25 Desember 2008

omega

siapa yang bisa memastikan akan ada akhir yang paling akhir dari semua akhir?
siapa yang bisa meramalkan bahwa akhir itu adalah suatu titik dan tidak akan ada lagi awal setelah akhir yang paling akhir dari semua akhir itu?


kalau kita semua pasti berjalan pada titik akhir itu,
lantas kenapa mempermasalahkan perbedaan yang terjadi selama perjalanan?


kenapa kita terlalu mempermasalahkan kehidupan lagi setelah akhir yang paling akhir?
siapa yang memastikan bahwa kehidupan itu ada?
siapa yang mampu membenarkan sebenar-benarnya bahwa memang akan ada awal lagi setelah akhir?


lantas apakah omega?
apakah akhir dari semua akhir yang paling akhir itu?
hanya kesemuan belaka?
tipuan mata?
tipuan kehidupan?


ataukah Tuhan sedang ingin bermain dengan kita?

24 Desember 2008

saat tenang

perlahan,
mulai ku buka cakrawala dengan mendekatinya.

tapi ku tahu,
aku tak kan mampu mendekatinya dengan kondisi ini,
mp3 menyalak kencang,
distorsi pancaran cahaya laptop,
semuanya mengganggu.

sangat bukan dia.
tidak menyenangi keramaian,
kegaduhan,
dan segala yang menurutku menyenangkan.

sulit kadang.
tapi aku tahu,
semua butuh pengorbanan,
apalagi untuk hal sebesar dia.

jadi mungkin,
akan selalu ku sediakan waktu untuknya,
saat tidak ada dentuman yang menyalak,
saat tidak ada distraksi dunia maya,
saat tenang.
saat-saat tenang bersamanya.

semoga dengan itu,
aku mampu menyentuhnya.
semoga...

18 Desember 2008

babi hamil

kadang ada saatnya dimana gw sangat down sekali sampe-sampe maunya nangiiiis terus. ada banyak masa dimana gw sering ngerasain hal itu, entah karena apa.


salah satunya ya waktu gw ulang tahun yang menyedihkan itu. ga mesti diceritainlah, karena kadang buat gw jadi takut sama surprise :D

at that moment,
rasanya tu seharian hancur berantakan deh.
pengennya nangis aja di kamar,
atau sekalian kebut-kebutan sampe prambanan.
*haha.


terus tiba-tiba my dearest mengirimkan a line,
"apa yang lebih haram daripada babi?"


gw balesnya pun males-malesan,
*apalagi dengan mood disorder gitu.

terus dia bales,
"babi hamil. udah babi, mengandung babi pula :D"



haha.
sumpah langsung ketawa gw bacanya.
dan akhirnya terus-terusan,
apa yang lebih haram dari babi hamil?
dst.
dst.
dst.



dan itu pun terjadi waktu gw sendirian di rumah sakit,
nunggu operasi,
masih tergolek lemah *halah.

dia cuma bilang,
"...main babi hamil lagi ya..."



and it really cheers my day.

terima kasih sistuuul,
you really can cheer me up when my world is upside down

:-*

buku tahunan

engga tahu kenapa tiba-tiba inget tentang buku taunan 68 angkatan gw, khususnya kelas gw.

hihi.

kalo diinget-inget,
sumpah seru banget ya.

mulai dari ide foto,
ngurus tempat izin yang susahnya minta ampuuun,
sampe akhirnya pemotretan.
yang mesti ngelawan wartawan sctv segalaaa.
haha.

cuma gw ngerasa,
it all worth while gituu.
kan foto kelas gw paling oke :D

ya,
gitu aja si.
sedang ingin nostalgia masa sma.


'bohoong. kalo istilahnya asosiasi bebas, masa sma selalu refer ke satu hal. hehe.'

yasudah.
oke lah pokoknya tu bt :))

12 Desember 2008

persimpangan

aku berdiri di persimpangan sekarang.
jangan bayangkan ada 2 jalan yang harus ku pilih,


ada 3 di depanku,
dan aku punya 4 pilihan.


Semua jalan beraspal,
bagus,
dan semuanya berkerikil kecil.
aku tidak bisa mengeliminasi pilihan berdasarkan bagus tidaknya jalan itu.


Di jalan ke kiri,
aku melihat keluargaku dan orang-orang yang ku sayang,
atau pernah ku sayang..
Mereka disana,
memperhatikanku.
seksama.
seakan menungguku menentukan pilihan.


di jalan kedua,
ku melihat sesosok,
bukan orang dari masa lalu,
dan aku berpikir apakah dia datang dari masa depan?
dia tidak hanya berdiri menanti,
namun menyediakan dirinya untuk ku peluk.


dan jalan terakhir,
tidak ada siapapun disana.aku bingung.
yang ku tahu ku merasa pesona sedemikian rupa sampai ku terpaku menghadap jalan itu..


. . . . .



Tapi aku masih punya pilihan terakhir,
dan aku memilih untuk tetap dipersimpangan,


terduduk dan menangis ...

hari ini

11 Desember 2008,



ritual keluar masuknya suster dan staf rumah sakit sepertinya sudah mulai gw hafal. Mungkin karena sudah 3 hari gw stuck disini..


Namun hari ini aktivitas gw sedikit berbeda. Kalo kata alip 'keaktifan A'. Hehe. Awalnya dokter internist ngecek keadaan gw yang ya-iyalah-tetep-sakit-kayak-kemaren, dan akirnya dikirim gw ke dokter bedah.


Ritual yang sama juga dilakuin dokter bedah, dan yasudahlah akhirnya gw USG Lengkap *Ga usah kesenengan gitu nyee!*. Lumayanlah belajar biologi live.


Hasil USG bilang gw mesti caesar. Haha. Engga dehh, boleh normal kok. Jadi gw milih normal aja, katanya sakitnya cuma pas ngelahirin aja. Gyahahaha.
*paragraf ini bisa lo lewatin aj gausah dibaca. Ga akan ngurangin esensi blog ini. Sumpah! Haha*


hasil USG bilang ada kristal di ginjal gw, dan curiga kista di ovarium. Karena, you know, ukuran ovarium harusnya max 1 cm, gw udah sampe 2.23 cm kalo gasalah.


Haha *ketawa miris*


gw pun dikirim lagi ke dokter obsgyn!
haha. Kalo ini gw beneran pamer. Ga pernah kan lo masuk ruang praktek dokter trus disuruh melakukan pornoaksi? Hwahahaha. Enggalah, gw cuma diminta took ALL my pants OFF.


Dan gw-ga-akan-cerita-hal-itu, intinya gw positif kena kista.

'dimana nadh?'
'ga tau gw. Udah tepar kesakitan buat ngerti dokter ngomong apa'

*GA USAH PADA NGAYAL GW DIAPA-APAIN! :p


singkatnya,
gw diminta operasi.



. . .



yang gw pikirin jelaslah semua tugas dan presentasi gw.
sumpah, takut gw! T_T

mesti gimana cobaa???

pengen bgt rasanya izin bentar ke rumahsakit buat presentasi, abis itu balik lagi ke rumahsakit!



ARGHH!
kesel!
mau nangis!!



oh iya btw,
terima kasih sudah datang menjenguk ya temanku sekalian! :-*

doakan gw cepat sembuh,dan paling penting,
doakan nilai gw aman semua,
Amin. Amin. Amin.

10 Desember 2008

kamar baru

sebenernya ini lanjutan dari blog ttg gw sakit.

Dan sodara-sodara sekalian,
akirnya gw di rawat.

So yes,
si pak dokter bilang gw mst opname aja.

Padahal waktu itu gw sendirian.
yaudahlah, gw ngurus kamar bolak balik sendiri.huff.

...

abis pasang infus,
gw disuntik juga 3x buat ngilangin nyeri dan pusing.

abis itu suntik lagi buat ambil darah.
*gw temenan juga sama si jarum suntik.

Untuung bgt pas malam pertama *ahha. sok asoy!* gw ditemani masken yg pdhl lagi ribet ujian *terimakasihhh! Cepet kelar ya ujiannya biar cepet temenin lagi*

si sherlyyudi juga dateng bawain baju, thya sama okta juga,

si cecunguk dewi alip tisyu juga dateng bawa gosip.
hahahaha.

...

tapi sekarang sepi.
Sendirian dengan suster bolakbalik ngukur tensilah, ngukur panas badan gw lah, nyuruh cek urin, bawa makanan, cemacem deh.

Yasudah,
keluhan mulai muncul lagi.
berusaha menghabiskan makanan,
dan berdoa supaya hujan cepat reda..

08 Desember 2008

Selamat Idul Adha

kawan,
selamat idul adha ya..

maaf lahir batin.
*eh, kalo idul adha pake maaf-maafan segala ga sii? :-?

selamat makan kambing! :)
selamat berkumpul bersama keluarga!
*huuu, gw SIRIIIIKKK!!!!!!!

07 Desember 2008

inginku

aku ingin menjadi hujan,

karena hanya hujan yang tak pernah ia keluhkan.
karena hanya dengan hujan dia bisa tertawa lepas,
bahagia.
karena pula hanya dengan hujan dia mau berbagi,
karena dengan hujan dia mau menangis.

dan hanya kepada hujan,
dia tidak pernah mempertanyakan,
adakah hujan akan datang,
adakah hujan akan pergi,
akan selalu disambut dengan senyum olehnya.

seharusnya aku jadi hujan.

lagi-lagi dia

dia bilang aku cukup berharga untuk dipertahankan.
tapi dia juga yang bilang dia lelah dengan segalaku.

disaat lain,
dia memintaku untuk terus percaya.

percaya pada apa?
pada kenyataan bahwa dia sudah enggan bersama,
namun dia masih ingin mempertahankan?

percaya pada siapa?
dengannya yang menggenggamku erat,
namun berteriak keras memintaku bersama yang lain?


adakah dia pernah memahami,
secuil kebingungan ini membuatku,
terbelenggu dalam pesakitan?


adakah dia tahu,
ada keinginan dariku untuk berhenti dari permainan ini,
permainan yang disenanginya,

karena sudah cukup,
menjadikan hati ini taruhannya.

seandainya..

punya orang yang bisa ku count on forever.
tanpa ada tekanan apalagi ancaman untuk ditinggalkan.

seperti apapun.
dengan alasan apapun.

mungkin akan lebih nyaman hidup jauh dari orang tua seperti ini.

jadi begini sodara-sodara,

kurang lebih 2 minggu yang lalu gw mulai menderita sakit ini.
gatau sakit apa,
cuma nyerii bangettt di perut bagian kanan.
sampe mesti bungkuk-bungkuk gitu deh.


terus,
makin kesini,
sakitnya makin sering muncul disertai dengan mual dan pusing yang teramat sangat.


dan akhirnya,
gw nyerah juga.
ke dokter lah gw.



udah malem sii waktu itu,
jadi ke dokter umum aja.

diberikan protap standar,
dan si dokter dengan sangat oke bilang,


"bisa jadi itu hati, atau usus buntu, atau radang usus.
tapi bisa juga ginjalnya yang kena.
kalo menstruasi gitu sakit ga?
coba deh diperhatiin lagi sakitnya ditempat yang sama terus,
atau engga...
karena bisa aja ini kista atau gangguan lain di indung telur."


gw speechless.

"terus gimana ini dok?"


dengan wajah sok iye,
si dokter bilang.

"Cek darah sama urine dulu ya.."


duh.

-----------------------------------------------------------------------------------------

"ternyata hati sama usus kamu gapapa.
cuma ini, kadar leukosit di urine kamu lumayan tinggi"


disitu tertulis 2-3 Lp.

"Seharusnya ini negatif"


what?

------------------------------------------------------------------------------------------


"Gini, saya kasih dulu obat penghilang nyeri, obat mual, sama pusing.
ini buat 5 hari.
dipantau terus ketika buang air kecil ya..
jangan lupa banyak minum saja."
"Saya ada di sini hari selasa dan jumat di jam yang sama.
nanti kalau keluhannya masih ada,
kembali ke sini ya."


sial.

-------------------------------------------------------------------------------------------

dan follow up setelah 2 hari gw kemoterapi *maksudnya terapi obat gitu. hehe*,


gw masih merasa mual yang teramat sangat,
dan pusing yang juga teramat sangat,
sampe akhirnya kemaren malam ngedrop lagi.
ga bisa ngapa-ngapain.
:(


get well soon, nadh.


------------------------------------------------------------------------------------------


jadi begitu sodara-sodara,
sakit yang gw alami sekarang.

*gw pegel beneer cerita mulu dari awal.

haha.

06 Desember 2008

I'm moved!

sebenernya udah lama banyak permintaan pembaca buat pindah ke blog lain *baca: blogspot* dengan alasan yang beragam.
*sok laku dah gw. hahaha.

nah,
awalnya si masih cuek-bebek-ogah-peduli tetep setia sama si blog frenster,
cuma entah mengapa,
jadi ingin pindah :)


yasudah,
dipindahin lah tu blog ke blog baru saya ini.
tapi ko jadi kurang oke ya?

jadi kebanyakan postingan di bulan desember.
*mungkin akan saya hapus beberapa postingan biar ga penuh sesak gini.
besides,
blog saya di frenster juga masih on koo,
walo udah ga updated.

begitchuu.

baiklah,
*setelah dapet insight,
jadi ga semua postingan di blog lama gw pindahin deh.


well.
saya mau berterima kasih pada diri saya sendiri atas dimungkinkannya terbitnya blog ini *haha*, terus buat si monkai juga yang telah memberikan nama buat alamat blog saya, terus buat oknum-oknum yang membuat saya pindah. terima kasih.

enjoy!

the supporter

'gw seorang pemain sepak bola. ga terlalu handal, tapi masih bisa dibanggakan. tiap gw ready buat turun ke lapangan, hal pertama yang gw lakuin adalah berdoa, dan berkonsentrasi dengan suara supporter yang meneriakkan nama tim gw. dengan itu, gw jadi makin tenang dan semangat. hajaaar!!

waktu gw masuk lapangan pun selalu gw sempetin nengok kearah supporter, buat ngeliat dia. ya, dia. salah seorang dari puluhan pendukung tim gw. tapi bedanya, dia dateng buat gw.

dia udah gw kenal dari lama banget. beberapa tahun yang lalu tepatnya. ga usah gw cerita awalnya sampe dia bisa jadi pendukung gw, cuma yang pasti, dia selalu ngedukung gw. dia ga selalu tereak-tereak kayak supporter yang lain. dia cukup tenang malahan. tapi yang pasti, dia selalu senyum kalo gw nengok ke dia. waktu gw bisa nge-gol, waktu gw gagal nge-gol. dan itu segalanya buat gw.

di tambah, dia bakal selalu ada duluan nungguin gw di tempat yang sama. kalo gw itung-itung lumayan lama dia nunggu gw yang mesti evaluasi dulu, ngedenger pelatih ngomel dulu, mandi dulu, ngakak-ngakak ga jelas dulu. tapi dia ga pernah ngeluh kelamaan nunggu gw. dan dia selalu ngasih gw sekaleng minuman bersoda yang emang gw doyan banget. bahkan nyokap gw pernah bilang kalo dulu waktu gw kecil, gw ga mau minum apa-apa selain tu minuman.

dia emang ga pernah ngerti bola. ga pernah suka bola. dan dia bakal jadi pendengar sejati kalo gw mulai meracau tentang bola. jadi, waktu dia ngasih minuman bersoda itu, ga pernah tercetus pertanyaan standar kayak 'gimana tadi?', 'capek ga?', atau bahkan komentar-komentar tentang pertandingan hari itu. dia cuma nanya, 'mau pulang sekarang, atau istirahat dulu?'. manis. terserah lo mau bilang apa, cuma buat gw itu nenangin banget. ga ada tekanan sedikitpun walopun misalnya waktu itu gw kalah.

pernah dulu, awal-awal, gw selalu maksa dia buat dateng. pake ancaman 'pokoknya kalo aku ga bisa ngeliat kamu, aku ga mau main!'. kalo sekarang gw inget sii, childish banget. cuma serius, gw beneran ga bakal main kalo dia ga ada di samping lapangan.

ngerti gw ga cuma ngancem doang, dia selalu ada di bangku supporter.

sampe akhirnya setelah setaun dia selalu dateng di situ, dan itu berarti udah puluhan kali dia selalu dateng, dia ga dateng. sumpah waktu itu gw beneran marah sama dia, kesel, tapi ya ga bisa gitu aja gw jadi ga main.

gw pikir dia telat. jadi gw masih berharap selama gw main. tapi sampe akhirnya selesai, dengan kekalahan tim gw, dia ga dateng. makin marah lah gw. sial. pas gw kalah, dia ga ada lagi!!

besoknya, gw masih marah sama dia. bahkan gw sengaja ga ngebales sms dia yang nanyain hasil pertandingan, nanyain gw dimana, sampe sms-sms maaf karena ga dateng. gw juga sengaja stay di rumah biar mengurangi kemungkinan gw ketemu dia. sumpah marah beneran gw.

tapi tiba-tiba, dia dateng ke rumah gw. asli gw kaget. secara rumah gw sama dia itu jauh beneran, dan gw tau banget dia butuh banyak keberanian buat pergi sejauh ini. dia dateng cuma bawa plastik item kecil.

tanpa ngomong apapun buat ngejelasin kedatangannya, dia cuma masih gw plastik itu, dan nanya, 'hari ini kamu mau pergi sama aku atau mau istirahat di rumah?'.

and yes, there it is.

plastik itu berisi minuman soda itu.

dan dia bilang,

"Aku tau kamu marah karena aku kemaren ga dateng. maaf. tapi kamu ngerti kan alesanku ga dateng...

kamu tau kan ku selalu usahain buat dateng terus tiap kamu tanding. entah kamu menang, entah kamu kalah. entah kamu cedera parah atau cuma keseleo. aku selalu berusaha dateng...

cuma,

aku pengen kamu inget satu hal aja,

walopun aku ga dateng ke sana. ga ada di lapangan sama kamu, tapi dimanapun dan gimanapun, aku tetep jadi your number one fan...

aku tau kamu kecewa, tapi toh kedatangan aku ga bikin tim kamu jadi menang, dan sebaliknya... aku ga punya kemampuan buat nentuin saat itu kamu menang atau engga. aku juga ga bisa janji akan selalu ada di bangku penonton buat senyumin kamu. buat ngeliatin kamu main...

...."

dia memberi jeda sedikit di omongannya,

"tapi aku janji walopun kamu jatoh sejauh apapun, kamu ga akan jatoh sendirian.."

cukup.

aku sudah cukup paham sikap childishku selama ini.'

-------------------------------------------------------------

tiap orang punya cara untuk mencari dukungannya masing-masing. entah itu lewat cheerleaders, lewat temen, lewat keluarga, lewat pasukan supporter yang sengaja dibayar dan dikasih kaos seragam, banyak cara.

cuma ga semua orang punya pendukung waktu dia ga punya apapun yang bisa dibanggain.

what did I ask for more?

premonition

sial.

lagi-lagi mimpi tentang dia.

"Unfinished business, nadh..."

teringat pesan seseorang tentang makna dari sekian mimpi yang pernah ku alami.

aku berusaha sekuat tenaga mengingat urusan apa dengannya yang belum selesai.

sepertinya hal ini hanya buang-buang tenaga karena toh aku tidak ingat satu pun tentang urusanku yang belum selesai ini.

'wah. dia online'

hanya itu yang terlintas di pikiranku ketika sedang 'menyampah maya' sore itu.

secara impulsif pun aku mengklik namanya,

dan dimulailah pembicaraan maya kami yang kesekian kali.

basa basi lagi.

another phony conversation.

entah mengapa,

sudah beberapa lama ini aku diganggu perasaan aneh,

*hihi. berlebihan sepertinya. hanya penasaran semata*

"Kamu lagi deket sama cewe ya?"
"Ya gitu deh..."

"Ohh..."

"Kenapa?"
"Gapapa. beberapa waktu yang lalu ... bla bla bla"

aku menceritakan tentang kejadian beberapa waktu lalu yang menguatkan perasaanku bahwa dia sedang dekat dengan seseorang.

"Salah orang ya?"
"Sepertinya tidak.."

terdiam beberapa detik.

aku sedang menikmati sensasi rasa senang sekaligus lega yang entah dari mana datangnya ini.

"makasih ya..."

"Kenapa?"
"Hehe.. engga sii.."
...

"You've made it easier for me..."
"?"

"Letting you go..."
"Oh."


akhirnya lega juga rasanya.

sudah selesai semua.

akhirnya...

ternyata hanya ini satu-satunya urusanku yang belum terselesaikan dengannya.

'gw cuma ga pengen aja ninggalin dia sendirian'


itu kata-kata yang pernah ku tulis beberapa waktu di tahun yang lalu.

dan ternyata memang benar,

sulit melepasnya ketika dia sendiri,

tapi sekarang dia sudah tidak sendiri.


"semoga sukses ya...

semoga bisa ketemu lagi,

waktu kita sama-sama udah sukses,

dan bisa bertemu layaknya biasa,

membicarakan hal-hal biasa,

tertawa karena sesuatu yang biasa,

mungkin sesuatu tentang pertemuan kita di kala bocah..."

hari baik

sudah cukup lama saya tidak melihatnya.

mungkin semenjak Jogja resmi memasuki musim hujan.

tapi tadi,

ketika saya pulang dari kampus,

akhirnyaa...

lampu merah Gejayan mengizinkan saya untuk sebentar mengagumi keindahannya.

:)

losing you

sudah sewajarnya *seperti katanya Goo Goo Dolls*

that everything's made to be broken.

so does suatu hubungan (baca: pacaran).

ada kalanya hubungan itu langgeeeeennng bangeeeeet,

tapi ada kalanya juga hubungan itu langgeng sebentar. *hihi. maksa dehh gw*

jadi,

kehilangan seseorang itu sebenernya sudah menjadi makanan sehari-hari buat kita *eh, jangan juga sii. hehe*. tapi intinya siii, kehilangan orang itu suatu yang wajar.

yang ga wajar,

dan sampe sekarang unacceptable adalah rasa sakit within.

hux.

rasanya hampa gituu *cah elaah naaadhhh!!*

dan untuk menghilangkan kehampaan,

biasanya orang akan mencari distraktor,

apapun distraktornya,

pun ternyata misalnya tuu distraktor adalah our next crush.

well.

*kejauhan gw yaa? haha*

seperti biasa,

waktu gw putus, *dahh, bangga amaat nadh putus*

temen gw memberikan sebuah pin bertuliskan "LOSING YOU IS NOT THE END OF THE WORLD"

pluuus,

iming-iming bahwa pin itu bertuah.

*ahahhahha!*

gw pake laah tu pin,

dan as you see,

gw jadian dahhh.

*walopun tu pin ga berperan apa-apa dalam jadian gw. hehe*

terus,

gw pass it on doongs ke temen gw,

dengan iming-iming yang sama.

dipakelah sama dia,

akhirnya dia deket dan in love dengan seseorang,

tapi unfortunately,

tu pin diilangin sama dia,

*huuuuU! kasian yang lain yang belum dapet khasiatnya tauuuu :P

dan temen gw yang menghilangkan pin itu berkata,

"mungkin itu alesannya makanya aku ganttung giniii."

hehe.

mungkiin ya tu pin beneran bertuah? :D

so sick of this

capeknya terus mengejar bayang-bayang,

yang kadang ada,

kadang hilang.

dan pada dasarnya bayang-bayang itu hanya semu belaka.

mengejar kesemuan,

apakah dia memberikan kebahagiaan?

kebahagiaan dari sebuah yang semu,

apa jadinya?

hanya letih,

dan bertanya,

kapan bayang itu berhenti berlari,

sehingga bisa ku tahu pemiliknya...

larung

sudah saatnya melepas satu demi satu lapisan maya yang dibangun diatas ribuan ego atas kendali diri,

membiarkan diri terlihat rapuh,

memeluk erat bayang yang sedang berlari itu,

kembali padanya...

sulit,

kadang letih,

kadang lelah berlari,

mengejar bayang yang entah kemana akan pergi,

namun,

apa daya,

hanya dengan bayang itu bisa ku larungkan diri,

dalam tangis,

yang entah dari mana,

entah mengapa,

dan entah kapan mampu ku hapuskan....

angin hujan

ini bulan hujan.
bukan bulan yang kudamba.
namun aku lahir bulan ini.
harusnya ku mencintai hujan yang melingkupi kelahiranku.

tetapi tidak.
aku takut pada hujan.
aku takut terbuai olehnya.
oleh semua pesona dan kuasanya.
pada semua kelemahan dan kekuatannya.

bahkan sang mentari pun enggan muncul ketika hujan.
aku tambah benci padanya,
pada hujan yang merenggut cahayaku sedemikian rupa.
mengubah langit menjadi hitam pekat tak berdaya.

ini bulan hujan,
banyak angin yang bermain bulan ini.
aku senang.
sejuk.
tidak gersang.
orang bilang ini angin hujan.
cuma ada saat bulan hujan.

angin ini berbeda dengan angin lainnya.
dia membawa hujan.
wangi hujan.
banyak orang yang suka dengan baunya.
kata mereka harum.

aku mencoba sekuat tenaga untuk menciumnya.
tidak teraba apapun.
tidak terasa apapun.
apa mungkin aku terlalu membencinya,
sampai tidak mampu mengenalinya?

tetapi aku masih menyukai angin yang membawa hujan.
angin hujan.
sejuk.
menenangkan sekaligus menegangkan.
membuatku berharap cemas akan datangnya hujan,
namun dalam balutan senyum akan damai yang dibawanya.

angin hujan.
mungkin aku mulai mencintainya bermain disekelilingku.
mulai mencari kehadirannya dalam hariku.

akankah engkau akan datang lagi hari ini,
angin hujan?


apakah hujan yang akan kau bawa?
atau hanya kesejukanmu yang terasa?

24 Oktober

aku tidur dengan bantuan obat tidur semalam. gejolak perutku yang aku rasakan sepagian kemarin benar-benar membuatku tidak bisa tidur malam tadi. jadi, aku sengaja menegak overdose pill tidur, agar aku bisa langsung terlelap.

you may call me crazy. or even a drug abuser. tapi, aku sudah menyerah untuk membuat diriku lebih nyaman bahkan untuk tidur.

sejak 2 tahun lalu.

sejak itu mungkin.
entahlah.

seperti biasa,
aku tidak pernah bisa tidur terlelap sepenuhnya. tidurku tidak berkualitas. walau aku sudah meminum obat tidur, aku tetap terbangun sekitar jam 4 kurang, melihat ada beberapa missedcall dan beberapa sms.

dari beberapa itu,
hanya satu yang ku buka,
dan mungkin ku sesali telah membukanya di awal hariku.
setelah ku jawab singkat,
aku mematikan semua handphone itu.
kembali berusaha tidur.
aku terbangun setelah aku sadari sudah terang di luar,
*buat jogja, jam setengah 6 juga udah terang tauu*

aku mengaktifkan kembali handphoneku,
dan tidak beberapa lama,
rentetan sms masuk.
aku biarkan saja.
kepalaku sakit sekali pagi ini.
sakiiiit sekali.

2 gelas air putih yang aku minum hanya berhasil mengurangi sedikit sekali sakit ini.
'biarlah. hari ini harus dimulai sekarang'
aku memaksa diriku terbangun.
dan mulai membaca sms-sms itu..

menyenangkan.
membuat aku merasa tidak sendiri hari ini.

namun sayangnya,
perasaan itu tidak lama.

aku teringat akan tugas yang aku harus selesaikan hari ini.
aku menghubunginya,
menanyakan kapan dia akan memenuhi janjinya semalam.

dia menjawab 'bntr.'

aku kembali merebahkan kepalaku di bantal pesawat itu.
tv menayangkan program yang entah apa.
aku aktifkan mode mute sepanjang malam.

aku melihat jam ku.
'sudah seharusnya dia datang sekarang,
karena kalau tidak,
dia akan terlambat'

aku mencoba menghubunginya.
tidak diangkat.
aku berpikir,
'mungkin nanti dia akan memberikannya,
di kampus.'

tiap Jumat dia akan berada di kampus soalnya.

aku pun kembali meminum segelas air putih, dengan harapan menghancurkan rasa sakit ini, saat dia menghubungiku.
aku angkat,
hanya ada suara berisik.
aku pun berpikir mungkin tidak sengaja tertekan ketika dia dalam perjalanan ke sana.

aku mematikannya.

aku mencoba membalas sms-sms yang datang padaku hari ini.
baru satu aku balas,
ada sms masuk.
dari dia.

aku membacanya,
dia bertanya keberadaanku.
baru aku tekan tombol reply,
tiba-tiba ada sms lagi.
aku batalkan membalas smsnya,
dan ternyata,
sms itu berisi kalimat bertanda seru.
segera aku keluar kamar.

perjalanan dari kamarku ke pintu pagar tidak sampai memakan hitungan menit,
namun,
setengah perjalanan aku ke pagar,
dia hanya meletakkan titipanku,
dan pergi.
tanpa sepatah apapun.
tanpa gestur apapun.

dia pergi.

aku hanya kaget melihatnya,
bergegas mengambil titipanku,
dan kembali ke kamar.
menangis.

kenapa harus hari ini yang dia rusak?

mencoba mendistraksi kesakithatianku dengan membalas sms-sms mereka yang peduli padaku.
tapi tidak lama,
dan aku kembali menangis.

ada satu sms dari seorang teman baikku yang berkata,
'... semoga dapat banyak kejutan hari ini ;) ...'

aku hanya tersenyum singkat,
dan membalas,
'kejutan pertama sudah sukses membuat gw menangis,
gw tidak berharap ada kejutan apapun hari ini'

'maaf tapi aku sedang menghindari orang-orang buat hari ini,
ketika aku membiarkan seseorang masuk untuk mengisi hari ini,
dia mungkin memang hanya menyilet sedikit hatiku,
namun menaburkan banyak garam diatas lukanya'

sendiri.
untuk hari ini.
pathetic.

semoga hari ini bisa berubah jadi baik,
walau aku mengawalinya dengan linangan air mata.

salah jika ada orang yang bilang tidak ada hari sial,
coba rasakan sendiri,
jadi aku hari ini.

"apa aku harus menyalahkanNya karena tetap membiarkanku hidup hari ini?"

cinta itu ga serakah

"Gw mesti gimana lagi?"
"Lo ga harus gimana-gimana. udah jelas dia suka sama lo. udah jelas lo suka sama dia. kenapa sih lo, Na?"
"Bukan gituu Ta.."
"Terus kenapa lagiii Viennaaaa?"

tekanan ucapannya seakan-akan memberikan kepastian akan pilihan mana yang harus aku ambil.

ini tentang lelaki itu.
Dhaka.
sudah seperti satu kepastian bahwa sebenarnya aku dan lelaki itu seharusnya bersama.
Malta juga bilang gitu.
tapi entah kenapa,
aku ngerasa berat sendiri buat memastikan hubungan kami.

Dhaka sudah aku kenal sejak lama.
mungkin sejak aku mulai menyandang status mahasiswa.
sekitar 3 tahun lalu.

selama ini pun aku dan Dhaka sudah membagi banyak duka,
merangkai banyak tawa.
sebuah cerita.

Malta setengah mati memaksa aku dan Dhaka untuk bersama dalam suatu komitmen yang didamba banyak orang.
pacaran katanya.

aku tidak naif bahwa aku pernah berharap akan komitmen itu.
salah.
coret kata pernah.
aku tidak naif bahwa aku pernah berharap akan komitmen itu.

Malta pun meyakinkanku bahwa itu juga yang diharapkan dari Dhaka.

"Teruus kenapa lagii siih Naaa???"
ucapannya menyentakku dari pikiranku sendiri.

"Ta.."
aku berusaha memberikan ketenangan dalam kalimatku.
berusaha memberikan penjelasan paling jelas,
berusaha memberikan keyakinan paling meyakinkan,
biar Malta diam.

atau mungkin keyakinan untuk gemuruh hatiku sendiri.

"Ta. lo tau kan selama ini, kalo hubungan gw sama dia pun ga pure antara gw dan dia."

aku memenggal kalimat itu untuk memberikan udara diantara kecemasanku sendiri.

"Selama ini selalu ada dia disamping Dhaka."
"Valetta?"
"Iya. selama ini kan selalu gw, Dhaka, dan Letta. ga pernah gw dan Dhaka."

"Tapi belakangan ini gw liat lo seringannya berdua sama Dhaka?"
"Iya gw tau. Belakangan ini emang gw jadi entah kenapa terlihat berdua terus sama Dhaka."

"Dan anak-anak juga banyak yang tanya atau bahkan nyimpulin sendiri antara lo dan Dhaka ada apa-apa kan?"
"Iya sii. ada beberapa yang nanya gitu. cuma gw tetep bilang ga ada apa-apa."

aku dan Malta terdiam.
entah apa yang ada dalam pikirannya.
aku tidak peduli.
aku sibuk menyusun kalimat yang akan aku lontarkan nanti.

"Ta, gw tau belakangan gw dan Dhaka jadi deket banget. gw pun ngerasa Dhaka lebih nyantai buat cerita sama gw, daripada waktu kita bertiga dulu...

Cuma Ta, lo inget kan acara nonton bareng rame-rame se-studio waktu itu?"

aku mencoba mentertawakan kalimat terakhirku. sebenarnya bukan benar-benar satu studio kami sewa untuk menonton film yang sampai sekarang masih membuat orang mengantri di bioskop, tetapi hampir 40 orang ikut nonton waktu itu, dan hanya menyisakan tempat duduk untuk sekitar 5 pasangan lain, yang akhirnya memilih untuk mengganti waktu nonton, dan membuat kami menguasai studio itu sendiri.

"Hehe. Yang seru banget itu kan? ingetlah!"
"Lo inget Ta, waktu itu gw dateng sama siapa?"
"Engg... Rio ya Na?"

aku hanya mengangguk membenarkan tebakannya.

"Lah. waktu itu kan lo emang masih sama Rio?"
"Engga. gw udah putus."
"Iya ya?"
"Taa! gw dateng ke tempat lo sambil nangis bombay gitu! masa lo beneran lupa sii??"
"Haha. iya iya. inget. eh terus, kenapa lo dateng sama Rio kalo gitu?"

aku terdiam sejenak.
berpikir keras apakah memang harus ku katakan secara eksplisit kenapa aku mengajak Rio waktu itu.
Tapi sepertinya, nanti dulu.
**ntar ceritanya cepet abis kalo gitu. hwhwahaa!**

"Ada laah alesannya. Toh gw sama Rio hubungannya ga rusak ko gara-gara kita putus, makanya waktu Rio ngajak gw dateng bareng, gw iyain. nah sekarang, lo inget Dhaka dateng sama siapa?"
"Kalo lo dateng sama Rio, berarti Dhaka dateng sama Letta ya..?"

aku bingung bagaimana merespon jawaban Malta kali ini. Jadi aku hanya tersenyum kecil, dan memberikan ruang diantara kalimat kami. berharap Malta mengerti sendiri.

"Terus Na?"

sial. Malta ga ngerti-ngerti juga!

"Gini Ta. gaungnya tu acara nonton bareng kan udah dari lama, bahkan sebelum tu film muncul di twenty one."
"Iya.. terus?"

"nah, sejak ada gosip-gosip kita mau nonton rame-rame itu, Letta mulai curhat sama gw. intinya si dia pengen ngedeketin Dhaka gitu."
"Makanya lo milih dateng sama Rio daripada bertiga kayak biasanya?"
"Ya gitu.."

"Lo kenapa sii? pengen nunjukkin ke Dhaka kalo lo masih taken gitu??"
"Sepertinya begitu Ta..."

suaraku melemah,
sementara suara Malta makin meninggi dengan tempo yang makin cepat.
Jelas sekali dia kesal akan segala keputusan yang aku buat saat itu.

"Buat apa lo nunjukkin kalo lo masih taken si Na?!"
"Biar Dhaka ga jadi ngedeketin gw..."
"Duh Vienna Vienna! gw ga ngerti sama lo dehh!"

aku masih terdiam dan bingung bagaimana menjawab cercaan Malta.

"Ngapain si Na, lo capek-capek ga jelas! pura-pura ga jelas gini biar si Dhaka ngeliat?! Lagian, emang Dhaka peduli lo taken ato engga???? Sebelum lo jadian sama Rio pun dia udah suka sama lo! sampe sekarang lo putus pun ga pernah tuh gw liat dia deket sama cewe lain!"

"Selain Letta kan Ta?"
"Ya. dia sih ga usah diitung!"

"Ta, lo ga ngerti sih! gw sama Letta tuh udah temenan baik dari dulu! dari sma duluu! dan gw pun masih sering curhat sama dia. dia temen baik gw Ta! sama kayak lo..."

"Terus?"
"Dan waktu gw liat gimana dia cerita abis pulang acara nonton itu pun gw udah tau. gw ga bakal tega buat mastiin hubungan gw sama Dhaka.. dia beneran seneng Ta.. beneran berbinar-binar.."

terbayang lagi siang itu.
saat aku bertemu dengan Letta,
dan dengan mata yang berbinar itu pun dia menceritakan semuanya.
detail kejadian ketika itu,
apa yang dia rasakan,
dan diakhiri dengan,
"Na, gw kayaknya beneran suka sama dia nih. lo bantuin ya.."

aku bisa bilang apa?

"Ta, udah lah.. gw ga mungkin sejahat itu makan temen.."
"Tapi Na, Dhaka kan juga bebas milih dia maunya jadian sama siapa. dan kalo dia maunya sama lo gimana?!"

"Makanya, sebelum dia punya alesan buat milih, gw yang bakal pergi! ga akan gw kasih kesempatan dia buat deketin gw. dengan itu pun dia sadar Ta, kalo sebenernya Letta juga sayang sama dia!"

"Na, lo quitter banget si?"
"Quitter apanya?"

"Dhaka sampe kapanpun suka sama lo! dia aja ga peduli waktu lo taken dulu! sekarang lo seakan-akan nyodorin Letta biar dia suka sama Letta gitu?? lo pikir bisa apa?"
"Ta.."

"Bukannya kenapa-kenapa Na, you both are meant to be. gw seneng waktu lo cerita tentang Dhaka. keliatan kali Na.."
"Tapi Ta.."

"Biasanya lo juga ga nyerah gini! biasanya lo juga tahan! Ada apa siih??"

"Sekarang itu Letta. gw ga mau nyakitin dia. dia udah jadi mental defense gw selama ini. waktu gw down pun Letta ada buat gw.. Plis Ta. coba lo bayangin gimana marahnya lo kalo gw yang nyalip lo? dan gw yakin Letta bakal marah sama gw lama banget. ga pengen gw Ta.."

Malta sepertinya bingung harus menjawab apa.
Dia hanya menarikku dalam pelukannya,
dan entah mengapa,
aku mulai menangis...

CON TE PARTIRĂ’

I’LL GO WITH YOU

When I’m alone
I dream on the horizon and words fail;
yes, I know there is no light
in a room where the sun is absent,
if you are not with me, with me.
At the windows show everyone my heart
which you set alight; enclose within me
the light you encountered on the street.

I’ll go with you,
to countries I never saw and shared with you,
now, yes, I shall experience them.
I’ll go with you on ships across seas
which, I know, no, no, exist no longer;
with you I shall experience them.

When you are far away
I dream on the horizon And words fail,
and, Yes, I know that you are with me;
you, my moon, are here with me,
my sun, you are here with me,
with me, with me, with me.

I’ll go with you,
To countries I never saw and shared with you,
now, yes, I shall experience them.
I’ll go with you on ships across seas
which, I know, no, no, exist no longer,
with you I shall experience them again.
I’ll go with you
On ships across seas which, I know,
No, no, exist no longer;
with you I shall experience them again.
I’ll go with you,
I with you.

Andrea Bocelli ©

kesan

sakit yaa ketika punya seseorang,

tapi dia mengesankan kalo dia ga suka pacaran sama kita,

kalo dia masih ga punya pacar,

kalo kita ga berarti bagi dia,

kesan bahwa 'ah.. ujung-ujungnya putus juga',

kesan kalo someday dia akan menemukan his other half,

tapi bukan kita.

sakit ya?

tapi buat gw, beberapa orang emang kadang mengesankan buat tetep jomblo. kata temen gw sii "jangan sampe menurunkan pasaran dehh!" haha. entahlah. gatau alasannya apa, tapi tetep sakit.

wrong way

ga pernah sadar sama apa yang terjadi,

mimpi-mimpi itu semua,

i just kept all inside.

terus,

ketika aku tanyakan apa arti semua ini,

hanya satu jawaban yang ku terima...

"Unfinished business"

bingung.

aku mencoba mencari apa urusanku yang belum terselesaikan dengannya.

mungkin satu.

mungkin juga tidak ada sama sekali.

tapi,

yang pasti tiap aku mengingatnya,

hanya ada satu hal yang teringat.

SALAH JALAN

seperti ketika harusnya ngambil jalan lurus,

tapi ternyata ngambil ke kiri,

yang hasilnya harus muter balik.

kadang jauuuh banget sampe nyesel sendiri kenapa mesti salah jalan,

tapi kadang dekeet sehingga mengurangi rasa menyesal telah melakukan kesalahan.

tapi sama-sama menyesal.

Tuhan.

apa yang harus ku lakukan untuk menyelesaikan urusan ini??

We are standing at the crossroads
And now it's time
For you to go your way
And me to go mine
I will pray the Lord
Will keep you safe
Until the day I see your face again

I may travel the world over
But one thing I know for sure
One day this road will lead me
Back 'round to your door

Nothing will change the way
I feel about you
Not the miles or the years
Or the place this life takes me to
...

astagfirullah

ga lama berselang after gw published postingan yang tadi, tiba-tiba terdengar suara sirine. samar sii. dan pertama kali nenek gw yang sadar akan bunyi itu.

nenek gw nanya ke pak sapu *yang lagi nyapu halaman rumah gw*

"Pak. itu suara apa? Kebakaran ya?"

gw ga denger apakah si pak sapu ini menjawab atau engga. tapi kemudian, gw ngedenger dari dalem kamar utama, si bu pijit *gw emang lagi manggil bu pijit sii* lagi nerima telfon.

gw pun bergegas masuk ke kamar,

dan kemudian kata si bu pijit,*nama gw rahasiakan karena ga etis aja rasanya*

"Mbak. bisa tolong carikan nama bapak anu di henpon saya?"

gw pun mengambil handphone bu pijit itu, dan mencari nama Bapak Anu. ketemu. gw pun langsung men-dial nomor itu.

"Ga bisa bu ... ga bisa ditelfon Bapak Anunya"

muka bu pijit pun seketika pias.

"Ada apa toh bu?"

"Ini. tadi bapak pijit *nama suaminya* nelfon. katanya rumah Bapak Anu kebakaran. sampe abis e mbaak!"

gw cuma bisa kaget dan speechless,

kemudian mencoba lagi menghubungi si Bapak Anu.

"tetep ga bisa bu. emang Bapak Anu lagi dimana?"

"Lagi di Garut, mbak."

"duh. jangan-jangan ga ada sinyal ya bu?"

"Gimana ya? itu rumah katanya abis kebakar. ada tv, cd. padahal saya yang dititipi rumah itu. tapi tadi ada mas aa masuk ke rumah bapak anu mau ngambil apa gitu."

"Duh. dicoba telfon lagi ya buu"

Ibu pijit pun masih meneruskan kecemasannya akan tanggung jawab yang dipikulnya.

"saya tuh udah matiin listriknya. tapi tadi mas aa mau ngambil apa di rumah pak anu, jadi di nyalain lagii. sekarang malah kebakar."

gw gatau harus ngomong apa lagi buat nenangin bu pijit.

"Kebakar abis toh bu?"

"Iya. lha wong cuma sekamar e mbak."

haduh.

gw ngerasa ga enaak banget.

membayangkan jadi bapak Anu yang lagi seneng-seneng lebaran ngumpul sama keluarga di Garut,

pulang-pulang ke Jakarta tiba-tiba kayak gini.

ya ampuuun.

pelajaran paling susah

gw udah ngelewatin banyak banget pelajaran. mulai dari belajar jalan pas masih kecil, belajar nulis sama gambar pas tk, belajar tambah-tambahan, belajar sejarah, belajar nyanyi, belajar bahasa inggris. terus belajar kimia, biologi. terus belajar ngomong, belajar marah, belajar pacaran *ahahahaa*, belajar cari temen,

banyak dehh.

semuanya bisa dipelajari dengan baik dan *mungkin* benar. hihi. sampe ujian lisannya psikoterapi jep pun terlalui dengan okee.

tapi satuuuu aja.

yang gw selalu gagal.

remed teruus gituu *idiih. sma bangeet*,

ngulang terus gituu.

yeup.

belajar sabar.

gagaaaal terus gw tiap tes.

apalagi tes kesabaran lagi in niii pas bulan puasa,

tapi tetep dari hari ke hari gw selalu gagal,

dan akhirnya yaa tes itu berulang teruss.

*maksudnya sii. tiap hari gw selalu dihadapkan dengan keadaan yang bikin gw ga sabar, dan gw selalu termakan oleh ketidaksabaran gw sendiri. haha. gagal teruuuuss*

ampun dahh.

kayaknya not one of my kind dehh tuu kesabaran.

:((

cinta lagi cinta lagi

kasus pertama,
lo jatuh cinta sama seseorang.
dia baik,
pengertian,
obrolannya nyambung,
hobinya mirip,
becandaannya seru,
and yes,
good looking.
dia bikin lo kagum,
bikin lo seneng,
bikin lo berbunga-bunga,
dia juga suka sama lo,
seems mean to be,
tapi as what the world brings,
selalu ada keterbatasan dalam sebuah kesempurnaan.

dia beda keyakinan sama lo.


kasus dua,
lo jatuh cinta sama seseorang,
dia juga cinta sama lo,
tenaaang,
dia seagama sama lo,
tapi,
make it simple,
dia udah punya keluarga.


kasus tiga,
lo cinta sama seseorang,
dia cinta sama lo,
dia satu iman,
dan masih single,
tapi,
dia juga cinta sama temen lo.
my friend used to call this,
'spare-tire'.
entah lo atau orang itu yang dijadiin cadangan,
gampangnya,
kalo ga dapet lo,
dia bisa ke orang itu,
dan sebaliknya.


kasus empat,
lo jatuh cinta sama seseorang,
dia juga cinta banget sama lo,
as what i said,
selalu ada keterbatasan,
dia seiman,
masih single,
dan you're the only one...
cuma,
dia 'ringan tangan'.
abusif.


kasus lima,
lo jatuh cinta sama seseorang,
dia juga cinta sama lo.
seiman,
single,
you're the only one,
dan dia sangat baik sama lo,
big NO for abusive.
tapi,
orang tua lo ga setuju sama dia,
atau sebaliknya,
orang tuanya ga setuju sama lo,
in any reason.


kasus enam,
lo jatuh cinta sama dia,
dia juga.
seiman,
single,
dia ga jadiin lo cadangan,
dia juga ga punya cadangan,
dia baik sama lo,
tapi,
dia pernah dipenjara,

karena entah apapun sebabnya,
dia pernah didakwa ngebunuh orang.


kasus tujuh,
as simple as,
lo jatuh cinta,
dengan pacar sahabat paling sahabat lo.
entah gimana.
the point is,
lo jatuh cinta.


-----------------------------------------------------------------------


hah!
udah tujuh aja.
ga kelar-kelar gw kalo diurutin terus menerus.
oh iya,
terima kasih buat orang-orang disekeliling gw,
yang sangat inspiring.
maaf kalo ngerasa tersindir.


-----------------------------------------------------------------------


pernah ga lo ngalamin one of those love-cases?
buat yang belom pernah ngalamin,
mungkin dengan bacanya pun bisa bikin lo ketok-ketok meja "amit-amitt!"


buat yang pernah ngalamin pun,
bisa aja punya reaksi amit-amit yang sama kayak yang belum,



kasus-kasus diatas,
jujur deh,
bikin kita nyerah ya?


seakan tuh,
jelas banget,


mungkiinnn...
cinta tidak harus memiliki.



tapi,
buat gw,


*terlepas gw pernah ngalamin atau belum*,


kasus diatas bukan contoh 'cinta tak harus memiliki',
tapi merupakan pembuktian,
'cinta itu butuh perjuangan'



keep fighting, guys.
you'll know who's deserve it.
trust me.
the point is,
jangan asal give up deh.
;)

tragic? it happens all the times

PRINCESS

dia terlambat lagi hari ini.
sebenarnya bukan hal yang baru bagiku menghadapi keterlambatannya,
namun ada kalanya jam karetnya bikin aku beneran dongkol,
dan ga jarang merusak hari kami seharian.

to:
my prince <+62811123606>

kamu dimana?

.message delivered

5 menit berlalu,
dia masih ga bales sms itu juga.
disgusting huh??!

calling ...
my prince
<+62811123606>

.no answer

GOD!
dimana sih?!
aku bingung dengan hobinya yang satu ini,
mulai dari pertama jadian,
sampe hubungannya yang menginjak usia satu tahun ini,
ga pernah sekalipun dia datang on time,
apalagi earlier.
tapi,
entah mengapa,
dia selalu bisa bikin aku leleh lagi,
dan ga jadi marah.

just seeing his eyes,
and i know,
those whole things never happened in purpose.
i know that he loves me,
coz he told me so.
i know that he loves me,
coz the feeling show..
my prince
<+62811123606>
calling ...
ringtone itu ga aku biarkan menyelesaikan baitnya.
"halo?"
"sayang, udah di depan"
"Iya iya. aku keluar sekarang ya"
"Sip. bye"
"Bye"

-----------------------------------------------------------------------

PRINCE

"sayang, makasiii yaa. seru banget hari ini!"
"Iya sama-sama sayang.. aku juga seneng koo!"
"kapan kita bisa tea walk lagi?"
"Ya nanti lah sayang.. ini aja aku blom sampe rumah, masa udah ditanya kapan pergi lagi?"
"hehe. abis tadi seru bangeet yaang.. kan ga sabar buat jalan-jalan lagi sama kamu!"
"Apalagi waktu kamu jatoh tadi ya? itu seru banget yang!"
"Hahahaha. ahhh! itu kan licin tadi jalannya! ihh. jahat dehh. masa aku jatoh diketawaiin!"
"Hehe. iya iya, yaudah sanaa. masuk. mandi. terus bobo. besok kan ketemu aku lagi!"

dia menyerahkan tangannya untuk ku cium.
ritual sebelum pisah,
aku mencium tangannya,
dia mencium tanganku.
tidak lupa aku membelai singkat rambutnya.
berantakan,
tapi wangi.

aku tidak bisa membohongi betapa aku sangat bahagia ketika bersamanya.
melihatnya bercerita panjang lebar tentang apa saja,
mendengar tawanya,
keceriaannya yang selalu bisa mengobati tekanan kuliahku yang menggila.
every single second i spent with her,
it just priceless.

tapi,
hufff...
tetep ada kesedihan disini.
i can't deny this guilty feeling.

"Love you sayaang..."
dia mengagetkanku dengan kata-katanya sebelum membuka pintu mobilku.
"Love you too sayang..."
"Hati-hati yaa"
"Iyaaahh. sms ya?"
"dadahh!"

aku mulai menstarter mobil,
melambaikan tangan padanya,
dan mobil ini pun bergerak perlahan.

tidak jauh.
hanya sampai belokan pertama rumahnya,
aku menghentikan mobilku.

baru jam 7.

aku ambil handphone,
klik ikon short messaging service,
lalu ku ketik perlahan.

to:
my princess
<+628162360333>
i love you sayaang.
mandi sanaa!
.message delivered

aku baru saja membuka 'tulis teks baru' ketika ada sms masuk.

from:
my princess
<+628162360333>

aku juga sayang kamuuu.
iya aku mandii.
kalo udah sampe rumah telfon akuu yaa.
udah kangen :)
reply?

aku klik ikon tidak.
dan aku meneruskan membuka tulis teks baru.

to:
lila
<+628129823509>

sayang,
aku baru balik dari rumah dina nih!
kamu ada dirumah?
aku ketempatmu yaa.
kangen!
.message delivered

from:
lila
<+628129823509>

ngapain kamu sama dia? :(
iya ke tempatku aja.
aku juga kangen kamu,
tapi sebeel.
kenapa sii selalu ada dia????!

to:
lila
<+628129823509>

udah ya.
kan kita pernah bahas tentang dina.
ga usah dibahas lagi.
she's just there from the start, hon.
aku otw ya.

aku tau pasti kenapa selalu ada perasaan bersalah ini tiap kali aku bersama dina, my princess.
aku hanya tidak bisa melepaskannya.
the fact,
lila juga ngerti ko dari awal kalo aku berselingkuh,
dia bisa terima.
bukan cuma salah aku dong?

mobil ini pun aku jalankan perlahan.
menuju my other princess,
leaves all these guilty feeling with my dina.

-----------------------------------------------------------------------
PRINCESS

huff.
what a tired and lovely days!

walo tadi dia ngaret parah banget,
tapi semuanya paid off.

ternyata ngedate non-mall itu seru bangeet.
untung dia cukup expert di alam bebas,
jadi seharian tea-walk juga hayoo deh!
:D

tone standar sms hapenya berbunyi.

from
my prince
<+62811123606>

i love you sayaang.
mandi sanaa!

hehe.
dimana dia?
ko bisa-bisanya smsan lagi nyetir?

to:
my prince
<+62811123606>

aku juga sayang kamuuu.
iya aku mandii.
kalo udah sampe rumah telfon akuu yaa.
udah kangen :)

.message delivered

aku pun segera mengambil handuk,
mandi dan bersiap menumpahkan semua kesenanganku hari ini di e-diaryku :D
di my personal blog maksudnya. hehe.

'hari ini seneng banget.
love him.
love him.
love him.

Tuhan,
tetapkan dirinya hanya untukku'

aku rasa cukup.
terlalu banyak kebahagiaan hari ini,
aku hanya bingung menyusunnya menjadi satu rangkaian postingan di blog,
makanya,
aku hanya menyelipkan sebuah doa sederhana sekarang.
cukup menjelaskan betapa bahagianya aku punya dia.
to:
my prince
<+62811123606>

sayangkuu,
aku udah ngantuk.
ga jadi telfon ya?
besok pagi aja dilanjutin.
love you!
.message pending

-----------------------------------------------------------------------

another traumatic event

ada banyak orang yang mulai menyadari segala ketakutanku,
yahh. mungkin ketakutan irrasional yang dikenal sebagai phobia itu sudah lama menghantuiku, jadi ga aneh kalo udah banyak orang yang tau :D
tapi,
beberapa hari yang lalu,
sepertinya ketakutanku bertambah.

well,
at least,

beberapa hari yang lalu,
ada sesuatu yang buat aku trauma.
jadi sampe sekarang sbenernya rada parno juga kalo inget saat itu.

lebih dari 24 jam aku habiskan untuk keeping awake,
berharap akan sesuatu,
meratapi sesuatu,
melalui malam yang entah kenapa rasanya lamaaaa banget.

awalnya aku mencoba berani,
facing it by myself,
tapi lama kelamaan,
jadi ngeri,
dan ketakutan sendiri.

akhirnya nyerah dan mengsmsnya.
dirinya.

huss,
jangan ngaco.
diri-nya itu bukan si pacar!
hehe.
tapi orang yang mungkin kehadirannya seperti pacar ;)

cukup lama berbalas sms dengannya,
mengekspresikan segala ketakutanku malam itu,
entah apa yang aku sms,
tapi hanya untuk memastikan bahwa,
even though aku ketakutan,
dia tetep disana.

kenangan tiba-tiba seenaknya muncul gitu aja,
mungkin udah hampir 2 tahun yang lalu,
november 2006 kalo ga salah inget.

saat itu aku juga ketakutan,
sangat ketakutan,
tapi saat itu juga dia masih punya serangkaian proses buat nenanginku,
my favorite process,

yang kalo ku ulangi lagi sekarang,
cuma bikin makin takut aja jadinya.
hehe.

akhirnya,
pagi mulai merangkak naik,
well,
belum pagi juga sebenernya,
tapi setidaknya buat orang-orang yang rajin beribadah,
sudah waktunya bangun saat itu,

ketakutanku mereda,
tapi aku tau,
bukan karena pagi yang mulai datang makanya aku mulai berani lagi,
tapi satu sms darinya,
yang buat aku inget,
beneran bikin aku inget,
dan ternyata aku selama ini lupa,
"ikhlas nad..."

aku benci hujan

entah mengapa.

ada ribuan alasan kenapa aku benci sama hujan.

dengan segala kelebihannya,

manfaatnya,

kesejukannya.

juga dengan segala kekurangannya,

bencananya.

aku hanya benci sekali pada hujan.

itu saja.

ga butuh

ga butuh orang lain,
waktu dia ga bisa dateng on time sekalipun,

ga butuh orang lain,
waktu dia ga ngerti aku mau makan dimana,

ga butuh orang lain,
waktu dia ga sengaja ga denger aku ngomong apa,

ga butuh orang lain,
waktu dia lupa sama apa yang aku omongin,

ga butuh orang lain,
soalnya orang lain ga bisa kasih 20 menit,
dan kalopun dia udah ga bisa kasih 20 menit,
mungkin aku akan coba minta 10 menit aja,
atau 5 menit,
atau beberapa saat terindah waktu aku bisa menenangkan diri,
di tempat ternyaman,
yang bisa bikin aku nangis,
tapi ga ngerasa kehilangan.

ga butuh orang lain,
soalnya dia yang selalu sabar nyuruh aku senyum,
bisa nerima kelakuan 'ga behave'-ku.
dan bisa dengan kesadaran penuh,
menerima kegilaan aku :D

ga butuh orang lain,
walaupun dia lagi ga bisa dihubungin,
walau selalu dia minta aku buat cari yang lain,

karena kalo dia pergi,
yaudah,
aku sendiri.

tidak menyisakan tempat untuk yang lain soalnya.

superlatif

rich - richer
tall - taller
young - younger
old - older
cheap - cheaper
small - smaller

dst.
dst.
dst.

duuh. lupa gw. banyak bangeet kan adjective di bahasa inggris :D

maksud gw disini adalah, hukum superlatif itu akan selalu ada. jadi stop selalu ngeliat ke atas, atau selalu ngeliat ke bawah. stop men-desperate-kan diri sendiri, atau terlalu membanggakan diri sendiri. kalo kata temen gw di sma, "Di atas langit, masih ada langit bung!". begitulah. lo cantik, lo ganteng, tetep aja masih ada yang lebih cantik dan lebih ganteng. gitu juga sebaliknya. lo miskin, lo bego, tetep aja *percaya deh!* masih ada yang lebih miskin dan lebih bego.

jadii mulailah bersyukur. buat setiap hari yang kita dapatkan. gw pernah saking takutnya tuuu ga berani tidur, karena takut ga bisa bangun lagi besoknya *hihi*. atau, gw juga pernah ngerasa miskin banget sampe bingung gimana caranya buat beli makan *ahahaha!*.

tapi toh akhirnya gw still survive. karena gw yakin masih ada ketakutan yang jauh lebih menakutkan daripada pikiran gw yang ga bisa bangun lagi itu. tapi toh ada yang lebih susah cari makan daripada gw saat itu. dan itu membuat gw sedikit tidak depresi dan tidak selalu menyalahkan diri sendiri.

yah,
tiap dari kita pernah lah merasa sengsara. sengsara ga bisa makan, ga bisa ngelanjutin sekolah, ga bisa macar ;) , ga bisa hidup sendiri, ga bisa pulang, kesepian. duuh, banyak bangeet kalo diurutin.

tapi,
dari situ pun gw *pribadi* akhirnya terlatih buat mulai kreatif.

kreatif ngatur uang *biar selalu bisa makan dan belanja*,

kreatif nyari side-job *biar walo gw ga bisa lanjut s2, gw bisa terjun ke dunia kerja tanpa malu-maluan karena udah terlatih buat kerja magang sebelumnya*,

kreatif nyari sparkle-sparkle lain dalam hubungan cinta-cintaan gw *biar tetep bisa macar = ga jomblo ato putus ditengah jalan gitu ceritanya. haha*,

kreatif cari kesibukan biar ga ngerasa kesepian,

kreatif buat mengintrospeksi diri *biar sadar gimana rasanya hidup sendiri dan betapa berartinya orang-orang terdekat dalam hidup itu*,

banyak banget deh yang bisa didapet,
dengan berpikir superlatif seperti ituuh :D

kalo dalam artikel di sebuah majalah cewe yang gw baca *gw lupa siapa tu yang ngomong. pokoknya famous person lah*,

"try to put yourself in other's shoes. and you'll find out how blessed you are"

kesempatan kedua

akhirnya aku harus merelakannya pergi.
pergi dari kehidupanku,
pergi dari setiap helai nafasku.

sepertinya memang aku yang tidak memiliki sedikit saja keberanian untuk menjaganya.
aku sama sekali tidak berani untuk menjaganya.
tidak pula demi masa depanku sendiri.
jalan yang ku rajut sendiri.
tidak.
aku tidak memiliki keberanian itu.

aku pengecut.
mungkin.
karena satu-satunya yang membuatku nyaman adalah senyumnya.
jadi aku harus merelakannya,
demi senyumnya.

seandainya bisa,
ku miliki kesempatan kedua.
kesempatan untuk tetap memilikinya,
namun tidak menghapus senyumnya.

sepertinya hanya harapan yang buang-buang waktu,
karena aku tahu,
pada akhirnya,
walaupun aku mendapatkan kesempatan itu,
aku tidak bisa menjaganya,
dan tetap berharap senyumnya tidak hilang.

jadi,
aku berhenti berharap.

bagaimana mungkin?

bagaimana mungkin aku tega melihatnya duduk termenung sendiri di kursi itu?
bagaimana mungkin aku tega mendengarkan kekhawatirannya tentang diriku?
bagaimana mungkin aku tega melihat air mukanya yang kecewa mendengar perkataanku?
bagaimana mungkin aku tega membiarkan matanya yang berkaca-kaca itu mulai melelehkan air mata?
bagaimana mungkin aku tega membiarkannya menjalani ini seorang diri?


bagaimana mungkin aku bisa pergi,
bukan karena tangannya yang mencengkram kasar tanganku,
tetapi ucapannya yang begitu dalam merelakanku pergi.


bagaimana mungkin aku melepaskan genggamannya,
bukan karena tangannya terlalu kuat memegang tanganku,
tetapi karena kekecewaannya yang terpancar saat melepas genggamanku,


bagaimana mungkin aku menangis karenanya,
bukan karena ancaman,
tetapi karena senyumnya yang selalu sabar melihat kelakuanku,


bagaimana mungkin aku kecewa karenanya,
bukan karenanya yang terlalu memujaku,
tetapi karena usahanya mengembalikan suasana hatiku,


kesabarannya,
kekhawatirannya,
perhatiannya,
kerelaannya,
membuatku tidak perlu meragukan apapun lagi,


apalagi kemunculannya tiba-tiba di ruang bermain siang ini,
tanpa rencana,
tanpa pemberitaan,
ditengah segala kesibukan yang dimilikinya,
dan tanpa alasan apapun,
hanya keinginan bertemu,


bagaimana mungkin aku ragu?


nothing's could beat my happiness this noon, :)

sebel banget!

jadi gw kan baca sebuah novel *bukan chicklit yeee* yang berisi tentang pasca-perceraian-relationship gituu.

diawal-awal emang keliatan si tokoh sentralnya *cewe nii* masih sering inget sama mantan lakinya gituu,

terus lama kelamaan,
bertemu dengan seorang cowo yang berbeda 180 derajat dengan mantannya,*beda disini maksudnya adalah si cowo baru ini tuu memenuhi segala kekurangan si mantan yang-jadi-masalah* misalnya aja si mantan tuu ga pedulian dan lebih peduli sama kerjaannya, jelaslah si cewe sebagai istrinya ngerasa dicuekin.

sedang cowo baru ini, dengan kesibukan yang kurang lebih sama dengan mantan lakinya, bisa selalu ada tanpa diminta, he would do absolutely anything even it's to stand under the rain for her *hehe. biasa yaa berdiri di tengah ujan? ini si gw aja nambahin, secara gw takut gila sama hujan, jadii kalo buat gw tuu ga akan dehh seumur hidup gw akan berdiri di tengah hujan, for ANYONE. hehe*

seneng gw bacanya,
banyak quote yang menguatkan juga siii,
misalnya,

"Just because you made a mistake with X, doesn't mean that you're gonna make another mistake with the next guy"

"Just take care your own HEART instead of caring about what people think about you"

"Dan lo tau kenapa gw cukup sering gonta-ganti cowo setelah putus dengan XX? karena gw ngerasa gw ga bisa menemukan pengganti XX. Dan ternyata, setelah gw bertemu dengan A, gw baru sadar bahwa kalo tujuan gw mencari pengganti XX, sampe kapanpun gw ga akan nemu. XX ya XX, cuma diciptain Tuhan satu di dunia ini, ga ada yang bakal nyamain. yang harus gw cari tuu laki-laki yang menyayangi gw, mencintai gw, dan bisa bikin gw percaya lagi sama cinta, dan A is that man."

"Gw sadar kenangan ga bakal bisa dihapus. anggap aja kenangan itu bagian dari hidup gw yang dulu, yang juga membuat gw jadi gw yang sekarang. gw cuma perlu mengalami kenangan-kenangan baru yang lebih indah. hidup ini ga harus ditentukan oleh masa lalu kaan?"

tapi akhirnya,
ternyata tetep ajaa gitu si pemeran utama ga bisa ngelepas bayang-bayang mantannya.
bikin sebel ga sii??
jadi ga motivating kaannnn??? :(

ternyata ...

kemareen gw ketemuan for the last time *sebelum gw balik ke jogja, ap ke bandung, dan andikaf ke amrik* sama orang-orang terbaik ituuu :)

AKHIRNYA berubah tempat ketemuuaaan!
OH NOOO! :D

sekarang ketemuannya di PS looohh!
haha.
*abg bangeet yee gwa main ke pS, hihi.

pergii naik busway dari rumah gw di bhP sampe gramed.
sepertii biasaaa,
desek-desekaan!
mepet gila lebih tepatnyaa,
*kalo sama pacaar sii enak tuu pasti.
hwakakakakkakkkK!!

berganti di kP.melayu juga sama ajee.
dari awal udah berdesak-desakan sampe dorong-dorongan buat masuk busway-nya ajaaa,
*emang busway siapaa siii? sampe begitu banget ahhH! hehe.

turun di halte Tegalan,
dan menyebrang menuju Gramedia Matraman yang sangat oke ituuu :)

eh,
pas mau naik jembatan penyebrangan,
ada mbak-mbak nanya,
"Mbak, gramed dimana siii?"

"HEH?"
"Eh maaf. tuu gramed."
*sambil nunjuk gedung bertingkat tepat di seberang jalan.

hahaha.
masih ada hiburan gratis yaaa :D

di gramed,
membeli schedule book,
*tuu kan! di jakarta apa sii yang ga adaaaa???? :P
trus ketemuan sama aP.
liat-liat bentar,
dan akhirnya cabut ke ps.

nyampe PS langsung menuju ke Foodcourt.
ahaahaha!
*laper gilaa!

dan mengsms makhluk itu,
jawabannya simpel bangeeet!

"around 30mins. ..."
*kurang ajaaarr sisstuuul :P

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

teyuuuus,
nonton WANTED.
Omigod,
oke bangeet dehh tu film!
sesungguhnya Cross tu seksi gilaaa!
ahaaaaa!!!!!!!!!!!!
*looh ko jadi euforia sendiriii??
hehe.

sebelum nonton seperti biasa foto-foto gatau malu di senayan xxi,
di dalem bioskop,
dimanaa sajaahh.

intinya sii MOST RECOMMENDED FILM DEHHH!
nontoon laaah.

dan diakhir film,
si Wesley bertanya,
"Apa yang telah kamu lakukan belakangan ini?"

haha.
gw jadi merasa disindiir.
secaraaa gw liburan sibuk gilaa.
sibuk tidur-tiduran,
sibuk ym-an,
sibuk menggunakan fasilitas internet gratis ini almost 24h.
haha.

ternyataaaa gw ga produktif bangeed selama liburan,
*ntar di jogja gw ngapaiin yaa? :(

lanjuuuut,
pulangnya ada perubahan rencana,
dari yang naik taksi,
tapi apa daya,
cabut dari senayan jam 5 sore,
*ga boleh bangeet kayaknya naik taksi,
jadi terpaksalaah naik busway agaain.

bertanya sana sini ternyata rute pulang gw vs ap adalaaah,
ps-jalan kaki sampe shelter terdekat-busway-dukuh atas-jalan kaki jauh banget sampe halte transit-busway

nah,
abis sini gw beda jauh gila sama ap,
si ap langsung pulo gadung *udah deh nyampe rumah diee!

sedang gw,
busway-turun matraman-jalan jauh lagi ke halte transit-busway-kp.melayu-busway-turuun di deket rumah gw.

perbedaan waktu tempuh gw dan ap dari perpisahan itu adalah 1,5 jam!
oh NO!

pantesan sampe rumah gw pegel banget sampe akhirnya tidur cepet.
hehe.

dan,
desek-desekannya parah gila.
ngantri buswaynya paraaaaah ggiiilaaaaaa!!
mesti lari ke halte transit biar cepet dapet bus.
sihaaal.

selama bengong di jalan,
*saking jauhnya cobaaa. gw cabut jam setengah 6, nyampe jam 8 kurang! coba bayaangkaaaann!*
gw berpikir,

"gila ya gw hari ini temanya desek-desekan all the way. dorong-dorongan. lari-lariaan! huff. hidup itu perjuangan bung. kalo ga berjuang, ya ga hidupp! hehe. buat gw sii pulang itu perjuangan. kalo ga berjuang ya ga pulang! hwaakakakkak!"

welcome to jakarta :)

untuk siapa?

huff.

sedang bingung darimana mulainya,
one said, "mulailah dari awal"

sedang gw bingung awalnya dimana.

sedih tingkat tinggi.

yaa,
mungkin benar katanya,
aku ga fleksibel,
rencana berubah dikit aja repot.

tapi ini rencananya berubah banyak.
dan rencana jangka panjangnya berubah semua,
siapa ga repot??

well.
mungkin disini tidak akan dijelasin masalahnya apa,

berhubungan dengan minat dan bakat.

sampe detik ini masih berusaha yakin sama omongannya Pak Toto *dosen tes bakat gw*,
"Lebih baik kita mengacu pada bakat, karena minat kita bisa berubah"

tapi masih ga bisa.
seperti cinta.

ga bisa dilepas gitu aja,
seberapapun orang-orang bilang sebaliknya.

mungkin gw tipikal orang yang learning from the hard way.

tapi,
gw ga bisa gitu aja dipaksa buat ga 'cinta',
semasuk akal apapun alasan itu.

apa enaknya hidup tanpa passion kalo gitu?

bangun tidur terus ngerjain kerjaan yang ga lo minati,
cuma demi mengejar suatu kestabilan masa depan,
apa rasanya hidup kayak gitu???

once gw pernah baca,
if u invited LOVE to your life,
then wealthy and happiness will come along.

huff.
entahlah.
sedang kehabisan kata-kata untuk menjelaskan tekanan ini.

mungkin aku hidup hanya untuk orang lain.
untuk kebahagiaan orang lain.
untuk kebanggaan orang lain.

apa artinya hidup kalo gituu??????????

so bad sometimes

never knew what love was,
until you loved me,

never knew what love was,

coz it feels so good sometimes,
and it feels so bad sometimes,
the way you love me ...

*haha. lagu jadul jaman diponegoro. tapi dalem deh. ;)

secercah pemikiran kritis diantara dunia yang makin gila

haduh. gayanya gw mencoba berpikir kritis diantara masa-masa liburan yang jauh dari aktivitas otak berlebih :D

jadi begini ceritanya,
beberapa masa silam, gw sempet dapet email tentang sebuah perenungan based on coca-cola's thing. jadi di email itu diceritakan tentang 3 coca-cola yang dibikin diperusahaan yang sama, dan didistribusi dengan truk yang sama. terus coca-cola pertama ditaro di display sebuah warung dipinggir jalan, dan berharga 4000 rupiah, cocacola kedua ditaro di display swalayan di sebuah mall, dan dikasih harga 7000, terus cocacola terakhir dijual di restoran sebuah hotel bintang lima, dan ga didisplay melainkan hanya dikeluarkan ketika ada yang pesen, dengan penyajian di gelas kristal berisi es, cocacola itu dihargai 60.000 rupiah. pelajaran dari situ adalah even dengan produksi yang sama, distribusi yang sama, tapi lingkungannya beda, maka 'harganya' akan beda pula.

bener siii,
tapi tiba-tiba terlintas dipikiran gw adalah kalo ada cocacola seharga 60.000 rupiah, emang ada orang yang bakal beli? well. kalo gw sii mendingan beli yang lebih murah, atau yang mahal sekalian *alcoholic drink aja sekalian, daripada cocacola seharga 60ribu*, atauuuu beli aja cocacola di pinggir jalan yang seharga 4ribu, dan diminum di hotel bintang lima.

ya ga siii??
haha.

jadiii yaa kalo buat gw,
boleh aja kita merasa ber-'harga', tapi ya ga sok 'mahal' kaaannn??????

lagian orang lain juga pasti punya penilaian sendiri tentang diri kita,
seperti kita juga tanpa sadar punya penilaian tertentu akan orang lain,
*anak psikologi biasa mengenalnya dengan 'skema sosial'*

jadi,
kalo orang lain merasa kita 'sok mahal',
mana tertarik mereka buat menjalin hubungan *bertemen loooohhhhh! bukan cari istri kayak AP. haha* sama kita,

kalo udah gitu,
apa gunanya jadi mematok 'harga' setinggi langit?

coba dehh dipikir.

haha.

sudahlaaaahhh.
ciao!

Southpark

sepupu gw yang paling kecil,
yang masih suka bingung ngomong bahasa indonesia sehingga masih minta translation,
kadang emang suka ngomong sedikiit tidak proper buat anak seusianya,

waktu ditanya,
belajar dari mana bahasa gituu,
salah satunya adalah dari Southpark
*tuu ndiik, banyakan yang dapet negatifnya daripada insight positif kayak lo. haha.

jadi kalo menurut gw,
kadang emang buat menghindari kejenuhan audiens, para film maker suka kreatif sendiri ngangkat cerita standar jadi sesuatu yang tidak standar *haha* misalnya lewat kartun.

emang kreatif banget,
tapi kadang,
market targetnya jadi missed.
jadi ga jelas antara pasar anak-anak karena pake kartun,
atau pasar dewasa karena cerita yang diangkat,

ditambah lagi,
di Indonesia kaan bioskop-bioskop ga pernah pake aturan batas usia yang boleh,
dan kalopun ada,
itu cuma buat menuh-menuhin kolom Peraturan aja *selain dilarang membawa makanan dan minuman dari luar*,
selebihnya ga pernah tuu ada kasus tentang anak kecil yang ketangkep di bioskop karena nonton film yang ga sesuai umur,

well,
dengan keadaan kayak gitu,
jelaslahh jadi ngeblur sampe anak-anak bisa nonton film yang ga seharusnya mereka tonton,
dan hasilnya?
yaa pengaruh negatif kayak sepupu gw itu. :(

biarlah ini menjadi pelajaran

sihal.

kemaren pas lagii dibonceng sama si pacaal,
tiba-tiba seekor hewan menabrak gw,
dan tersangkut di helm gw,

refleks doongs gw tepis dengan tangan kiri gw,

tiba-tiba jari tengah gw sakit gilaaa,
sakkiiiiiiit bangeeeeeet,
padahal awalnya ga kenapa2 *ga merah, ga luka, gitu2.

jadi memutuskan buat menahan sakit dan melanjutkan perjalanan,

trus makin lama,
makin nyeri ajaa gituu,
nyut-nyutan gtuuu,

dan saat gw liat,

ARGHHH!!!!!!!!
JARI GW BENGKAKKK!!!

*testimoni pacaal: merah dan bengkak bangeeet kayak sosis.

sial tu si pacaaal.

laluuuuu,
gw minta untuk menepi,
dan si pacaal menepikan gw di dekat warung,
sekalian membeli minyak tawon,

dan gw oleskan minyak itu,
sambil menahan sakit,
sambil nelfon kakek gw *minta ngomong ke nenek gw,
sambil nangis,
di pinggir jalan...

*nelangsa bangeet gwaah!

lalu,
menjunjung petuah nenek gw,
gw diminta ke rumahsakit sajaa,

after tanya-tanya gitu,
the closest adalah sebuah puskesmas,
gw iyain aja daripada panjang...

sampailah di puskesmas itu,
basa-basi bentar,
trus ketemu dokternya,
di tensi,
ditanyain keluhannya *gilaaaa, ga ngeliatkaahh?? hiihi
dan si dokter langsung bilang,
"di suntik aja yaa?"

jengjengjengjeng..

secaraaaa tu tangan lagi nyut-nyutan gila,
pake disuntik?
parno ajaaa gw,

tapi berhubung gw pemberani,
hihi.
jadiii,
gw iyain ajaa.

di suntiklah gw,
DUA KALI,
abis itu tangan gw ga kerasa dehh.
*mungkin anastesi ya?
sampe ke telapak tangan gw mati rasa semua,

tapi sakitnya ilaaang!
senang-senang-senanggg!
namun,
hanya bertahan sekitar 3jam,
dan sakit itu kembali lagi,
sampe sekarang...

*yah,jadikan pelajaran kawan,
jangan sok akrab sama hewan yang nyangkut di helm kalian.
hahay.

hmm..

cuma iseng mengisi waktu sambil nunggu ujan berentii

*kasiaannyaa gwaaa!*

jadi inget obrolan bego dengan seorang teman,
dan intinya adalah,

"mending punya pacar yang taat beribadah tapi beda agama, atau punya pacar seagama yang cuma *agama* KTP, (ga pernah ibadah gtuu)?"

dan gw *beserta temen gw* sama sekali ga nerima jawaban yang ga termasuk pilihan itu laaah, misalnya, 'mendingan sama dan taat ibadah', atau, 'mending beda dan ga taat' *halah*.

tapi masalah disini adalah yaa itu 2 hal diatas, yang ga bisa dicampur-campur, ga bisa ditambalsulam, ga bisa diutakatik.

mendingan mana?

*terima kasih buat partner bodoh saya sehingga memungkinkan terpostnya blog ini

cinta itu bodoh, bodoh itu cinta

*judul yang sangat oke sekali

jadi beberapa waktu silam,
gw sempet berbincang-bincang serius dengan seseorang tentang cinta *cuih*

0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000

skenarionya seperti ini:

A punya pacar (B) yang notabene seumuran dengannya *yah, tuaan B beberapa bulan gitu dehhh*. tapi dari status kemahasiswaan, B jauh tertinggal di belakang A. A sedang nyusun skripsi, sedang B masih aja ngulang matakuliah-matakuliah dasar. sampe akhirnya, A lulus duluan, kerja, dan sudah mapan.

sedang B?

yaaa, masih berusaha mengulang untuk yang kesekian kalinya tu matakuliah yang sebenernya buat angkatan tahun pertama.

A sudah bekerja selama 3 tahun di perusahaan asing, dengan gaji dollar, dan udah pasti mapan lahir batin *haha. apaa sii gwa?* tapi B masih berusaha lulus semester ini, karena kalo engga, dia bakal di DO *booo, udah 7 taun kuliah, skripsi ajaa masih belum kepikiran*.

well,
tapi A sayang banget sama B dan kekurangan B di bidang akademik ga bikin A berpaling *haduuh. gelii bahasa gwaa!*. A tetep berusaha ngasih motivasi bahkan sampe ngasih deadline buat B biar B lebih giat lagi ngejar ketinggalannya. tapi ya ituu, B tetep santai dan cuek banget dengan tenggat kuliah yang tinggal satu semester ini.

00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000

nah,
dengan ilustrasi gitu, apa yang bisa lo komentarin?

"A bego. udah tau B bego masih dipacarin."

"B bego. 7 tahun kuliah ga kelar-kelar. malah terancam DO lagi!"

"Kasian A. punya pacar hampir DO"

"B tega banget padahal A udah baik kayak gitu, tapi masih males-malesan aja"

"Yahh. cinta itu buta kan?"

"Amit-amitt jangan sampe gw kayak A punya pacar si B!"

ya ya.. banyak komentar,
banyak sudut pandang,
banyak caci maki juga *hehe.

ada juga seorang temen yang sangat inspiring sekali omongannya,
"Kalo dia aja ga sayang sama kuliahnya, masa iya dia bisa sayang sama orang lain".

trus ada juga yang komentar,
"Yaaa.. di situlah yang namanya pengorbanan cinta itu diuji"

menurut gw,
itu bego tapi itu cinta.

bego karena yaa jelas bangeet laah, tapi di sisi lain, cinta tanpa syarat tuu ya kayak gitu, mau nerima apa adanya, beneran apa adanya, tapi ga pernah lupa ngasih motivasi buat orang yang kita cintai itu agar lebih baik.

tapi diatas kebodohan karena cinta dan kecintaan yang bodoh itu, ada maksud implisit yang sangat tidak terlihat, yang gw anggep sebagai pesan moral,

yaituuuu..
*jeng jeng jeng jeng!*

kadang, kita harus mengesampingkan tujuan utama kita dan mengejar tujuan-tujuan perifer yang ngedukung tujuan utama.
kalo dalam kasus diatas sii, *if A were me* tujuan gw adalah happy ending dengan B. makanya gw kerja keras sampe hidup mapan. tapi nanti, kerja keras itu jadi ga berarti kalo ternyata gw lupa bahwa tujuan utama gw juga menyangkut si B. jadi dengan gw ngedukung B biar dia lebih sukses, kan artinya gw 'mengejar tujuan perifer' yang jelas sangat mendukung sampai atau engganya gw di tujuan utama.

ya kan?

:)

*jika ada yang merasa digunakan, disinggung, atau dipermalukan disini, yaa maap ajaa. pede banget lo ngerasa gw omongin! hiihiii."


dia.

dia.

dia yang ku kagumi sampai sekarang,

bahkan dia,
orang yang ku harap akan selalu mau menerima teleponku pun sekarang lebih senang menutup lebih awal daripada membiarkan kita saling terhubung lewat teknologi itu.

entahlah.

aku benar-benar sendirian sekarang.

buried

aku menangis lagi semalam.

setelah memberi salam sebagai penutup ibadahku,
aku hanya bisa bersimpuh di sajadah ini dan menangis.
tangis terisak-isak seakan aku kehilangan sesuatu.

tapi kusadari,
tangisanku ini berbeda dari biasanya.

aku merasa sendirian malam ini,
bahkan dalam sujudku pun tak ku temukan ketenangan,

aku mencariNya jauh ke dalam jiwaku,
dan kutemukan kehampaan disana,
hidupku tak lagi penuh makna.

apa sudah sejauh itu aku berjalan?
sejauh dimana aku tidak bisa kembali ke titik awal aku melangkah.

entah mengapa aku merasa sendirian malam ini,
untaian ayat-ayatNya yang menenangkanku pun sekarang menjadi cekaman,
seperti teror yang mengingatkanku bahwa ku sendiri.

kekosongan ini benar-benar menakutkanku.
menakutkanku sampai aku menangis terisak-isak disimpuhan sajadah ini.

semoga aku bisa menemukanNya kembali dalam tidurku,
karena aku percaya Dia tidak akan meninggalkanku,
walau itu terdengar seperti kenaifan semata,
kenaifan karena ketakutanku untuk sendirian.

"pada akhirnya, lebih baik aku percaya bahwa Tuhan itu ada, dan menemukan bahwa Dia tidak ada, daripada aku tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, dan menemukan bahwa ternyata Dia selalu ada..."

*kutipan dari sebuah buku yang dikutip oleh seorang teman lama.

compare or trauma?

here's the situation.

'lo punya seorang yang sangat lo sayangi. suatu ketika, lo ga sengaja ngebaca sms dari seseorang buat dia, dan membuat lo sedikit kaget serta bertanya-tanya, ada apakah antara seseorang di sms ini dengan orang yang sangat lo sayangi. berhubung lo terlalu percaya sama dia, lo ga membahas lebih lanjut tentang sms yang sedikit mencurigakan itu.

ga lama. orang yang lo sayangi akhirnya mengakui bahwa ada orang lain yang dia sayang, yang membuat dia harus meninggalkan lo. lo pun akhirnya sadar bahwa kecurigaan itu emang beralasan.

time goes by. akhirnya lo menemukan orang lain yang lo sayangi. ga beberapa lama, lo tanpa sengaja ngebaca sms dari seseorang buat orang yang lo sayangi, yang juga membuat lo sedikit kaget dan bertanya-tanya mengenai hubungan yang melandasi orang yang lo sayangi dengan seseorang di sms itu.

lo pun langsung menyatakan kecurigaan lo ke orang yang lo sayangi itu."

dari situasi di atas,
apa lo membandingkan orang yang lo sayang sekarang dengan orang yang lo sayang dulu,

atau lo hanya trauma dengan keadaan yang persis sama itu? jadi, bukan karena lo masih inget sama orang yang lo sayang dulu, tapi keadaan yang hampir sama itu, tanpa sadar sebenernya udah terpola di dalam diri lo, yang membuat lo 'buru-buru' meminta kejelasan atas semua kecurigaan lo, biar lo ga end-up ditinggalkan atau terpaksa meninggalkan karena ada seseorang lain yang orang yang lo sayang sayangi?

setengah jiwa

aku kerap melihatnya tertidur lelap di emperan ruko itu. ruko yang selalu aku lalui tiap kali pulang ke rumah baruku. dandanannya sama. tanpa baju, celana hitam tiga per empat, dan tanpa alas kaki. aku merasa dia tidak pernah mandi selama ini.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

ya, dia memang orang yang kurang sehat secara mental. orang awam menyebutnya orang gila. namun, karena aku terdaftar sebagai mahasiswi fakultas psikologi, jadi, aku paham bahwa ada rambu-rambu tertentu yang membuat kita tidak bisa men-judge dia sakit jiwa.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

entah mengapa sosoknya selalu membuatku terenyuh. bukan terenyuh karena dia sakit sedang aku sehat, tetapi terenyuh karena sepertinya aku ingin seperti dia.

bagiku, seorang yang sakit jiwa yang tidak punya tanggungan apapun, yang tidak pula punya obsesi apapun. menjalani hidup dari waktu ke waktu apa adanya, tanpa tujuan, tanpa paksaan, tanpa tekanan.

----------------------------------------------------------------------------------------------

aku masih sangat sehat sampai aku paham bahwa keinginanku untuk menjadi sepertinya hanyalah sebatas proyeksi dalam diri atas tekanan-tekanan yang ada.

tekanan yang kadang sulit aku kendalikan. yang selalu membuat aku tertidur dalam tangisan selama seminggu terakhir ini. tekanan yang selalu membuatku menangis dalam doaku. menangisi ketidakmampuanku menghadapinya. bahkan dengan kenyataan bahwa Tuhan tidak akan memberikan beban yang tidak bisa dipikul umatNya.

tekanan-tekanan ini membuatku kadang berharap, seandainya aku kehilangan kontak dengan realita, maka aku pun tidak akan dihantui dengan obsesi-obsesi dan harapan-harapan akan dunia semu ini. semua hal yang hanya akan memberikan tekanan baru dalam hidupku yang sudah amat penuh dengan stressor.

----------------------------------------------------------------------------------------------

ketidakmampuan ini yang membuatku terenyuh. ketrenyuhan yang sama tiap kali aku melalui ruko itu untuk pulang ke rumah baruku.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

better

hanya postingan singkat,
untuk mempertanyakan sebuah polemik,
tentang cinta,
*hihi.

bukan dehhh!

tentang pacaran,
*ada cinta-cintanya juga kaaan? :)

menurut lo,
mending punya pacar yang bikin lo bisa jadi diri lo sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya?

atau punya pacar, yang bikin lo selalu berubah menjadi yang lebih baik?

which one's better?

atau,
emang ga ada yang BETTER?

it never will be

iya gw ngaku sekarang,
hampir sebulan belakangan ini,
hidup gw sepertinya penuh dengan naik turun,
just like a rollercoaster.

kadang gw seneeeng banget sampe kayak manic
*ini manic dari manic depressive ya, bukan dari manic nurlinda. haha!*

tapi terus,
gw down sekali,
sampai menangis dalam doa-doa yang selalu gw panjatkan abis sholat,
sampe nangiis terus sampe tidur.

ada banyak kejadian,
banyak hal,
yang terjadi dalam hidup gw belakangan ini yang membuat gw seperti sedang naik rollercoaster sambil ngerjain grafis,
*hihi. maksud gw, ditengah keribetan dan ke-manic depressive-an gw, gw harus tetep menepati appointment grafis dan tugas lainnya.*

dan sepertinya,
gw akui,
gw sedang mengalami sedikit depresi.

atau,
mari kita hilangkan sedikitnya.

i admit,
gw sedang mengalami depresi.

gw jadi makin sering mimpi buruk,
makin sering kebangun malem-malem,
makin sering nangis,
makin perasa,
makin cepet capek,
makin kurang konsentrasi,
makin sering pusing,

dan yang paling kerasa,
yaaa... segala faking-fine didepan orang yang disebut sebagai defens.
hihi.

entah kenapa gw sepertinya belum mau beranjak dari depresi gw.
gw merasa belum ada waktu yang pas buat gw move on.
move on dari segala ke-depresi-an ini.

gw pun belum melakukan usaha apapun untuk memperbaiki apapun,
selalu ngerasa,
'yaa mari dilalui saja hari ini, and see what tomorrow brings'

jadi,
gw lebih bergantung pada time-healing daripada action gw sendiri untuk membuat diri gw lebih baik,
at least membuat gw tidak depresi lagi.

huff.

dan sekarang,
gw mau away for awhile,

mencoba melihat dari jauh kehidupan gw sendiri.
menjauhi segala macam hal yang punya potensi bikin gw nangis sampe tidur,
atau yang sudah bikin gw nangis sampe tidur.

entah sampai kapan.

yang pasti,
selama itu,
aku tidak mau mendengar berita buruk lagi.
aku tidak mau mengetahui berita duka lagi.

sudah cukup muak dengan segala hal yang mengganggu ini,
sudah cukup muak dengan orang-orang yang berusaha menjatuhkan gw,
you know it never THAT easy to bring me down, don't you?

saat aku lagi tinggi

gw sedang mengalami penyakit aneh yang bernama sesak nafas.
bahkan sampe bu dokter melakukan 'tindakan' pada hidung gw yang berakhir pada sensasi aneh dan perih yang ga ilang-ilang :(

dan tentu saja,
semua dokter memberikan terapi berupa obat-obatan yang dipercaya dapat menyembuhkan keluhan yang gw derita.
berhubung gw orangnya emang gampang percayaan,
yaudaah gw minum deh tuu obat.

hasilnya,
gw makin on a hi.

secaraaaa pas sesak nafas aja gw udah keliyengan ga jelas,
abis minum obat,
makin parah dah tuu pusing gw.
hoHO.

dan ditengah rasa pusing dan 'tinggi' yang melanda,
gw memutuskan untuk menulis sebuah postingan karena membaca catatan singkat yang pernah gw tulis tentang 'hidup itu pilihan'.

haha.

basi kah?

belum tentuu! :)

jadi,
seperti yang gw baca dari bukunya si pacaal *kalo ga salah*
*eh, bukan 'kalo ga salah pacaal saya' ya.. tapi 'bukunya dia' kalo ga salah. jadi disini yang diragukan bukankah dia pacaal saya atau bukan, tapi bukunya pacaal saya atau bukan. okeehh! jangan dipotong seenaknya yaa. hehe*

di buku itu intinya *yang gw tangkep sii*,
masalah sebenernya adalah bukan hidup itu pilihan
*karna emang bukan masalah. haha*
tapi yang jadi masalah adalah ketakutan orang ketika memilih.

bahwa memilih itu berarti kehilangan pilihan yang ga terpilih *unchosen choice*.
bahkan ditulis disana bahwa ketakutan ini adalah merupakan proyeksi dari keadaan internal dan ketamakan seseorang.
karena pada akhirnya,
pilihan yang kita pilih ga pernah bikin kita kehilangan apapun,
bahkan memberikan kita pilihan-pilihan selanjutnya
(Hayes and Rogers).

mantep yaaa!

ahaay!

*gw tauu banget daah gw kalo lagi 'tinggi' gini suka kece sendiri!
hahahahaha.

dan itu sangat menginspirasi gw,
dengan keadaan kognitif gw yang suka seenaknya mikir
'seharusnya ginii...',
'coba kalo dulu gw milih ini...',
those same old regrets' story.

well.
tapi tetep aja,
at the end,
gw cuma bisa memasrahkan diri pada The Great Being,
alasan kenapa kadang keadaan seakan memaksa gw memilih A daripada B.
hihi.

lanjuuut,
yang kedua.

tiba-tiba gw dapat insight mengenai sesuatu,
kenapa di Indonesia kayaknya orang yang kaya yaa makin kaya,
yang miskin ya makin miskin.

menurut gw,
yang miskin TETEP miskin,
bukannya MAKIN miskin,
tapi emang,
yang kaya MAKIN kaya,
dan gw melihatnya sebagai NORMAL.
hehe.

maap.

abis menurut gw,
orang kaya itu mengoptimalkan segala kesempatan yang dia dapet buat membuat dia makin kaya,
berarti NORMAL kan?

bukannya semua orang ga mau melepaskan kesempatan yang didapetnya buat jadi kaya?
haha.

terus terus,
satu lagi.
tiba-tiba keinget pacar.
jadi saya mau nulis tentang pacar disini.
boleh kan?
*ya iya laaahh! :)

si pacaal mengeluhkan sistem windows di laptopnya yang keren itu rusak.
soalnya,
si pacaal dengan sok iye mencolokkan flashnya ke laptop gw,
padahal udah gw bilang,
jangan.
laptop gw sedang error.
dan pasti viruses,
karena antivirusnya mati *iyalaah, namanya juga error!

dan dengan pede sejagadraya dia bilang gapapa.
dia juga bilang,
bahwa dia mampu membersihkan si virus itu kemudian.
*begitulah kira-kira kepedeannya dia.
hihi.

abis dicolokin ke laptop gw,
dan tu flash dicolokin ke laptopnya dia,
dan itulah yang terjadi.
sistemnya rusak
*well. i assumed he needs to reinstall the programs.
haha.

dan sampe sekarang dia masih heboh,

mengatakan cuma gw satu-satunya yang bisa merusak 'tembok' yang dia bikin.
betapa temen-temennya juga ga percaya,
*secaraaaa dia melabel dirinya 'ahli IT'.
hwaakakkakakakk.

teruuus,
dasar emang lelaki gombal,
dia menggeneralisasikan kehebohannya itu jadi,
'cuma kamu satu-satunya wanita yang bisa meruntuhkan dinding-dinding pertahanan yang aku bikin'.

dahh.
dasaaar!

tapi buat gw sii,
'itu hanya membuktikan bahwa kamu memang tidak se'ahli' itu!.
coba ganti label 'ahli' IT dengan 'ngerti' IT ajaaa.
hwakakkakakaakakkakaka.
*guling-guling.

udah ya.

namanya juga lagi tinggi.

suka heboh sendiri.
suka bingung sendiri.

suka lupa sendiri.

baru inget juga kalo sekarang udah jam 12,

dan udah ngantuk berat ternyata.

teruus,

baru inget lagi kalo besok kuliah pagi hari.

haha.

dadaaahh!

satu-satunya

setelah hampir tepat 2 tahun tinggal di jogja *2 agustus besok gw 2 taunan yeeyy!!* gw baru menyadari beberapa hal tentang diri gw sendiri...

duluuuuu banget,
awal di jogja,
sempet ada seseorang yang bilang sama gw bahwa gw ga dewasa.
sangat tidak dewasa dalam menghadapi masalah A.

setelah itu,
dengan ada beberapa kejadian penting dan turning points dalam hidup gw,
dan gw menengok kebelakang untuk 'melihat' masalah A,
gw bisa menghadapinya dengan lebih rasional dan non-emotional judgement,

gw pun menyimpulkan bahwa gw sudah semakin dewasa.

ternyata,
beberapa waktu kemudian,
gw dihadapkan dengan masalah A kutip *hihi. jadi kodenya pake kutip untuk menunjukkan masalah yang intinya sama, namun dengan situasi yang agak berbeda*,

ternyata gw masih menghadapinya dengan sangat emosional.
gw sama sekali ga bisa berpikir logis untuk masalah A kutip ini,
butuh beberapa waktu sampe akhirnya gw bisa mendinginkan kepala dan mencoba dari awal menyelesaikan masalah A kutip ini dengan rasional.

ternyata dia benar.
satu-satunya yang ga dewasa itu gw.

dilain pihak,
gw selalu ngerasa sudah mampu untuk hidup mandiri.
jauh dari orang tua.
dari keluarga.

ternyata,
gw disini sakit-sakitan.
kadang suka bandel ngelanggar pantangan makanan,

dan memang,
satu-satunya yang ga bisa ngurus diri itu ternyata gw.

ini bukan salah udara jogja *yang selalu gw bilang ga kompatibel sama gw, hehe.
bukan salah tekanan psikologis yang gw dapet di kampus,

satu-satunya yang salah itu gw.

puasa

postingan ini ga ada hubungannya sama sekali dengan bulan puasa, dengan bulan Ramadhan, dengan bulan penuh hikmah.

gaada sama sekaliii!

cumaa,
intinya sama,
'MENAHAN HAWA NAFSU'

jadi,
karena kebodohan gw beberapa waktu lalu,
yang mana gw sangat tidak bisa terima sekali si pacaal berbelanja jaket *itemlaah!* sedangkan gw keluar dengan tangan hampa,
makanya gw maksa-maksa buat belanja belanji jugaaa.

*Gilee masa kesaing? hihi.

laluuuu,
karena itulah,
si pacaal akirnya tobat juga ngeliat kelakuan gw
*laah, gw yang edan kenapa pacaal yang tobat yaa? haha.

dan dengan sangat kece-nya memutuskan suatu pertaruhan hidup mati.

"Jika kamu bisa menahan belanja selama sebulan, aku kasih reward makan di Phuket. kamu harus nahan belanja segala hal yang berhubungan dengan fashion."

dan,
SUMPAH GW PIKIR SEBULAN ITU CEPEEET!!

*ARGH!!!!!!!

dan here I am,
mengais-ngais nunggu tanggal 8 juni buat bisa belanja dan menerima reward dari sang pacaal yang cukup tega.

dan padahaaaaalll,,

selama sebulan ini,
anak-anak lagi pada jadi kaya mendadak.

bahkan MOMON pun belanjaaaaa!
*jadii,, monchii itu adalah sesosok wanita yang anti begajulan. sumpaaahh! sepertinya jarang ke mall, saya jadi suka bingung sendiri tu anak macaal dimana selain di warung remang-remang *uuppps. maap moooN! hihi.

nah,
itulaaah!

sakit hati sayaaa!!!!!

mana dalam sebulan ini,
si alipul,
dewi,
manic depresif,
sama thissa udah bolak balik belanja-belanjaaaa!!!!!

arrrrghhhhhh!

si darl cuma bilang, "Inilah puasa yang sesungguhnya, say!"

*sihaaallL!

Ullen Sentalu

hari ini gw berencana untuk berlatih bersama Edgar ke daerah Pakem *Kaliurang atas sanaaaa!* sehubungan dengan rencana kepergian gw tanggal 20 mei ini.

singkat cerita *dah, baru mulai udah disingkaat!*, gw berhasillah sampe ke daerah Pakem tersebut,
dan gw merasa sangat sayang buat ga lanjuuut ke kaliurang atas.

so,
kita ke atas.
with no plan.
hahay.

sampe disana,
gw teringat satu tempat yang bikin Thissa mupeng,
namanya Ulen Sentalu.

sejujurnya,
saat inget tempat ini,
gw lupa namanya,
dan setelah gw tau namanya pun,
gw ga tau itu apa..

ternyata museum, kawaan!

haha.

masuklah gw dengan tiket seharga 25rebu bergambar seorang raja yang gw lupa namanya. gw ingetnya sii tu raja punya selir 39 dengan 63 anak, 2 permaisuri, dan yang penting, tu raja hedonis parah. haha. *mungkin gw salah satu dari keturunannya. secaraa anaknya banyak gillaaa! haha. ampuuuun!

di dalemnya mantaaap.
*tapi sayang dilarang foto-foto.

keren banget.
dan gw speechless buat menceritakan secara gamblang disini.
pokoknya fully recommended!

isinya tentang sejarah Jawa,
dan segala polemik didalamnya. haha.

selain isinya,
yang oke adalah exterior dan interior design,
juga arsitekturnya.

sampe gw bilang,
"Darl, aku mau punya rumah kayak ginii. bikinniiiiin!"
hhihii *seenak jidat!

terus at the end of the journey,
*oiya, kita di guide-in sama seorang pemandu wanita yang menurut pacaal saya anti-poligami. hehkhek. sok tau yaa tu bapak.

kita dikasih teh yang konon katanya merupakan teh yang racikannya diciptakan oleh puteri *siapa yaa?* begitulaah. dan teh itu merupakan ramuan awet muda. hihi. tapii, terserah percaya atau tidak, emang enak koo tehnya. ga terlalu kerasa teh, dan lebih kerasa jamunya. tapi beneran enaaak! hihi.

*mungkin ramuan itu udah ga manjur lagii karena yang bikin bukan puteri *siapa itu* kali yaa? soalnya si pacaal saya yang mendambakan keawetmudaan tidak terlihat hasilnya. hwakakakkakakkak!

tapii tenaang,
kita masih bisa poto-potoo koo diluar rumahnya.
di halaman rumahnya yang sangat oke sekaliii, dan *sekali lagi* menginspirasi saya buat bikin rumah yang tradisional daripada rumah minimalis. hahay.

oiya,
satu lagi,

cukup buat si pacaal saja,

"nanti aku ga mau pake batik solo itu, mendingan batik Jogja yang filosofinya Rama-Shinta yaaa? teruus lagii, akuu ga mau dandan ala Jogja, ada yang lebih modern gaa? kayaknya ribet yaa kain-kain dililitin semua gtuuu. trus filosofi dibaliknya juga berat darl. apalagi buat akuu! hihi. ohh lupaaa, aku beneran mauu rumah kayak ituuu yaaa. yayayaya? teruuuus.. cariin vila deket situu doongs buat hari 'itu' yang murah, keciil aja, bagus, dan tidak haunted. hoho!"

Oke darl?