10 Oktober 2012

Sakitmu....

Membayangkan diri memelukmu,
Merasakan tiap sakit yang kamu rasakan,
Membiarkan mengalir pergi dari tubuhmu,
Tubuh yang membungkus jiwa,
yang tanpa sadar sudah tumbuh begitu besar dalam diriku,
Yang telah begitu menguatkan dalam tiap perjalananku.

Membayangkan aku menemani lelapmu,
Menghitung tiap nafas yang membuai dalam tenangmu,
Tersenyum dalam gelap karena enggan membangunkanmu,
Tidak ingin melepas tiap detik tanpa memandangimu,
Memandang wajah lelahmu yang damai dalam tidur.

Membayangkan aku membelaimu,
Meyakinkanmu bahwa esok akan membawa pergi sakitmu,
Esok akan membawa pergi keluhmu,
dan berdoa padaNya,

"Tuhan, ringankan sakitnya. Kuatkan dirinya. Peluk jiwanya saat pelukanku hanya mampu menghangatkan tangannya. Cintai dia karena cintaku tak mampu melepas simpul lelah dalam hatinya."

angin dan hujan

Dulu saya pernah terjatuh dalam,
Rasanya, masa itu masa terakhir saya kuliah.
Saya meragukan diri saya sendiri.

Saya stress.
Saya kehilangan keyakinan.
Saya kehilangan kepasrahan pada Tuhan.

Saya bukan orang yang mudah terkubur,
saya bukan orang yang dengan mudah mengizinkan hal sederhana menghancurkan saya.

Tapi malam ini, saya kembali ragu.
Pada semua hal.
Pada semua pertanda.
Pada semua rencana.

Lagi,
Saya mendebat Tuhan.

Dan saya tetap terjatuh.

Dalam.

Lagi-lagi saya mencari angin dan sejumput hujan,
Untuk membawa saya terbang,
Sejauh Merapi di puncaknya,
Sejauh Parangtritis di ujungnya,
Sejauh ketenangan yang makin mahal,
Sejauh semua kemenangan yang pernah di tangan.

14 September 2012

Sejam bersamamu


Saat itu kamu baru saja tiba dari negara tetangga. Kita berjanji bertemu pukul enam sore.

Jam enam kurang tiga lima, aku sudah tiba. Katamu kamu sudah disana.

Kita berbincang cukup lama sebelum kita menyadari bahwa kita berada di zona yang berbeda.

Jam mu masih terlalu cepat satu jam. Sepertinya kamu lupa mengembalikan saat tiba di sini.

"haha. Berarti aku dapat extra satu jam lagi untuk bersamamu! Haha."

Jakarta, duaribuduabelas.
Tentang kamu yang kadang mengintip dari masa lalu.
Published with Blogger-droid v1.7.4

10 September 2012

candu?

Aku jenuh merangkai kata tentangmu.
Tapi tangan ini tak henti merajutnya.

Masih ada sekotak penuh harapan yang ingin ku jejerkan hingga sampai padamu.

Kamu dimana? Sudah bahagiakah?

Masih ingatkah kamu tentang suatu sabtu saat kamu bilang,
"I'll take care of you.. I've got you, dont worry..."

Lagi-lagi malam saat aku mencandumu.
Published with Blogger-droid v1.7.4

11 Agustus 2012

Yang terakhir darimu

Saya memulai tulisan ini dengan air mata yang masih menggenang. Membutuhkan keberanian untuk akhirnya menulis tentangmu. Karena berbeda dengan ingatan, tulisan mencatat jelas emosi yang ada.


Ini hari ke sepuluh semenjak Tuhan memintamu pulang. Malam itu, Kamis, 2 Agustus 2012. Saya ingat jelas ruangan tempatmu berada, ingat jelas wangi menusuk semenjak saya menginjakkan kaki diruangan tempatmu terbaring, kesakitan. Saat itu, Ramadhan. The blissful month of Ramadhan. Tapi saya tidak pernah tahu Tuhan menyimpan ribuan kejutan untuk saya di Ramadhan ini. Termasuk kepergianmu.


Kamu mengeluh sakit pagi kemarin, tapi saya abaikan. Saya juga sedang sakit saat itu. Sakit yang sama seperti yang kamu rasakan. Sakit perut teramat sangat. Tapi saya tetap memaksakan diri berangkat ke kantor. Saya sampai sekarang masih dihantui pertanyaan, "seandainya saat itu saya tidak pergi ke kantor.....". Tapi cukuplah sudah. Saya teramat lelah dengan berfikir betapa durhakanya saya selama ini.



Malam saat saya pulang kantor, kamu memohon untuk dibawa ke rumah sakit.

20 Juli 2012

Langkah Pertama : #SenyumJakarta Yayasan Panti Asuhan Kampung Melayu

"Bukankah semua orang pada dasarnya senang berbagi kebaikan?"


Ini bermula dari keinginan kami untuk berbagi, dengan sedikit ego, ingin berbagi secara langsung, ga mau lewat yayasan atau badan amilzakat yang ada. Karena itu kami membangun jalan sendiri untuk menyentuh langsung ke pihak yang membutuhkan.

Karena terkesan dengan misinya SenyumKita.com yang ingin berbagi melalui pendidikan, maka kami buat 'subsidiary'nya di Jakarta. That's why we named it #senyumJakarta :)

Intinya sederhana. Kami berbagi lewat pendidikan. Kami berusaha untuk mengajar dan berbagi ilmu kepada anak-anak yatimpiatu yang membutuhkan.

31 Mei 2012

Salam Terakhir

Ini mungkin terakhir,
Mungkin juga bukan.
Entah,
Aku sdg tdk mau bermimpi.

Tapi aku persiapkan yg terburuk,
Jika hubungan kita diakhiri dengan kata-kata buruk,
Jika aku tidak punya kesempatan merangkum hubungan kita dan berterimakasih padamu..

Terimakasih sudah menjadi bagian terbaik dlm hidupku,
Terimakasih untuk waktumu yg berharga,
Untuk semua pengorbanan dan pengertian,
Untuk semua kata maaf dan rasa sayang..

Aku bersyukur karena darimu aku belajar dewasa,
Belajar memaafkan,
Belajar mengerti,
Walau aku tau masih banyak lagi yang belum aku capai..

Aku bersyukur kenal denganmu,
Dengan seseorang yang mampu tahan debat kusir denganku,
Tahan dengan keraskepalaku,
Tapi intinya,
Seseorang yang mengenalkanku pada dunia penuh harapan dan keyakinan..

Aku bersyukur pernah mengenal dan lebih lagi,
Menjadi bagian darimu..

Terimakasih buat keluargamu,
Kebaikan mereka,
Penerimaan mereka padaku,

Maaf aku terlanjur hadir dan tanpa harus disebutkan satu satu,
Telah banyak membuang waktumu,
Maaf aku begitu mudah tersinggung,
Maaf karena aku cemburu,
Maaf karena aku takut kehilanganmu,

Maaf aku belum mampu menjadi yang terbaik bagimu,
Maaf dengan segala kecewamu padaku,
Maaf kalau harus begini jadinya..

Tapi aku tau,
Suatu hari aku bs menyayangimu tanpa pamrih,
Tanpa harapan kmu juga sayang padaku..
Aku sdg belajar..
Doain bisa ya..

Aku tidak memaksa,
Kita untuk bersama lagi,
Karenaku tau kamu lebih baik tanpaku :)

Tapi satu saja,
Jangan lupakan ya,
Aku pernah hadir dalam hidupmu,
Aku pernah ada,
Aku yang sayang kamu dengan 'cara' yang berbeda dari yang kamu harapkan..
Kita pernah bersama,
Dan saling belajar..

Ini salam terakhirku,
Untuk kamu yang aku sayang,
Kamu yang aku mimpikan,
Yang pernah aku harapkan..

Semoga kamu sukses ya,
Yakin sama dirimu sendiri..
Kamu bisa lalui semuanya..

Doakan aku juga ya.. :)
Semoga saat kita bertemu,
Kita sama-sama sudah sukses..

Ingat aku saat kesuksesan terbaikmu,
Ingat aku saat jatuh terburukmu,
Karena selalu ada namamu dlm doaku,
Aku doakan kamu selalu,

Allah besertamu..

27 Mei 2012

Terlambat?

Kamu muncul sejak pertama aku menjejakkan kaki di ruangan ini.
Menyapa, bercanda, bertanya, tertawa.
Dan sejak itu,
Selalu ada.

Aku menikmati sapaanmu, canda dan tawamu, dan semua pertanyaanmu yang tanpa akhir,
tapi itu saja, aku tidak membawa nikmatnya dalam tidur.
Aku rasa, esokpun aku bisa menikmatinya lagi,
hingga satu hari...

Satu hari tanpa rentetan pertanyaanmu,
aku pikir, mungkin kamu pada akhirnya bosan.

07 Mei 2012

D E L A Y

Aku tahu hidup ini bukan semata jalanku.
Aku tahu perjalanan ini bukan semata waktuku.
Aku tahu waktuku bukan semata kepentinganku.
Aku tahu.

Aku tahu tidak semata semua tentangku.
Tentang mereka. Tentang kami. Tentang entah siapa lagi yang tidak aku tahu.

Aku tahu.
Tapi airmataku tidak.
Aku tahu.
Tapi tubuhku tidak.
Aku tahu.
Tapi harapanku tidak.

Aku tahu.
Harus yakin pada Tuhan agar aku tahu.
Aku tahu.
Harus sepenuhnya melepaskan diri pada Tuhan agar aku tahu.

Tapi aku manusia.
Aku kecewa.
Tapi aku manusia.
Aku marah.


Jakarta, di sebuah bulan di tahun ini.
Ketika hidup hanya memberikan dua pilihan. Bertahan atau menyerah. Dan aku belum menentukan yang mana.

14 April 2012

you are what you eat

persis seminggu yang lalu, di jam yang hampir sama, saya memulai pembicaraan haha-hihi dengan seorang partner kerja, yang berakhir pada obrolan penuh inspirasi.

Saya tidak akan memberikan clue tentang dia karena kalo salah-guna, bisa dijadikan skandal di kantor *berasa eksis gitu ceritanya*. Yang jelas, saya selalu suka berdiskusi dengannya, walau selama hampir 2 tahun saya di kawasaki, kesempatan itu hanya datang sekali atau dua. Pandangannya tentang keyakinannya yang membuat saya senang bertanya dan belajar dari beliau.


Saya tertarik dengan kisahnya saat menceritakan betapa dia sedih karena anaknya belum bisa mengaji.

04 Maret 2012

di minggu pagi ini...

Saya buka jendela untuk menyapa embun, udara yang ramah.
Banyak yang olahraga pastinya pagi ini.

Menghirup harapan itu melegakan.
Seakan saya hidup hanya tinggal bergantung padanya.

Langit cerah, biru dan awan putih,
waktu yang sangat sempurna untuk merasa bahagia.

Namun entah darimana,
perasaan itu datang tiba-tiba.
menusuk sampai menyakitkan,
aku merindumu,
yang teramat sangat.

13 Februari 2012

mengerti

Obrolan terakhir kita mendingin,
Basa-basi, we both knew it..
Pertanyaanku pun menggantung di udara,
"kenapa kamu menjauh?"

Perasaan itu masih sama,
Hanya reaksinya yang berbeda.
Aku setengah mati berusaha membencimu,
Nyinyir dengan segala darimu..

Tapi masih lekat aku perhatikan,
Langkahmu lewat jendela,
Caramu tersenyum pada mereka,
bukan aku..

Bahkan sekarang aku mulai hafal,
Rautmu yang mengabaikanku.
Aku paham.
Setidaknya aku berusaha paham.

Memahami wajahmu dan menantinya bersemu lagi, saat menyapaku.
Published with Blogger-droid v1.7.4

09 Januari 2012

one reason

"apa yang kamu lihat darinya?" suatu ketika, seseorang bertanya.

"menurutmu?" kataku, berbalik tanya padanya.

"have no idea." tandasnya.

"apa yang kamu lihat darinya?"

"hmmm.. biasa aja. kamu bisa mendapat yang jauh lebih baik dari dia. I mean, seriously, there's nothing special about this guy.. in my opinion." katanya.

"ok..." pikiranku penuh dengan jawaban apa yang akan ku berikan untuknya.