27 November 2010

a little clue

here's a little clue for you,
maybe we can't mend together,
maybe it's much better for you to leave,

but you know,
at the end,
it's always me the one who stay,

so when you have a time,
let yourself turn around a bit and see me here,
you know exactly where I stand.

aku perempuan yang tetap menunggumu,
di garis tepi yang sama,
tidak bergeser,
tidak tergeser.

16 November 2010

kerang

Hari ini saya bertemu dengan seseorang yang menceritakan kisahnya pada saya. Tanpa sengaja dia bercerita tentang seorang anak kerang.

Katanya, pada suatu ketika seorang anak kerang berkeluh pada ibunya, anak itu merasa tidak mampu apa-apa karena tidak memiliki kaki dan tangan seperti hewan laut lainnya. Ia kesal karena tidak bisa bergerak bebas dengan anggota gerak itu. Ibunya berkata, "Sabarlah nak, nanti kamu akan tahu kenapa kamu tidak memiliki tangan dan kaki seperti mereka". Tidak lama, secara otomatis, pasir terperangkap di dalamnya dan jadilah mutiara. Anak kerang pun menjadi hewan yang lebih berharga dari yang lain.

13 November 2010

lesson learned

satu kalimat yang masih sangat saya ingat dari seorang dosen favorit. One of the most brilliant and amazing professor I've ever met. Dua kali saya mengambil mata kuliah yang diampunya, Psikologi Emosi dan Psikoterapi, dan beliau selalu bertanya di penghujung hari,


"What's lesson learned? Apa yang bisa dipelajari dari situ?"



Dulu saya kerap mendengar suaranya tiap sore,
sekitar jam lima sore,
dari saya masih mengenakan seragam putih merah,
sampai sekarang,


namun itu hal yang hampir tidak pernah lagi terjadi belakangan,
jam lima saya masih duduk di ruangan itu.



Awalnya saya anggap biasa saja,
maksudnya,
yah, semua orang pada dasarnya sedang berjuang demi sesuatu,
entah terlihat atau tidak,
jadi saya tekan perasaan,
berusaha mengabaikannya.

eight meter square imagination

aku mulai membangunnya saat itu,
saat aku melihat punggungmu menjauh,
terlihat lelah dari belakang sini,
aku membayangkan bagaimana rautmu ketika itu.

aku membangunnya saat melihat kamu terluka,
dengan tawamu,
aku mencampurkan warna.

aku terus membangunnya dengan sisa-sisamu yang ku punya,
sisa-sisa yang aku aduk jadi satu,
berharap suatu masa bisa aku tunjukkan padamu,
suatu tempat aku menyimpanmu,
dan hanya aku yang tahu.

28 September 2010

Tentang Jejak yang Menjauh - a repost

ini sepenuhnya repost dari tulisan seorang teman saya, Bono.
sudah minta izin, dan approval by text ;)



dan kenapa saya repost tulisan bapak itu,
karena saya sepenuhnya, akhirnya, bisa paham mengenai perasaan si tokoh yang selalu memandang ke barat tiap pagi itu.
saya tidak akan bicara panjang lebar, selamat menikmati tulisannya,

karena bagi saya,
kerap 'rasa' sudah menjelaskan semuanya..




“Terus terang aku tidak pernah tahu ke mana dia pergi. Hidup mempertemukan kita dengan seseorang, lantas memisahkannya lagi. Tidak selalu kita bisa berpisah dengan lambaian tangan. Tidak selalu kita bisa berdiri di tepi dermaga, melambaikan tangan kepada seseorang di atas kapal yang juga melambaikan tangan kepada kita sambil berseru, “Jangan lupakan aku!”. Tidak selalu. Kadang-kadang kita bertemu begitu saja dengan orang yang tidak pernah kita kenal, menjadi begitu lengket seperti ketan, lantas mendadak berpisah begitu saja tanpa penjelasan apa-apa.” (senja di balik jendela, SGA)