Rumah merupakan hal yang mutlak dimiliki oleh setiap orang. (Ini berasa baca
undang-undang ya 😆), apalagi di Canberra,
harus punya tempat tinggal yang jelas (dengan alamat yang resmi terdaftar)
sebelum bisa 'ngapa-ngapain' di sini; buka rekening bank misalnya, atau bahkan
beli nomor handphone Aussie, harus ada alamat rumah yang jelas.
Untuk punya rumah di Canberra, bisa dari beberapa cara.
25 April 2017
04 April 2017
#LifeatCanberra : What?!
Before getting into details of #LifeatCanberra, allow me to start with my reaction when Bask told me we are moving to Canberra.
What?!
I know where it is, in Australia, right? And that's all about it. Not on my top of bucket list, and if I can choose, I believe I wont choose Canberra.
But yes, it grows into me, and I can see myself living abroad in a city named Canberra.
But then, What?
What to do? What to expect? What to prepare?
Setelah menjalaninya langsung, akhirnya saya bisa mencoba mensortir, apa sih yang harus dilakukan ketika tahun akan pindah ke luar negeri, ke Canberra lebih tepatnya.
Let's skip the paperwork, shall we? Of course you need the right visa, to enter the country. Let's not go that road since I didn't experience preparing those stuffs since we got a great help from the agent.
Pertama, tempat tinggal sementara atau 'temporary accommodation'. Saya gak tau di tempat lain, tapi di Canberra untuk dapat tempat tinggal, kita harus cari dan lihat langsung rumahnya (biasa di sini disebut dengan 'inspection'), kalau belum melakukan 'inspection', gak akan bisa daftar untuk cari rumah :(
Jadi intinya, buat cari permanent accommodation, ya harus sudah di sini dulu baru mulai cari. Gak usah buang waktu (like I did) dengan cari-cari rumah ketika masih di luar Canberra. Not working at all. Lebih baik fokus cari temporary accommodation untuk make sure ketika tiba di Canberra, kita sudah ada tempat berteduh :)
Biasanya banyak yang menawarkan temporary accommodation, either jadi sharing rumah, atau memang rumahnya dikosongkan karena pemiliknya sudah pindah rumah lain, misalnya. Untuk saya kemarin, pemilik rumahnya sudah sewa rumah lain, namun waktu sewa di rumah yang lama masih ada, jadilah disewakan sekitar sebulan sampai waktu sewa rumah lamanya habis. Untuk dapat info seperti ini, biasanya banyak di share di grup Facebook "Bursa Updates". Isinya khusus Indonesian kok, jadi enak ngobrolnya :)
Kedua, How to get around in Canberra. Di sini banyakan pakai kendaraan pribadi, karena murah juga mobil bekas di sini hihihihi. Tapi sebagai pendatang, tentu punya mobil itu prioritas ke sekian. Jadi bersabarlah dengan kendaraan umum dulu. Bis di Canberra itu sebenarnya sangat reliable, dengan jadwal yang tepat (paling berbeda 1-2 menit saja), cuma memang jadwalnya sangat terbatas dan kadang jaraknya sekitar 20-30 menit. Jadi kalau terlambat 5 menit saja, harus tunggu setengah jam lagi. But don't worry, semuanya terlacak di google maps kok. Tinggal pilih tujuan saja, lalu akan muncul beberapa travel suggestion termasuk jadwal, berapa halte yang harus dilewati, sampai ke perkiraan waktu tiba. Saya pun masih bergantung pada google maps untuk pergi kemana-mana di Canberra.
Untuk naik bis, tentu bisa pakai cash, namun harganya jauuuuh banget lebih mahal daripada kalau punya kartu bis. One way bayar cash bisa hampir 4 dollar (atau lebih ya saya agak lupa), tapi kalau pakai kartu bis, bisa sekitar 1-2 dollar saja. Jadi be smart dengan langsung beli kartu bis saja setibanya di Canberra agar bisa kemana-mana.
Kartu bis bisa dibeli di beberapa tempat saja di Canberra. Paling mudah adalah di Supa City Bus Station. Tempat lain untuk beli, bisa di cek di website-nya langsung (link yang sama). Setelah punya kartu bis, ya tinggal di isi ulang saja seperlunya.
Ketiga, tentu cek terus cuaca di Canberra. Bukan hanya musimnya saja, namun daily weather terutama ketika tiba di sini, agar gak salah kostum, jadi kepanasan, atau yang lebih bikin kesel adalah kedinginan.
I think that's all yang perlu banget disiapin sebelum akhirnya menginjakkan kaki di Canberra.
I'll see you in Canberra!
What?!
I know where it is, in Australia, right? And that's all about it. Not on my top of bucket list, and if I can choose, I believe I wont choose Canberra.
But yes, it grows into me, and I can see myself living abroad in a city named Canberra.
But then, What?
What to do? What to expect? What to prepare?
Setelah menjalaninya langsung, akhirnya saya bisa mencoba mensortir, apa sih yang harus dilakukan ketika tahun akan pindah ke luar negeri, ke Canberra lebih tepatnya.
Let's skip the paperwork, shall we? Of course you need the right visa, to enter the country. Let's not go that road since I didn't experience preparing those stuffs since we got a great help from the agent.
Pertama, tempat tinggal sementara atau 'temporary accommodation'. Saya gak tau di tempat lain, tapi di Canberra untuk dapat tempat tinggal, kita harus cari dan lihat langsung rumahnya (biasa di sini disebut dengan 'inspection'), kalau belum melakukan 'inspection', gak akan bisa daftar untuk cari rumah :(
Jadi intinya, buat cari permanent accommodation, ya harus sudah di sini dulu baru mulai cari. Gak usah buang waktu (like I did) dengan cari-cari rumah ketika masih di luar Canberra. Not working at all. Lebih baik fokus cari temporary accommodation untuk make sure ketika tiba di Canberra, kita sudah ada tempat berteduh :)
Biasanya banyak yang menawarkan temporary accommodation, either jadi sharing rumah, atau memang rumahnya dikosongkan karena pemiliknya sudah pindah rumah lain, misalnya. Untuk saya kemarin, pemilik rumahnya sudah sewa rumah lain, namun waktu sewa di rumah yang lama masih ada, jadilah disewakan sekitar sebulan sampai waktu sewa rumah lamanya habis. Untuk dapat info seperti ini, biasanya banyak di share di grup Facebook "Bursa Updates". Isinya khusus Indonesian kok, jadi enak ngobrolnya :)
Kedua, How to get around in Canberra. Di sini banyakan pakai kendaraan pribadi, karena murah juga mobil bekas di sini hihihihi. Tapi sebagai pendatang, tentu punya mobil itu prioritas ke sekian. Jadi bersabarlah dengan kendaraan umum dulu. Bis di Canberra itu sebenarnya sangat reliable, dengan jadwal yang tepat (paling berbeda 1-2 menit saja), cuma memang jadwalnya sangat terbatas dan kadang jaraknya sekitar 20-30 menit. Jadi kalau terlambat 5 menit saja, harus tunggu setengah jam lagi. But don't worry, semuanya terlacak di google maps kok. Tinggal pilih tujuan saja, lalu akan muncul beberapa travel suggestion termasuk jadwal, berapa halte yang harus dilewati, sampai ke perkiraan waktu tiba. Saya pun masih bergantung pada google maps untuk pergi kemana-mana di Canberra.
Untuk naik bis, tentu bisa pakai cash, namun harganya jauuuuh banget lebih mahal daripada kalau punya kartu bis. One way bayar cash bisa hampir 4 dollar (atau lebih ya saya agak lupa), tapi kalau pakai kartu bis, bisa sekitar 1-2 dollar saja. Jadi be smart dengan langsung beli kartu bis saja setibanya di Canberra agar bisa kemana-mana.
Kartu bis bisa dibeli di beberapa tempat saja di Canberra. Paling mudah adalah di Supa City Bus Station. Tempat lain untuk beli, bisa di cek di website-nya langsung (link yang sama). Setelah punya kartu bis, ya tinggal di isi ulang saja seperlunya.
Ketiga, tentu cek terus cuaca di Canberra. Bukan hanya musimnya saja, namun daily weather terutama ketika tiba di sini, agar gak salah kostum, jadi kepanasan, atau yang lebih bikin kesel adalah kedinginan.
I think that's all yang perlu banget disiapin sebelum akhirnya menginjakkan kaki di Canberra.
I'll see you in Canberra!
Langganan:
Postingan (Atom)