sial.
lagi-lagi mimpi tentang dia.
"Unfinished business, nadh..."
teringat pesan seseorang tentang makna dari sekian mimpi yang pernah ku alami.
aku berusaha sekuat tenaga mengingat urusan apa dengannya yang belum selesai.
sepertinya hal ini hanya buang-buang tenaga karena toh aku tidak ingat satu pun tentang urusanku yang belum selesai ini.
'wah. dia online'
hanya itu yang terlintas di pikiranku ketika sedang 'menyampah maya' sore itu.
secara impulsif pun aku mengklik namanya,
dan dimulailah pembicaraan maya kami yang kesekian kali.
basa basi lagi.
another phony conversation.
entah mengapa,
sudah beberapa lama ini aku diganggu perasaan aneh,
*hihi. berlebihan sepertinya. hanya penasaran semata*
"Kamu lagi deket sama cewe ya?"
"Ya gitu deh..."
"Ohh..."
"Kenapa?"
"Gapapa. beberapa waktu yang lalu ... bla bla bla"
aku menceritakan tentang kejadian beberapa waktu lalu yang menguatkan perasaanku bahwa dia sedang dekat dengan seseorang.
"Salah orang ya?"
"Sepertinya tidak.."
terdiam beberapa detik.
aku sedang menikmati sensasi rasa senang sekaligus lega yang entah dari mana datangnya ini.
"makasih ya..."
"Kenapa?"
"Hehe.. engga sii.."
...
"You've made it easier for me..."
"?"
"Letting you go..."
"Oh."
akhirnya lega juga rasanya.
sudah selesai semua.
akhirnya...
ternyata hanya ini satu-satunya urusanku yang belum terselesaikan dengannya.
'gw cuma ga pengen aja ninggalin dia sendirian'
itu kata-kata yang pernah ku tulis beberapa waktu di tahun yang lalu.
dan ternyata memang benar,
sulit melepasnya ketika dia sendiri,
tapi sekarang dia sudah tidak sendiri.
"semoga sukses ya...
semoga bisa ketemu lagi,
waktu kita sama-sama udah sukses,
dan bisa bertemu layaknya biasa,
membicarakan hal-hal biasa,
tertawa karena sesuatu yang biasa,
mungkin sesuatu tentang pertemuan kita di kala bocah..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar