dia bilang aku cukup berharga untuk dipertahankan.
tapi dia juga yang bilang dia lelah dengan segalaku.
disaat lain,
dia memintaku untuk terus percaya.
percaya pada apa?
pada kenyataan bahwa dia sudah enggan bersama,
namun dia masih ingin mempertahankan?
percaya pada siapa?
dengannya yang menggenggamku erat,
namun berteriak keras memintaku bersama yang lain?
adakah dia pernah memahami,
secuil kebingungan ini membuatku,
terbelenggu dalam pesakitan?
adakah dia tahu,
ada keinginan dariku untuk berhenti dari permainan ini,
permainan yang disenanginya,
karena sudah cukup,
menjadikan hati ini taruhannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar