02 Maret 2010

sebuah bingkisan?

aku menyimpannya baik-baik,
tidak aku hapus seperti pembicaraan lain dengannya,
sebelumnya.

bukan karena romantisme apalah,
namun karena itu yang aku tau aku punya,
darinya.

kadang sedih saat membacanya,
haru dan 'seandainya',
berpikir seandainya hidup menjadi lebih mudah karenanya.

kerap rasa cemas pun tak kunjung menghilang,
bahkan akrab berkunjung terlalu sering,
dan lagi terjatuh.
lalu teringat,
berdiri kembali,
begitu terus berulang,
lagi dan lagi.

tapi aku tetap menyimpannya,
sebagai bingkisan penuh cinta dan luka,
apapun namanya,
apapun rasanya,

tetap berharap,
pasti.
tetap berdoa,
tiada putus,
tetapi untuk sekarang,
legalah perasaan dengan menyimpannya.
Tuhan pasti tau maksudnya.