19 Februari 2010

Lay here..

Laying here,
When everyone's sleeping,
I'm not thinking,
I just feel.

This sadness,
This hurt,

Can't sleep,
All nightmares,

It kills me,
Barely can't think anything,
Even planning my day.

I know I must move on,
But these teary feelings,
Has made me stay.

Laying here..

23 Januari 2010

bukan emas imitasi


"bagaimana rasanya tiba-tiba seorang yang kamu kenal baik hampir belasan tahun,
menuduhmu menusuknya dari belakang? menuduhmu merusak hidupnya?
marah? kesal? kecewa? you name it.


dan itulah sebab kenapa saya mempost artikel ini.
karena saya marah, saya kesal, dan saya kecewa.

tapi tentu, saya bukan wanita murah dan tidak berpendidikan yang hanya berteriak mengumpat di jejaring sosial, menghina dengan kata-kata kasar, hanya untuk membakar dendam, dan bukan menyelesaikan masalah. Lewat artikel inilah saya ingin menunjukkan kalau saya memang lebih berkelas daripada dia"



saya mengenal dia sudah sangat lama sekali, sepuluh tahun pun hampir terlewati. Bahkan dalam kurun waktu tersebut pun hubungan kami bukan hanya sebatas 'hi' dan 'bye', walau tidak bisa disebut sangat-dekat-sekali-sampai-kami-selalu-berbalas-sms-tiap-harinya. hehe. Kind of relationship yang jarang berinteraksi, tetapi ketika bertemu pun kami tidak rikuh dalam mencari-cari topik pembicaraan. Begitulah kira-kira sepintas mengenai hubungan saya dan dia ini, dahulu.

Baru saja, tiba-tiba dia murka kepada saya.

18 Januari 2010

long distance relationship

bukan karena aku ingin menemui setiap saat,
makanya aku menolak hubungan jarak jauh,
bukan pula karena aku cemburuan dan selalu curiga,

tapi karena saat menangis,
aku hanya ingin dipeluk,
begitulah,
sesederhana itu.

di dalam cermin

hei kamu yang di dalam cermin!
kamu merasa hebatkah?
kamu merasa harus semua orang bersorak atasmu,
memberimu selamat,
dan mengelukanmu??

hei kamu yang di dalam cermin!
kenapa kamu menangis?
baru sadar kalau kamu tidak sehebat itu?
bukankah kamu yang selalu berteriak,
"di atas langit masih ada langit bung!"

kamu tidak pantas dielukan!
kamu tidak pantas diperlakukan spesial!

hei kamu di dalam cermin!
kenapa lagi tangismu pecah?
karena selama ini kamu merasa spesial?
tidak! sadarlah wahai kamu di dalam cermin!
mau sampai kapan kamu bermimpi,
hei kamu di dalam cermin?!

dan kenapa pula sekarang kamu memegang batu??
mau kamu pecahkan cermin ini?
agar tidak lagi ada kamu di dalam cermin?

pecahkan saja!
kita lihat apa yang terjadi!

hei kamu di dalam cermin!
lihat!
cermin ini sudah pecah!
kamu di dalam cermin pun sudah tidak berarah.

lantas?
puaskah kamu?
legakah kamu?
lebih lagi, apa kamu menjadi spesial??!

hahaha!
bangun!
sepertinya kamu terlalu lama bermimpi!
ingatlah hei kamu di dalam cermin,
orang miskin dilarang punya mimpi!
lupakan eluan itu!
lupakan sorai sorak itu!
lupakan mimpimu bahwa kamu spesial!
you're not, hei kamu di dalam cermin..
you are not.
you are not.
you are not.
you are not.

lekas bergegas perbaiki cermin ini!
kenapa kamu mengaduh kesakitan sekarang,
hei kamu di dalam cermin??

luka sebegitu kamu tangisi??
malu sana kamu sama orang yang berjalan tanpa kaki!

hei kamu di dalam cermin!
sudah bangun sekarang?
sudah sadar sekarang?

cuma ada kita.
cuma ada aku,
dan seorang kamu di dalam cermin.

itu sebabnya kamu lukai tanganmu untuk memperbaikinya.
karena tanpa cermin,
kamu kesepian.

puas sekarang?

berhenti lagi

aku sempat berlari,
kemarin,
dua hari yang lalu,
seminggu yang lalu,
sebulan yang lalu,
ahh,
entah berapa lama aku berlari.


aku berlari karena mereka berteriak,
aku berlari karena mereka meminta,
aku berlari karena mereka mengiba,

sampai kemudian,
aku dipertemukan lagi,
tidak sengaja bersua,
dan rasa itu tetap ada.

aku berhenti,
terpaku,
terpana,
terdiam.

aku berhenti,
dan membiarkan mata berkelana,
ke kiri,
ke kanan,
berpaling ke belakang,

tetap ada.
jalan di depanku,
tetap terbagi.