10 Oktober 2012

angin dan hujan

Dulu saya pernah terjatuh dalam,
Rasanya, masa itu masa terakhir saya kuliah.
Saya meragukan diri saya sendiri.

Saya stress.
Saya kehilangan keyakinan.
Saya kehilangan kepasrahan pada Tuhan.

Saya bukan orang yang mudah terkubur,
saya bukan orang yang dengan mudah mengizinkan hal sederhana menghancurkan saya.

Tapi malam ini, saya kembali ragu.
Pada semua hal.
Pada semua pertanda.
Pada semua rencana.

Lagi,
Saya mendebat Tuhan.

Dan saya tetap terjatuh.

Dalam.

Lagi-lagi saya mencari angin dan sejumput hujan,
Untuk membawa saya terbang,
Sejauh Merapi di puncaknya,
Sejauh Parangtritis di ujungnya,
Sejauh ketenangan yang makin mahal,
Sejauh semua kemenangan yang pernah di tangan.

Tidak ada komentar: