jatuh.
hancur.
berkeping.
tidak terbenahi.
bukan pacar.
hanya seseorang yang berarti,
dengan sebutan lain.
tapi sakit juga.
nangis jugaaa.
**and i guess,
you have no idea,
about,
how much you're mean to me.
damn.
12 Agustus 2009
11 Agustus 2009
setelah itu,
sudah tidak lama main rollercoaster,
Dan mungkin itu alasan Tuhan,
mengizinkan saya hidup hari ini.
Karena setelah penutup shalat malam ini,
Saya merasa teramat jatuh.
Dan hanya ingin kembali lagi ke sana,
Berdoa,
Dengan bahasa manusia,
Kepada Tuhannya manusia,
'... Jangan masukkan kami dalam pencobaan, tetapi bebaskan kami dari yg jahat...'
Dan mungkin itu alasan Tuhan,
mengizinkan saya hidup hari ini.
Karena setelah penutup shalat malam ini,
Saya merasa teramat jatuh.
Dan hanya ingin kembali lagi ke sana,
Berdoa,
Dengan bahasa manusia,
Kepada Tuhannya manusia,
'... Jangan masukkan kami dalam pencobaan, tetapi bebaskan kami dari yg jahat...'
izinkan saya berhenti sejenak,
entah berapa kali,
mungkin ratusan,
saya bertanya,
saya mencari.
entah berapa banyak,
mungkin puluhan orang,
yang saya tanya,
yang saya ajak berdiskusi,
atau debat kusir tak berakhir.
mau berapa kali lagi?
mau berapa banyak lagi?
padahal mereka menunjuk pada satu titik,
pada satu jiwa,
yang kerap saya ingkari.
seakan masih mencari,
tidak puas namanya,
seperti mengisi air,
di gelas yang penuh,
kata seorang teman mengistilahkan.
tumpah.
tidak berguna.
mungkin berkali saya bertanya,
berkali saya mencari,
bukan dia yang saya ragukan,
tulus,
murni,
sepenuh hati.
saya yang saya ragukan,
apakah tulus?
apakah murni?
apakah sepenuh hati?
10 Agustus 2009
07 Agustus 2009
NO, to you
dia datang dengan begitu banyak cerita,
dengan begitu banyak suka,
dan duka.
dia yang pernah terluka,
mengizinkan dirinya untuk disentuh,
mengizinkan hatinya untuk dicinta.
seperti rumah rasanya,
sudah terbiasa dengan adanya dia,
sudah terbiasa dengan rengekannya,
sudah biasa dengan keras kepalanya,
jika dia tidak ada,
entah apa jadinya.
aku perlahan memahami tangisnya,
memahami tawanya,
hidupnya.
sampai tiba pada satu masa,
yang aku tau,
aku tidak ingin menjadi dukanya.
aku relakan untuk kebahagiaannya,
diatas segala,
karena tawanya,
juga tawaku.
walau kadang,
tawanya menjadi tangisku,
tapi kebahagiaannya,
adalah hidupku.
mungkin kadang bodoh,
karena aku tidak bisa berkata tidak,
demi senyumnya,
i just can't say no,
to you.
dengan begitu banyak suka,
dan duka.
dia yang pernah terluka,
mengizinkan dirinya untuk disentuh,
mengizinkan hatinya untuk dicinta.
seperti rumah rasanya,
sudah terbiasa dengan adanya dia,
sudah terbiasa dengan rengekannya,
sudah biasa dengan keras kepalanya,
jika dia tidak ada,
entah apa jadinya.
aku perlahan memahami tangisnya,
memahami tawanya,
hidupnya.
sampai tiba pada satu masa,
yang aku tau,
aku tidak ingin menjadi dukanya.
aku relakan untuk kebahagiaannya,
diatas segala,
karena tawanya,
juga tawaku.
walau kadang,
tawanya menjadi tangisku,
tapi kebahagiaannya,
adalah hidupku.
mungkin kadang bodoh,
karena aku tidak bisa berkata tidak,
demi senyumnya,
i just can't say no,
to you.
Langganan:
Postingan (Atom)