26 Desember 2011

LANGKAH PERTAMA : Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa

Ini berawal dari obrolan warung kopi untuk berbagi. Cari sana sini, awalnya dead-end karena tidak menemukan panti yang dekat dengan rumah. Tiba-tiba dapat Broadcast Message dari seorang teman tentang panti asuhan ini. Saya yakin beberapa dari teman-teman juga pernah mendapat BM seperti itu. Bedanya, tiba-tiba teman saya lainnya berkomentar bahwa salah satu contact person dalam BM itu adalah tantenya. WAW! Akhirnya memutuskan untuk menjadikan panti asuhan ini langkah pertama dari obrolan warung kopi tadi.

Namanya Ibu Tarsih. Nomor telepon pribadinya tidak bisa saya share di sini, karena ternyata setelah ngobrol dengan beliau, beliau sudah tidak lagi bekerja di sana.

14 Desember 2011

satu sore, cerah, dan bingkisan dari pak pos.

"He's not just that into you, dear.." katanya. Aku tidak percaya. Aku tidak percaya sama sekali. Masih bisa aku ceritakan detailnya semua yang pernah kita lalui. Aku hanya tidak percaya, sesederhana itukah?

Aku diam. Aku ingin mengatakan padanya, "mana mungkin!". Aku tidak bisa percaya kalau kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan, padamu, sekarang. Aku ingin menceritakan setiap hal yang meyakinkanku padamu. Aku ingin sekali. Agar dia tau! Agar dia tau bahwa dia salah mengatakan itu padaku.


You're not into me??!


Ah. Tidak mungkin. Kenapa kamu diam? Dia mengatakan hal itu dan kamu diam saja?

04 November 2011

i dedicate this for you ...

"why we can't choose whom we're falling in love with? It's because everyone has the same chance to be loved."

Cinta itu suatu yang indah.
Yang menghangatkan jiwa.
Yang membuat lebih baik. Ya kan?

Jari tengah saya tetap buat orang yang merasa selingkuh itu hebat, prestasi, prestise,
Jari tengah saya tetap buat orang yang merasa dua itu lebih baik daripada satu,
Jari tengah saya tetap buat orang yang merasa punya hati, tapi ga pernah tau apa itu komitmen.

Saya bukan expertise cinta, bukan pula konsultan cinta. Tapi setidaknya saya belajar, bahwa 'jangan ngaku cinta kalo dimintain maafnya aja gengsinya selangit'.

28 Oktober 2011

Kramat Jati - Pulo Gadung

Setahun lebih melewati rute yang hampir sama.
Kramat Jati ke Pulo Gadung. Pulo Gadung ke Kramat Jati.

Bersama orang yang berbeda,
bertemu orang yang berbeda,
atau bahkan sendiri.

Macet. Lengang. Banjir. Kecelakaan.
Panas. Debu. Hujan.

Kadang bertemu dengan preman,
kadang bertemu dengan orang yang baik hati memberikan bangkunya,
kadang bertemu dengan orang yang tidak saya perhatikan.

Demikian perjalanan mengajarkan saya tentang hidup.

ada masa saya berjalan dengan seseorang,
yang berbeda dengan yang dulu,
ada masa saya tertatih sendiri.

ada masa perjalanan begitu mudah,
ada masa berat bahkan sampai hampir menyerah.

ada masa saat saya bertemu orang yang menyulitkan,
ada masa saya takut bahkan ingin lari,
ada masa saya bertemu dengan seorang yang terlalu baik,
ada masa saya bertemu dengan orang yang membuat saya sadar,
saya jauh lebih beruntung dari mereka.

begitulah hidup mengajarkan saya berimprovisasi.

dan akan terus berimprovisasi....

07 Oktober 2011

hampa

Seperti telepon yang tidak pernah terjawab,
Seperti sms yang tidak lagi berbalas,
Seperti bbm yang berubah dari D menjadi R, lalu.... tidak ada apa-apa.

Seperti hujan yang tidak jadi turun,
Seperti bersin yang tertahan,
Seperti salam yang tidak tersampaikan,
Seperti tawa yang dipaksakan.

Seperti sapaan yang dingin,
Seperti senyuman yang asing,
Seperti rindu yang salah sasaran,
Seperti cinta yang bertepuk sebelah tangan...
Published with Blogger-droid v1.7.4

23 September 2011

hello!

welcome you to new part of Gendhari


gendhari.tumblr.com



Enjoy!

Coklat itu seperti hati

Belakangan ini sangat suka coklat. Eh. Revisi. Memang sangat suka coklat dari dulu, tapi belakangan ini, seperti ngidam. Pasti apa-apa minta beliin coklat (ngidam versi ga modal). Hingga suatu hari menemukan MONGGO di Carrefour Kramat Jati. Rasanya itu seperti dapat mobil! haha.


Karena sangat percaya dengan jargon 'save the best for last', maka coklat ini disimpen-simpen-sampe 'kayak-pengen-banget'. Dan 'kayak-pengen-banget' itu jatuh pada hari ini.



Dengan ceria dan senang hati membawa si Monggo ke kantor.



Pas mau dibuka,

Jeng. . Jeng. .


11 September 2011

salah satu buku favorit saya,

Saya masih ingat ketika tahun pertama saat saya masih bergelar Maba di kampus biru beberapa tahun lalu, seorang dosen perempuan mengampu matakuliah Psikologi Pendidikan, pada pertemuan pertama kami, meminta seluruh murid di kelas itu untuk membaca buku berjudul Tuesdays with Morrie karangan seorang bernama Mitch Albom.


Saya lupa atau bahkan tidak tahu mengapa dosen tersebut meminta kami, muridnya, membaca itu. Apakah diminta dirangkum, dianalisis, atau dipresentasikan. Entah. Tapi setelah saya membaca buku tersebut, saya yakin, beliau meminta kami mengilhami. Bahwa pendidikan bukan hanya menjelaskan dan dijelaskan, memberitahu dan diberitahu, nilai dan ipk. Tetapi bahwa pendidikan adalah kesempatan untuk mengilhami satu sama lain. Murid dengan dosen, kakak dengan adik, para pasangan....


Sejak itu, saya selalu mencari buku-buku lainnya karya Mitch Albom. The five people you meet in Heaven, For One More Day, dan terakhir Have a Little Faith. Buku terakhir ini yang ingin saya bagi dengan kalian.

02 September 2011

sebuah karma

saya percaya karma itu ada.
itu tidak berhubungan dengan agama seperti apa yang saya yakini,
tapi bagi saya,
apa yang kita lakukan pada orang lain,
suatu saat, entah bagaimana caranya, akan kembali ke kita.

pemikiran ini yang kerap menjaga perilaku saya,
jauh lebih mengikat daripada ide mengenai dosa dan pahala.

begitu pula dalam cinta.
saya percaya, apapun yang kita lakukan,
atas nama cinta sekalipun,
akan ada karmanya.

--
dia tidak menawarkan janji,
tapi hanya sebuah kalimat terbuka,
bahwa hidupnya akan lebih bahagia jika bersama.

tapi terlalu banyak hati yang dikorbankan untuk bahagianya,
hati yang tulus mengucap janjinya dalam hati,
menahan diri agar tidak teringkari.

apa yang lebih buruk dari karma karena menyakiti hati yang terlalu suci untuk mencinta?
bahkan Tuhan tidak mungkin tega.
--


jadi kembali lagi,
saya mengulang kalimat yang sama,
terus dan terus,
entah menjadi kutukan,
atau sebuah doa pada Tuhan.

"apa yang mereka lakukan pada kita, itu karma mereka,
tapi jelas apa yang kita lakukan pada mereka, itu karma yang harus kita tanggung"

30 Agustus 2011

ehem. Namanya ....

saya punya sesosok pria yang saya kagumi dari dulu.
hebatnya,
kekaguman saya tidak pernah berkurang.
bahkan bertambah.


walau sangat banyak pria datang dan pergi dalam hidup saya,
tapi entah kenapa dengan satu pria ini,
tiap menyebut namanya atau melihat dia,
saya langsung deg-deg-an,
cengar-cengir,
dan senang sampe seminggu.
*ahaha. sounds too much ya :D


mungkin ini cinta mati ya?
*cengengesan*

so long, good bye.

aku yakin kamu pernah jatuh cinta,
jatuh cinta yang senyatanya.
bukan hanya main-main belaka,
atau sekedar enak dipandang mata.

sebuah rasa yang memenuhi kepala,
hati, mata, telinga,
seperti mimpi di kala terjaga.

rasa memiliki dan takut ditinggal pergi,
rasa cemburu dan kasih yang penuh.

cinta.
atau mungkin,
yang semua orang tau sebagai cinta.
atau,
entahlah.

apapun itu,
aku menyebutnya cinta.


tapi hidup tak pernah lengkap jika tiada kesusahan.
dan cinta tak pernah berarti jika tanpa ujian,
jika tanpa perpisahan.


kamu bilang,

"semua yang bersatu pasti akan berpisah.
karena ini bukan cinderella,

yang entah bagaimana kelanjutan ceritanya,

'happily ever after' katanya,

dan kita, sayangnya,

tidak hidup di sana,

aku tidak hidup dengan kuda putih,

dan kamu tidak bisa mengubah labu menjadi kereta.

hidup kita merupakan serakan pertemuan dan perpisahan.

tiap akhir bagian merupakan awal cerita baru,

begitu terus,"



"sampai kapan?" tanyaku suatu pagi.


"sampai kita sadar kenapa Tuhan memberi kita hidup yang demikian,
sampai kita tau kenapa orang datang dan pergi kadang seenaknya,

membuat kecewa, tangis, marah, atau bahkan suka cita."
lanjutmu tanpa melepas pandangan dari hamparan gunung dan bukit yang jauh di sana.


lalu tak lama,
kamu pergi tanpa sempat aku bertanya kenapa.
hanya sebait pesan yang terlalu singkat,
yang sekarang baru aku terima.

"biarkan aku mencintaimu dalam sendiriku,
sehingga tidak perlu kamu menyadarinya.

hidup bersisian denganmu sudah sangat penuh dengan rasa,

aku hanya perlu diam untuk memaknainya.

terima kasih banyak, cinta."

29 Mei 2011

pesan

aku titipkan malam padamu,
hiasi dengan asa dan rasamu,
jadi aku bisa menikmatinya dari sini,
hingga satu saat kita akan bertemu,
lagi,
di pantai itu.

-n a d i r a

26 Mei 2011

will you take a ride with me?

"Mau pulang bareng?" :D


Hai,
Kamu mau pulang sama aku? Aku bonceng kamu sampai depan rumah ko. Tenang aja ;)
Tapi helm ini masih minjem punya temen. Jadi besok ingetin aku bawa balik ya. hehe. Mau?
Motorku juga bukan motor baru. Jadi kalo tiba-tiba di jalan batuk-batuk, asli aku minta maaf banget. Itu ga sengaja. Emang motornya lagi sakit aja kebanyakan keujanan. Dan kamu tau kan shock breaker motorku ga cakep, jadi maaf ya kalo agak ga empuk gitu.

Oh iya, aku juga ga jago-jago banget bawa motor. Amatir. Apalagi kalo bener kamu mau aku bonceng, berarti kamu orang pertama yang aku bonceng. Yah, sering-sering baca ayat kursi aja, semoga lancar sampe tujuan. Hihihi. Tapi aku janji ko aku bawanya hati-hati.

Dan kamu tenang aja, aku juga bawa jas hujan dua, jadi kalau tiba-tiba hujan, aku jamin kamu ga akan kehujanan. Dan kalo kamu lagi ga mau pake jas hujan, kita neduh aja dulu. Ga masalah ko aku pulang lebih malam. Jangan takut ya..

09 Mei 2011

ketika Tuhan berbicara padaku

Hari ini lebih spesial dari hari lainnya,
Berat, saya akui.
Sangat berat.
Salah satu dari hari-hari terberat yg saya pernah lalui.

Melelahkan.
Dengan kondisi fisik yg di bawah ambang normal,
Dan hantaman mental yg seakan memaksaku menyerah,
Sampailah saya di sini.

Saya yg terlalu lelah bahkan untuk menangis,
Untuk marah,
Untuk kecewa..

Namun tiba-tiba,
Satu pesan singkat masuk.
"Kenapa mesti bersedih?"

Saya kaget.
Siapa orang
yg bisa setepat itu,
Menyampaikan pesannya.

Namanya tidak asing.
Walau sampai detik ini saya hanya kenal sebatas maya,
Dan email formal yg telah terhenti sebulan yg lalu.

Saya lanjutkan membaca,


"Kenapa mesti bersedih? Bukankah kita memiliki Rabb yg menentukan takdir, yg memberikn ampunan, yg menutupi kesalahan, yg memberi rizki, yg melihat dan yg mendengar. Hanya kepada-Nya lah semua urusan akn kembali. Slmt malam sdr2ku smg dimudahkn dlm sgala urusan.:-) "


Tuhan yg Maha Baik telah menyampaikan maksudNya dengan jelas,
Saya tidak pernah dibiarkan tersesat,
Saya hanya tidak mendengar,
Saya hanya tidak merasa,
Saya hanya tidak percaya...

26 April 2011

smple txt.

aku ingin memelukmu dg biasa,
spt saat aku mrs jatuh,
saat aku mrs lelah,
atw saat aku mrs rindu bertubi-tubi.
spt biasa.
Apr 26, 2011 21:09:23

dear twilight

jangan singgah terlalu lama, senja,
kamu tahu betapa mudah aku terpesona.


jangan sempurnakan pancaranmu, senja,
silaunya membuatku buta.


kamu terlalu cepat datang,
aku masih menikmati mentari,
yang sejak pagi setia mengiringi,
dan akan kembali lagi esok hari.

ya,
mentari akan datang lagi besok.
dan itu sudah pasti.

tidak sepertimu,
yang datang dan pergi sesuka hati.
kadang lama,
kadang sekejap,
lalu tidak datang lagi.
hanya buat pesona,
namun tidak sepenuh diri.


ribuan mata memujamu, senja.
aku tidak lagi kebagian tempat untuk mengagumimu.
jadi,
biarkan aku menikmati mentariku lebih lama,
lebih hangat,
lebih cerah.


kamu akan tetap aku nantikan,
untuk membiarkan diriku kagum setengah mati,
lalu pergilah,
karena aku tidak menyimpan harap melihatmu esok lagi,
biarlah kehadianmu datang dan pergi,
tanpa kendali,
layaknya ombak senja ini.

13 April 2011

terima kasih, hujan.

mungkin kamu harus berterima kasih pada hujan,
karenanya aku mengingatmu lagi malam ini,
seorang yang hadir hanya semusim,
yang membuatku sering sekali kehujanan.
yang datang dalam diam,
dan pergi dalam hujan.


mungkin aku harus berterima kasih pada hujan,
karenanya kita dapat berbincang panjang lebar,
tentang dirimu yang ingin kamu sembunyikan,
tentang diriku yang hanya kamu yang tau.


mungkin kita harus berterima kasih pada hujan,

karenanya aku tau,
kamu akan selalu membiarkanku memakai helmmu,
saat helmku basah layaknya bak kamar mandi,
dan ucapan sayangmu yang terhenti saat hujan menderas lagi.

dan karenanya kamu tau,
ada sebersit cinta yang aku larungkan bersama harapan dan hujan malam itu,
sebuah cinta yang ikut pergi bersamamu saat musim berlalu.

10 April 2011

sakitmu

membayangkan diri memelukmu,
merasakan tiap sakit yang kamu rasakan,
membiarkan mengalir pergi dari tubuhmu,
tubuh yang membungkus jiwa yang tanpa sadar
telah tumbuh begitu besar
dalam diriku,
yang telah begitu menguatkan dalam tiap perjalananku.


membayangkan aku menemani lelapmu,
menghitung tiap nafas yang membuai dalam tenangmu,
tersenyum dalam gelap karena enggan membangunkanmu,
tidak ingin melepas tiap detik tanpa memandangimu,
memandang wajah lelahmu yang damai dalam tidur.


membayangkan diri membelaimu,
meyakinkanmu bahwa esok akan membawa pergi sakitmu,
esok akan membawa pergi keluhmu,



dan berdoa padaNya,
"Tuhan,
ringankan sakitnya,
kuatkan dirinya,
peluk jiwanya,
saat pelukanku hanya mampu menghangatkan tangannya,
cintai dia,
karena cintaku tidak mampu melepaskan,
simpul lelah dalam hatinya."

07 April 2011

cinta, yang sebenarnya.

masih mudah menghitung dengan jari,
jumlah pertemuan aku denganmu.

masih mudah mengingat,
saat pertama engkau tersenyum padaku di waktu lalu,
juga tentang pembicaraan pertama kita.

masih muda sekali dalam ingatan,
bagaimana engkau berkisah, bercerita, berkelakar.
bagaimana engkau mengajarkan banyak hal,
bagaimana engkau berbicara seakan telah mengenalku lama.

tidak banyak yang bisa aku gambarkan,
mengenai sosokmu yang mengagumkan,
terbentur kenangan yang terbatas,
sebut saja begitu..

namun satu aku sadar,
tidak perlu banyak,
untuk membuatku yakin,
engkau terlalu mudah dicintai,
engkau terlalu mudah membuatku mencintaimu.

yang terjalin

aku pun merindukanmu,
di balik kekuatanku,

aku masih menangis malam ini.



rindu itu indah,

hanya mendoakan dari jauh,

berbincang lewat mimpi,

bertukar cerita dalam hati.



jika hari tidak lagi mempertemukan kita,

biarkan asa yang berbicara,

jika asa terlalu kuat menyiksa,

biarlah kepada Tuhan kita kembalikan segala.