09 Oktober 2013

Your beautiful mind

Kenapa harus Jakarta?
Tidak indah di sana.
Kota itu sempit.
Cakrawalamu hanyalah gedung berhektar tertumpuk-tumpuk.
Imajinasimu berbatas.

Kenapa tidak bertahan lebih lama di sini.
Apa yang kamu butuhkan,
Semua ada di sini.
Kanvas seluas pantai tak berbatas,
Sini aku pinjamkan teropongku,
Kamu bisa melihat lagi tiang berbendera merah-putih terombang ambing di timur cakrawala.

Apalagi hiruk pikuk kedamaian di atas sana.
Tempat favoritmu untuk membuang lelah.
Kamu selalu terlihat bahagia tiap kita ke sana.
Lari-larian seperti bocah menapaki bebatuan licin itu.
'alam tidak pernah mencelakakanku' katamu tak peduli.

That city will spoil your beautiful mind,
Dan aku ga rela melihat kamu duduk termangu di dalam kubikelmu.
Tertawa seadanya. Berpikir seadanya.
Imajinasimu berbatas ruang maya.
Ah.
Please stay.
Just please stay.

Wagu

Saya dulu pacaran pertama waktu smp. Yah. Pacaran bocah-bocah yang bahkan ga ngerti pacar itu apa.

Nenek saya marah. Maklumlah, saya kan anaknya nenek. Hehe.

Saya dimarahi karena kata nenek, sekolah saya terganggu.

Tapi yaa.. Yang dimarahi saya, yang dikasihtau ya saya, dan nenek saya 'ga ada urusan' dengan pacar masa abg saya itu.

Semua masalah, nenek saya selalu mengkonfrontasikan seperti itu. Hasilnya? Ya saya belajar tanggung jawab sama diri saya sendiri. Saya belajar buat bikin prioritas. Saya belajar dewasa.

Cumaaaa,
Makin ke sini, saya makin banyak temui orang-orang yang menyalahkan orang lain atas kegagalan yang dia hadapi.
Ya, simpelnya,
orang-orang menyalahkan pacar masa abg saya karena pelajaran saya menurun.

Bagi saya itu seperti seseorang yang menyalahkan alkohol karena membuat dia mabuk.

Wagu tenan.

05 Oktober 2013

The Moment When You Said You Do



Mengenai Baskoro Pramadani ini,
rasanya tidak banyak yang bisa saya tuliskan,
dia yang saya yakini yang terbaik,
yang di-ridhoi.

Jalan menujunya selalu mudah,
bahkan di saat sulit sekalipun,
selalu diringankan.
Alhamdulillah.

Saya ingat pertama kali dia mengajak saya pergi berdua,
ngedate.
Dalam rangka apa ya? Saya lupa alasan apa yang dia gunakan,
tapi akhirnya ya saya pergi dengannya.

Janjian jam dua belas siang, dan dia datang jam satu.
Nice move. errr...

dan tidak lagi

Ribut.
Kalian berisik.

Suaramu tidak lagi bisa ku dengar.
Menggema saja seperti lagu tanpa nada.
Menyakitkan.

Kali ini aku tidak lagi membaca bibirmu.
Kepalaku sakit. Mataku mengembun.
Tidak lagi jelas.

Aku sekuat tenaga menggetarkan pita suaraku,
tidak keluar apapun,
tidak suara, tidak bisikan,
tidak ada.

Jadi,
beginilah kita sekarang.
Aku dan kalian.
Suara yang terlalu mendengung,
dan yang terlalu menghilang.

Jakarta, Februari 2013.

02 Mei 2013

dua ribu tiga belas

Wow.
Terakhir nulis adalah tahun lalu, sedang ini sudah mid 2013. Hebat malasnya!

Dua ribu tiga belas diawali dengan perubahan yang besar-besaran dalam hidup. Semuanya terkesan berubah at this very moment. Saya pindah kerja, saya pindah rumah, saya berpisah, saya bertemu, beradaptasi lagi, begitu kondisinya.

Menyenangkan, menyedihkan, belajar lagi. Sampe akhirnya lupa buat update blog tercinta ini :)

Hal pertama adalah,