sudah saatnya melepas satu demi satu lapisan maya yang dibangun diatas ribuan ego atas kendali diri,
membiarkan diri terlihat rapuh,
memeluk erat bayang yang sedang berlari itu,
kembali padanya...
sulit,
kadang letih,
kadang lelah berlari,
mengejar bayang yang entah kemana akan pergi,
namun,
apa daya,
hanya dengan bayang itu bisa ku larungkan diri,
dalam tangis,
yang entah dari mana,
entah mengapa,
dan entah kapan mampu ku hapuskan....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar