07 Mei 2012

D E L A Y

Aku tahu hidup ini bukan semata jalanku.
Aku tahu perjalanan ini bukan semata waktuku.
Aku tahu waktuku bukan semata kepentinganku.
Aku tahu.

Aku tahu tidak semata semua tentangku.
Tentang mereka. Tentang kami. Tentang entah siapa lagi yang tidak aku tahu.

Aku tahu.
Tapi airmataku tidak.
Aku tahu.
Tapi tubuhku tidak.
Aku tahu.
Tapi harapanku tidak.

Aku tahu.
Harus yakin pada Tuhan agar aku tahu.
Aku tahu.
Harus sepenuhnya melepaskan diri pada Tuhan agar aku tahu.

Tapi aku manusia.
Aku kecewa.
Tapi aku manusia.
Aku marah.


Jakarta, di sebuah bulan di tahun ini.
Ketika hidup hanya memberikan dua pilihan. Bertahan atau menyerah. Dan aku belum menentukan yang mana.

14 April 2012

you are what you eat

persis seminggu yang lalu, di jam yang hampir sama, saya memulai pembicaraan haha-hihi dengan seorang partner kerja, yang berakhir pada obrolan penuh inspirasi.

Saya tidak akan memberikan clue tentang dia karena kalo salah-guna, bisa dijadikan skandal di kantor *berasa eksis gitu ceritanya*. Yang jelas, saya selalu suka berdiskusi dengannya, walau selama hampir 2 tahun saya di kawasaki, kesempatan itu hanya datang sekali atau dua. Pandangannya tentang keyakinannya yang membuat saya senang bertanya dan belajar dari beliau.


Saya tertarik dengan kisahnya saat menceritakan betapa dia sedih karena anaknya belum bisa mengaji.

04 Maret 2012

di minggu pagi ini...

Saya buka jendela untuk menyapa embun, udara yang ramah.
Banyak yang olahraga pastinya pagi ini.

Menghirup harapan itu melegakan.
Seakan saya hidup hanya tinggal bergantung padanya.

Langit cerah, biru dan awan putih,
waktu yang sangat sempurna untuk merasa bahagia.

Namun entah darimana,
perasaan itu datang tiba-tiba.
menusuk sampai menyakitkan,
aku merindumu,
yang teramat sangat.

13 Februari 2012

mengerti

Obrolan terakhir kita mendingin,
Basa-basi, we both knew it..
Pertanyaanku pun menggantung di udara,
"kenapa kamu menjauh?"

Perasaan itu masih sama,
Hanya reaksinya yang berbeda.
Aku setengah mati berusaha membencimu,
Nyinyir dengan segala darimu..

Tapi masih lekat aku perhatikan,
Langkahmu lewat jendela,
Caramu tersenyum pada mereka,
bukan aku..

Bahkan sekarang aku mulai hafal,
Rautmu yang mengabaikanku.
Aku paham.
Setidaknya aku berusaha paham.

Memahami wajahmu dan menantinya bersemu lagi, saat menyapaku.
Published with Blogger-droid v1.7.4

09 Januari 2012

one reason

"apa yang kamu lihat darinya?" suatu ketika, seseorang bertanya.

"menurutmu?" kataku, berbalik tanya padanya.

"have no idea." tandasnya.

"apa yang kamu lihat darinya?"

"hmmm.. biasa aja. kamu bisa mendapat yang jauh lebih baik dari dia. I mean, seriously, there's nothing special about this guy.. in my opinion." katanya.

"ok..." pikiranku penuh dengan jawaban apa yang akan ku berikan untuknya.