Diantara hari-hari menjelang libur panjang, tersebutlah suatu hari yang biasanya diisi cuma repath atau repost gambar tentang Ibu, tapi di sini beda. Di sini kita upacara.
Yes. Upacara bendera.
Tapi untunglah KRI Songkhla ini kecil, orangnya juga sedikit, jadi kita lakukan di dalam ruangan. Alhamdulillah.. Kapan terakhir kali upacara? Emmmm.. Kuliah? *zillion years ago*
Beberapa hari sebelumnya, waktu ada tamu di Wisma tempat kami tinggal selama di Songkhla, dimintalah saya untuk baca doa. What?? What?? Sepanjang hidup, baca doa adalah tugas yang paling saya hindari. Uuuughh~ Takut salah bacanya. Takut di-teks-nya gaada huruf latinnya, jadi huruf araaab semua, takut ga pake teks. Haduhhh. Jangan deh..
Tapi tentu, di sini, dilarang bilang tidak. Eh, maksudnya, saya tidak mau membatasi diri dengan berkata 'tidak'. Macem film Yes apa itu lahh..!
23 Januari 2015
07 Januari 2015
Selamat Tahun Baru, Jakarta
Semalam katanya tahun baru.
Saya bukan party goers, jadi malam tahun baru saya adalah tidur jam 10 malam, bahkan tidak terbangun saat pergantian hari, baru bangun nanti pagi.
Jadi jangan berharap saya akan bercerita tentang bagaimana keseruan tahun baru 2015 ini.
Siang ini, 1 Januari 2015, jalanan masih sangat sepi.
Maklum ya, belum terbangun dari pesta semalam suntuk pastinya. Dan saya tidak menyalahkan. Apalagi men-judge. Pweh!
Tapi saya bersyukur dapat bertemu dengan tahun yang baru lagi. 365 kesempatan baru. Dan hari pertama ini akan saya pergunakan untuk bertemu dengan keluarga Baskoro. Papa dan Mama mertua.
Perjalanan yang biasanya luama itu bisa saya tempuh dengan cukup cepat. Satu jam saja. Mantap. Tapi apa yang saya temukan sepanjang satu jam itu, yang lebih mencengangkan lagi.
Saya bukan party goers, jadi malam tahun baru saya adalah tidur jam 10 malam, bahkan tidak terbangun saat pergantian hari, baru bangun nanti pagi.
Jadi jangan berharap saya akan bercerita tentang bagaimana keseruan tahun baru 2015 ini.
Siang ini, 1 Januari 2015, jalanan masih sangat sepi.
Maklum ya, belum terbangun dari pesta semalam suntuk pastinya. Dan saya tidak menyalahkan. Apalagi men-judge. Pweh!
Tapi saya bersyukur dapat bertemu dengan tahun yang baru lagi. 365 kesempatan baru. Dan hari pertama ini akan saya pergunakan untuk bertemu dengan keluarga Baskoro. Papa dan Mama mertua.
Perjalanan yang biasanya luama itu bisa saya tempuh dengan cukup cepat. Satu jam saja. Mantap. Tapi apa yang saya temukan sepanjang satu jam itu, yang lebih mencengangkan lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)