18 Januari 2010

long distance relationship

bukan karena aku ingin menemui setiap saat,
makanya aku menolak hubungan jarak jauh,
bukan pula karena aku cemburuan dan selalu curiga,

tapi karena saat menangis,
aku hanya ingin dipeluk,
begitulah,
sesederhana itu.

di dalam cermin

hei kamu yang di dalam cermin!
kamu merasa hebatkah?
kamu merasa harus semua orang bersorak atasmu,
memberimu selamat,
dan mengelukanmu??

hei kamu yang di dalam cermin!
kenapa kamu menangis?
baru sadar kalau kamu tidak sehebat itu?
bukankah kamu yang selalu berteriak,
"di atas langit masih ada langit bung!"

kamu tidak pantas dielukan!
kamu tidak pantas diperlakukan spesial!

hei kamu di dalam cermin!
kenapa lagi tangismu pecah?
karena selama ini kamu merasa spesial?
tidak! sadarlah wahai kamu di dalam cermin!
mau sampai kapan kamu bermimpi,
hei kamu di dalam cermin?!

dan kenapa pula sekarang kamu memegang batu??
mau kamu pecahkan cermin ini?
agar tidak lagi ada kamu di dalam cermin?

pecahkan saja!
kita lihat apa yang terjadi!

hei kamu di dalam cermin!
lihat!
cermin ini sudah pecah!
kamu di dalam cermin pun sudah tidak berarah.

lantas?
puaskah kamu?
legakah kamu?
lebih lagi, apa kamu menjadi spesial??!

hahaha!
bangun!
sepertinya kamu terlalu lama bermimpi!
ingatlah hei kamu di dalam cermin,
orang miskin dilarang punya mimpi!
lupakan eluan itu!
lupakan sorai sorak itu!
lupakan mimpimu bahwa kamu spesial!
you're not, hei kamu di dalam cermin..
you are not.
you are not.
you are not.
you are not.

lekas bergegas perbaiki cermin ini!
kenapa kamu mengaduh kesakitan sekarang,
hei kamu di dalam cermin??

luka sebegitu kamu tangisi??
malu sana kamu sama orang yang berjalan tanpa kaki!

hei kamu di dalam cermin!
sudah bangun sekarang?
sudah sadar sekarang?

cuma ada kita.
cuma ada aku,
dan seorang kamu di dalam cermin.

itu sebabnya kamu lukai tanganmu untuk memperbaikinya.
karena tanpa cermin,
kamu kesepian.

puas sekarang?

berhenti lagi

aku sempat berlari,
kemarin,
dua hari yang lalu,
seminggu yang lalu,
sebulan yang lalu,
ahh,
entah berapa lama aku berlari.


aku berlari karena mereka berteriak,
aku berlari karena mereka meminta,
aku berlari karena mereka mengiba,

sampai kemudian,
aku dipertemukan lagi,
tidak sengaja bersua,
dan rasa itu tetap ada.

aku berhenti,
terpaku,
terpana,
terdiam.

aku berhenti,
dan membiarkan mata berkelana,
ke kiri,
ke kanan,
berpaling ke belakang,

tetap ada.
jalan di depanku,
tetap terbagi.

10 Desember 2009

one night stand

seorang asing,
menghampiri,
basa-basi,
berbicara,
bercengkrama,
basa-basi kembali,
lalu bergegas pergi.

07 Desember 2009

sederhana

ketika gelap dan hujan,
di suatu masa silam,
pernah sekali,
aku bersamamu,

sesederhana berbagi cerita,
dan sedikit luka,
sesederhana seperti melewati hari
pada umumnya,
dengan yang tercinta,

dan sesederhana satu kata,
yang menyadarkan kita,
dan membuat aku kembali benci,
pada gelap dan hujan,
seperti dulu kala.