11 Agustus 2012

Yang terakhir darimu

Saya memulai tulisan ini dengan air mata yang masih menggenang. Membutuhkan keberanian untuk akhirnya menulis tentangmu. Karena berbeda dengan ingatan, tulisan mencatat jelas emosi yang ada.


Ini hari ke sepuluh semenjak Tuhan memintamu pulang. Malam itu, Kamis, 2 Agustus 2012. Saya ingat jelas ruangan tempatmu berada, ingat jelas wangi menusuk semenjak saya menginjakkan kaki diruangan tempatmu terbaring, kesakitan. Saat itu, Ramadhan. The blissful month of Ramadhan. Tapi saya tidak pernah tahu Tuhan menyimpan ribuan kejutan untuk saya di Ramadhan ini. Termasuk kepergianmu.


Kamu mengeluh sakit pagi kemarin, tapi saya abaikan. Saya juga sedang sakit saat itu. Sakit yang sama seperti yang kamu rasakan. Sakit perut teramat sangat. Tapi saya tetap memaksakan diri berangkat ke kantor. Saya sampai sekarang masih dihantui pertanyaan, "seandainya saat itu saya tidak pergi ke kantor.....". Tapi cukuplah sudah. Saya teramat lelah dengan berfikir betapa durhakanya saya selama ini.



Malam saat saya pulang kantor, kamu memohon untuk dibawa ke rumah sakit.