Kenapa harus Jakarta?
Tidak indah di sana.
Kota itu sempit.
Cakrawalamu hanyalah gedung berhektar tertumpuk-tumpuk.
Imajinasimu berbatas.
Kenapa tidak bertahan lebih lama di sini.
Apa yang kamu butuhkan,
Semua ada di sini.
Kanvas seluas pantai tak berbatas,
Sini aku pinjamkan teropongku,
Kamu bisa melihat lagi tiang berbendera merah-putih terombang ambing di timur cakrawala.
Apalagi hiruk pikuk kedamaian di atas sana.
Tempat favoritmu untuk membuang lelah.
Kamu selalu terlihat bahagia tiap kita ke sana.
Lari-larian seperti bocah menapaki bebatuan licin itu.
'alam tidak pernah mencelakakanku' katamu tak peduli.
That city will spoil your beautiful mind,
Dan aku ga rela melihat kamu duduk termangu di dalam kubikelmu.
Tertawa seadanya. Berpikir seadanya.
Imajinasimu berbatas ruang maya.
Ah.
Please stay.
Just please stay.