14 November 2009

improvisasi

terbiasa memulai hari dengan rencana yang matang,
jam segini akan begini lalu begini,
dst dst dst.

merasa begitulah hidup,
agar tetap seimbang dan bisa maju ke depan.

nyatanya,
itu semua membantu.

tapi sering sekali,
ada saja yang tidak in-tune.
tidak bekerja sama dengan baik,
seakan dunia berkonspirasi menentang.

lalu kecewa.
ahhh,
rasanya seperti di kejar waktu,
dan literally,
yes,
running against time.

makin kesini makin sering,
sampai akhirnya teringat,
pesannya yang berulang kali disampaikan,
dan mungkin sudah lama tidak terdengar,


"berimprovisasilah.
hidup memang merupakan sebuah improvisasi."


oh how i miss that a lot than i thought.

10 November 2009

the hatred

aku iri dengan kamu,
wahai tega,
yang bisa tersenyum saat malam menjelang,

yang bisa tertawa,
hingga terbahak saat aku ketakutan!

aku marah padamu, tega!
bisa-bisanya membuat lelucon saat aku ingin menangis!
kamu anggap tangisanku apa, hah??!!

aku benci kamu, tega!
benci sebenci-bencinya sehingga tidak ada yang bisa aku pikirkan,
selain bagaimana cara membuat kamu jera!
aku benci kamu!
sampai satu-satunya yang aku inginkan hanyalah,
melihat kamu menangis meraung memohon perlindungan!

aku muak, tega!
kamu yang selalu muncul di hariku,
datang seenaknya,
merusak seenaknya,
dan pergi seenaknya.
brengsek kamu tega!

dan jangan pernah kamu berani,
bahkan sekedar minta maaf, tega.
aku capek,
dan cukupkan sampai ini.
pergi kamu!

27 Oktober 2009

just hold on,

beberapa malam melalui perbincangan cukup menguras tenaga,
dan berakhir pada refleksi diri.

mungkin saya terlalu ambisius mengejar ini,
sampe stress dan mengarah pada self-destruct,

i fully understand bahwa saya sedang dalam masa depresi,
tapi mau kayak gimana pun,
saya rasanya tidak mau *atau tidak mampu* mengurangi tension yang saya buat sendiri,
huff.

it's like a big mistake if i have a day off.
that kind of feeling i guess,
for example.

23 Oktober 2009

speech for the award

besok saya berulangtahun,
ke dua puluh satu.
waaah,
sudah banyak yaa :D

saya hanya ingin berucap syukur,
pada Siempunya Hidup,
karena mengizinkan saya tetap jatuhbangun di bumi-Nya,
mengizinkan saya tetap belajar,
tawa tangis,
suka duka,
meninggalkan dan ditinggalkan.

terimakasih karena memberikan saya anugerah yang tidak terbatas,
mengelilingi saya dengan orang-orang terbaik yang penuh cinta.

terimakasih atas kemudahan jalan yang saya tempuh,
walau agak terjal,
tetapi mudah.
terimakasih.

terimakasih atas semua kekuatan atas saya,
untuk menghadapi skenarioMu.

tapi diatas semua itu Tuhan,
terimakasih karena tidak lupa mengajarkan saya bersyukur.

happy birthday me,
may all luck,
all love,
all years long
:)

14 Oktober 2009

a

sudah tidak mampu,
menuliskan kesedihan,
jadi lebih memilih,
menelan sendiri.