunya yang aku inginkan hanyalah,
melihat kamu menangis meraung memohon perlindungan!
aku muak, tega!
kamu yang selalu muncul di hariku,
datang seenaknya,
merusak seenaknya,
dan pergi seenaknya.
brengsek kamu tega!
dan jangan pernah kamu berani,
bahkan sekedar minta maaf, tega.
aku capek,
dan cukupkan sampai ini.
pergi kamu!
Langganan:
Postingan (Atom)