06 Desember 2008

24 Oktober

aku tidur dengan bantuan obat tidur semalam. gejolak perutku yang aku rasakan sepagian kemarin benar-benar membuatku tidak bisa tidur malam tadi. jadi, aku sengaja menegak overdose pill tidur, agar aku bisa langsung terlelap.

you may call me crazy. or even a drug abuser. tapi, aku sudah menyerah untuk membuat diriku lebih nyaman bahkan untuk tidur.

sejak 2 tahun lalu.

sejak itu mungkin.
entahlah.

seperti biasa,
aku tidak pernah bisa tidur terlelap sepenuhnya. tidurku tidak berkualitas. walau aku sudah meminum obat tidur, aku tetap terbangun sekitar jam 4 kurang, melihat ada beberapa missedcall dan beberapa sms.

dari beberapa itu,
hanya satu yang ku buka,
dan mungkin ku sesali telah membukanya di awal hariku.
setelah ku jawab singkat,
aku mematikan semua handphone itu.
kembali berusaha tidur.
aku terbangun setelah aku sadari sudah terang di luar,
*buat jogja, jam setengah 6 juga udah terang tauu*

aku mengaktifkan kembali handphoneku,
dan tidak beberapa lama,
rentetan sms masuk.
aku biarkan saja.
kepalaku sakit sekali pagi ini.
sakiiiit sekali.

2 gelas air putih yang aku minum hanya berhasil mengurangi sedikit sekali sakit ini.
'biarlah. hari ini harus dimulai sekarang'
aku memaksa diriku terbangun.
dan mulai membaca sms-sms itu..

menyenangkan.
membuat aku merasa tidak sendiri hari ini.

namun sayangnya,
perasaan itu tidak lama.

aku teringat akan tugas yang aku harus selesaikan hari ini.
aku menghubunginya,
menanyakan kapan dia akan memenuhi janjinya semalam.

dia menjawab 'bntr.'

aku kembali merebahkan kepalaku di bantal pesawat itu.
tv menayangkan program yang entah apa.
aku aktifkan mode mute sepanjang malam.

aku melihat jam ku.
'sudah seharusnya dia datang sekarang,
karena kalau tidak,
dia akan terlambat'

aku mencoba menghubunginya.
tidak diangkat.
aku berpikir,
'mungkin nanti dia akan memberikannya,
di kampus.'

tiap Jumat dia akan berada di kampus soalnya.

aku pun kembali meminum segelas air putih, dengan harapan menghancurkan rasa sakit ini, saat dia menghubungiku.
aku angkat,
hanya ada suara berisik.
aku pun berpikir mungkin tidak sengaja tertekan ketika dia dalam perjalanan ke sana.

aku mematikannya.

aku mencoba membalas sms-sms yang datang padaku hari ini.
baru satu aku balas,
ada sms masuk.
dari dia.

aku membacanya,
dia bertanya keberadaanku.
baru aku tekan tombol reply,
tiba-tiba ada sms lagi.
aku batalkan membalas smsnya,
dan ternyata,
sms itu berisi kalimat bertanda seru.
segera aku keluar kamar.

perjalanan dari kamarku ke pintu pagar tidak sampai memakan hitungan menit,
namun,
setengah perjalanan aku ke pagar,
dia hanya meletakkan titipanku,
dan pergi.
tanpa sepatah apapun.
tanpa gestur apapun.

dia pergi.

aku hanya kaget melihatnya,
bergegas mengambil titipanku,
dan kembali ke kamar.
menangis.

kenapa harus hari ini yang dia rusak?

mencoba mendistraksi kesakithatianku dengan membalas sms-sms mereka yang peduli padaku.
tapi tidak lama,
dan aku kembali menangis.

ada satu sms dari seorang teman baikku yang berkata,
'... semoga dapat banyak kejutan hari ini ;) ...'

aku hanya tersenyum singkat,
dan membalas,
'kejutan pertama sudah sukses membuat gw menangis,
gw tidak berharap ada kejutan apapun hari ini'

'maaf tapi aku sedang menghindari orang-orang buat hari ini,
ketika aku membiarkan seseorang masuk untuk mengisi hari ini,
dia mungkin memang hanya menyilet sedikit hatiku,
namun menaburkan banyak garam diatas lukanya'

sendiri.
untuk hari ini.
pathetic.

semoga hari ini bisa berubah jadi baik,
walau aku mengawalinya dengan linangan air mata.

salah jika ada orang yang bilang tidak ada hari sial,
coba rasakan sendiri,
jadi aku hari ini.

"apa aku harus menyalahkanNya karena tetap membiarkanku hidup hari ini?"

1 komentar:

ismail mengatakan...

makanya mustinya kamu tu cek inbox FB aja waktu hari itu gendut !! hahahahahaa