30 Maret 2009

saat hujan turun malam itu,

saat hujan turun malam itu,
aku berencana untuk mengkisahkannya pada seseorang,
dan bersyukur karena dia ada..

ya,
aku kembali pulang..

setelah sekian lama berkeras hati menganggap aku bisa hidup mandiri tanpa mereka,
akhirnya aku menyerah,
aku pulang.

melepaskan tangisanku kepadanya,
kembali seperti semula,
seakan sedang duduk bersama dan bercengkrama,
walau terbentang jarak yang cukup memakan biaya.

aku tidak canggung mengatakan aku sedih,
aku menangis,
dan segala lainnya.

dan layaknya seorang guru,
dia mencoba memahami bagian itu,

dia akan selalu begitu,
bukan dengan gaya serius layaknya konselor dengan kliennya,
namun dengan gayanya yang cukup menghapus air mata.

dia berkata banyak,
berteori banyak,
walau memang teori itu sudah terbukti keabsahannya,
tetapi ada sesuatu dalam sini yang ingin mendobrak,

keras kepala, katanya.
ya, sepertinya begitu..

apa yang ku genggam,
tak mudah untuk aku lepaskan.

ya, papa mengerti,
begitu jawabnya.

tetapi layaknya seorang yang mencintai anaknya,
dia pun tidak ingin aku terlalu lama berkubang luka.


saat hujan turun malam itu,
aku ingin segera pergi,
kembali pada semua saat aku memulainya,
saat aku bisa membenahinya,
saat aku bisa memutuskan yang benar dan yang salah,
dan semua diantaranya.

no regret,
he said.

so do i,
but sometimes i feel like i have to fight,
i want to win,
at least once in my life,
i have a gut to choose my own path,

maybe it's wrong,
maybe it's right,

but at least,
that's what i want.

i said.


please God,
did I ask too much?


saat hujan turun malam itu,
air mataku sudah mengering karenanya,
walau aku tahu,

saat hubungan terputus,
saat aku merebahkan diri,
merasa sendiri,
aku akan jatuh lagi.

terus seperti itu.
entah sampai kapan,
sampai Tuhan mengizinkan yang jelas.


saat hujan turun malam itu,
aku berhenti berharap,
walau ingin sekali ku meratap,
sekali saja pintaku.

mimpi ini tidak pernah bercerita bohong,
bahwa aku memang masih ingin berharap,
secuil harapan ini menggodaku untuk bermimpi,

dan kadang,
aku berpikir sudah sampai batas dimana aku terlalu lewat bermimpi,
yang bahayanya membuat aku gila.


saat hujan turun malam itu,
aku mencoba ikhlas dan sabar,
dua hal yang sulit aku lakukan,
dua hal yang akan selalu sulit aku lakukan,

mencoba menerbitkan sebuah harapan,
walau selalu merasa tidak berdaya bahkan untuk sekedar berharap.

23 Maret 2009

everybody's boyfriend

kamu suka dia karena dia sangat perhatian sama kamu,
terlalu manis untuk dilupakan ;)

dia menjadi pahlawan yang akan ada waktu kamu butuh,
bersikap layaknya a true gentleman,
bisa melakukan apa saja,
too damn impressive for you.


kamu suka dia karena kamu selalu nyambung waktu ngobrol sama dia,
dan dia adalah orang yang sangat seru diajak diskusi.
why not, then you think.

mengagumkan,
itu kesanmu terhadapnya.


tapi kemudian,
kamu baru sadar,
dia juga perhatian pada yang lain,
dia juga menjadi pahlawan bagi orang lain,
dia bersikap gentle dan mampu melakukan apa saja buat orang lain,
mengagumkan orang lain..

dia juga nyambung ngobrol sama orang lain,
dia juga teman diskusi yang asik bagi orang lain,


just like...









.... everybody's boyfriend.







pacar semua orang.
itu dia.



kadang iri,
'kenapa dia memperlakukan orang lain sama seperti dia memperlakukanmu?'

cemburu,
'menyebalkan melihatnya bercengkrama dengan yang lain di depanmu..'

bahkan sirik,
'bahkan temannya saja mendapat perlakuan yang sama seperti pacar? kalau begitu, lebih baik jadi temannya saja, dan bisa mencari pacar lain, diperlakukan spesial dua kali kan?'



dilema.
itu yang kemudian kamu rasakan.
dia baik.
baik sekali terhadapmu.

tidak ada masalah yang terlalu sehingga kamu bisa yakin melepaskannya,
namun ini seperti penyakit akut dan menahun.
tidak pernah lebih parah,
namun pun tidak tersembuhkan.


masalahnya,
jika kamu mempertahankan dia,
selamanya kamu akan letih dan muak
dengan status dia sebagai 'pacar semua orang'.


kamu pun mulai berharap,
punya pacar yang bisa membuatmu merasa spesial.
bukan harus memujamu layaknya ratu,
namun setidaknya,
tidak begitu..

15 Maret 2009

mustahil

ternyata ada beberapa postingan tentang Tuhan.
mungkin sebagai bentuk saya benar-benar mencintai Tuhan :D

tapi sekarang,
saya sedang jenuh.

Tuhan pasti tau.
karena tadi pagi,
saya mengadu.

"Tuhan, saya sedang jenuh.
entah kenapa..
bukan.. bukan..
saya bukan jenuh kepadaMu.
tidaakk..
tidak akan pernah saya jenuh padaMu..

tapi saya lelah,
lelah sekali..

saya tau saya bukanlah orang yang pantas mengeluh,
apa yang saya lakukan tidak sebanding dengan yang orang banyak lakukan,
mereka-mereka yang pantas mengeluh.

tapi saya lelah Tuhanku,
walaupun saya tidak pantas untuk lelah.

saya capek sekali.

saya bosan mengucapkan doa yang sama berkali-kali.
makin sering saya ucapkan,
makin sedih saya jadinya..

makin sering saya ucapkan padaMu,
makin sering saya ingat,
bahwa itu hampir mustahil.

seperti berharap matahari tidak terbit lagi.
seperti berharap kalau sehari bisa menjadi 25 jam.

mustahil.

tapi Tuhanku,
Tuhan semua orang,
saya sangat cinta dengan yang mustahil itu.
saya berharap bisa hidup dengan kemustahilan itu.
saya mohon Tuhan."

13 Maret 2009

Buddha Bar

dari milis dapet banyak banget imel tentang Buddha Bar.
setelah search di gugel,
akirnya ngerti sedikit masalah utamanya apa.
*basi deh lo nadh!

katanya di dalam bar,
ditaro patung Sang Buddha yang gede.

jelaslah para buddhist atau bahkan orang-orang non-Buddha pun protes.
well,
patung itu adalah sebuah visualisasi dari keyakinan mereka.
sakit hati ga lo digituin.

misalnya di bar atau lounge yang rada remang-remang *tempat dugeman maksudnya. hehe*,
ditaro patung yesus kristus misalnya,
atau ditaro huruf yang melafalkan Allah dan Muhammad misalnya,
atauuu..
apalah sebagai representasi agama tertentu.

sakit hati kan?

**ko jadi serius ya?
hehe.

daripada sakit gigi ....

entah kenapa,
tiba-tiba gusi kanan bawah gw sakit banget.

gw pikir itu sariawan,
tapi malah membuat gw ga bisa ngunyah.
huwaaa!

akirnya kemaren gw ke dokter gigi.
kata pak dokter,
'wah. ini sih gigi mau tumbuh,
tapi ga ada tempat.

mesti di cabut ni giginya.

rontgen dulu ya..'


singkat.
padat.
menjengkelkan.

abis ngantri obat,
gw memutuskan buat mem-pending rontgen.
mahaal.
apalagi abis rontgen mesti balik ke dokter lagii.

ih nyebeliiiinn!

mahal tauuuu.


tapi ya gitu deh sekarang,
pusing sakit gigi ga karuan,
ga bisa ngunyah,
ga bisa membuka mulut lebar-lebar,
bahkan menjilat bibir aja ga bisa,
sakiiiitt.
huxhux.