08 Januari 2009

kesalahan

pengen rasanya bisa berbesar hati,
buat menerima kesalahan itu,
walaupun sangat menyakitkan,
sangat bikin sedih.


semua orang pasti udah tau,
"people makes mistakes"
tapi seberapa banyak si orang yang bener-bener menghayatinya?

bukan cuma nerima kesalahan diri sendiri,
tapi juga kesalahan orang lain yang ga jarang nyakitin kita?



"ngalah nadh..."
"ya.. doain aja aku bisa ngalah.."
"doain aja aku bisa belajar dari semua kesalahan ini"



"perjuangin apa yang memang harus diperjuangin sist.."
"iyaa :) semoga aku tau apa yang harus diperjuangin, apa yang harus direlain.."



**akhirnya pun semua harus direlain kepada Tuhan.
why worried then?

a shoulder

make it simple,


is there anyone out there,
who has a shoulder for me to cry on?


i lost here.

second chance

kadang,
tanpa sengaja kita melewatkan satu-satunya kesempatan yang diberikan pada kita.
kesempatan apapun.


gw pun beberapa kali merasa menyesal,
"kenapa gw ga gitu? kenapa malah gini. coba kalo gw kemaren gituu."
bla. bla. bla


gw tauu,
selamanya nyesel itu ga ada gunanya,
tapi ya mau gimana lagii.
semua orang kan pengen jalannya yang paling baik *dan bagus*,
jadi mungkin tanpa sadar ya gw mengira kalo jalan yang gw ga pilih itu adalah jalan yang bagus.
:(

so humane...


tapi susaaah banget buat ngerelain semuanya *dengan ga nyesel*.
gimana yahh?


mungkin cuma orang yang bener-bener beruntung yang bisa dapet kesempatan kedua.
dan tentu aja beruntung itu bukan punya banyak orang...

huff.


*nadira kenapaa ssii tiba-tiba ngomongin inii? :((


well.
'Cause I've lost loved ones in my life
Who never knew how much I loved them
Now I live with the regret
That my true feelings for them never were revealed
So I made a promise to myself
To say each day how much she means to me
And avoid that circumstance
Where there's no second chance to tell her how I feel


If tomorrow never comes
Will she know how much I loved her
Did I try in every way to show her every day
That she's my only one
And if my time on earth were through
And she must face the world without me
Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes


So tell that someone that you love
Just what you're thinking of
If tomorrow never comes ...

04 Januari 2009

art of losing


"Singkirkanlah apa yang bukan milikmu.
Menyingkirkannya adalah demi kebaikan dan kesejahteraanmu.

Apa saja yang bukan milikmu itu?
Tubuhmu bukanlah milikmu,
singkirkanlah.
Perasaanmu datang dan pergi,
maka singkirkanlah dan jangan memilikinya.
Percerapan dan semua hal yang engkau cerap bukanlah milikmu,
maka letakkanlah.
Cara otakmu bekerja dan membentuk gagasan bukan pula milikmu,
maka lepaskanlah.

Kesadaran adalah kondisi yang umum,
itu juga bukan milikmu,
maka janganlah memilikinya.

Melepaskan,
menyingkirkan,
dan tidak memiliki adalah demi kebaikan dan kesejahteraanmu."
Samyutta Nikaya



penggalan di atas adalah salah satu dari inti ajaran Buddha yang pagi ini baru saya baca.
dan kemudian,
beberapa jam setelah saya mempelajari dan mencoba memahami makna yang ada,
kejadian nyata pun ditunjukkan.

Layaknya seorang bocah yang sedang belajar berhitung,
membutuhkan bentuk konkret,
begitu pula saya.
sayangnya,
saya sendiri yang harus mengalaminya sebagai contoh.


intinya sih,
saya merasa sedang dijadikan target atas suatu bentuk kejahatan yang sedang terjadi.
*ga akan dijelaskan detail disini,
namun begitulah secara garis besar.


saat mengetahuinya,
jelas saya ketakutan setengah mati,
berpikir keras bagaimana caranya agar saya tetap aman,
sampai mati gaya sendiri buat keluar rumah.


jadwal saya kacau.
bahkan saya membatalkan rapat di rumah si ibu.
kacau.
berantakan.
dan takut ditinggal sendirian,
padahal pacar sedang jauh.
huff.
rasanya mau nangis.



tapi kemudian,
saya ingat.
kenapa bisa ya cocok sekali dengan pelajaran yang sedang saya dapatkan?


atau mungkin ini seperti mengingatkan saya,
untuk melepas semua kematerian,
semua yang bernama,
semua benda,

agar saya bisa melihat apa yang ada dibalik semua materi,
apa yang ada dibalik semua yang bernama,
apa yang ada dibalik semua benda,
agar saya tidak melekat padanya.


seperti sang Buddha yang berkata,
"Bukan kekayaan dan kekuasaan yang memperbudak manusia,
melainkan kemelekatan kepada kekayaan dan kekuasaan tersebut."



semoga saya bisa melepaskan diri dari segala ini.

01 Januari 2009

warna lain


"...

Langit juga bumi,
yang belajar mencari janji..

ingkar adalah warna lain dari setia

..."





mungkin saya sudah sampai titik dimana saya merasa cukup,
sangat cukup dengan beragam warna-warni lain dari sebuah kesetiaan.


saya sudah merasakan banyak warna,
saya sudah menangisi banyak warna,


sekarang,
sudah muak saya dengan warna lain itu,
hanya ingin satu warna saja,
saya mohon.



lebih baik saya mati bosan,
daripada mengalami *lagi dan lagi* serangan beragam warna yang menyakitkan mata.


saya mohon,
saya hanya minta satu warna setia,
saya mohon...