Saya memulai tulisan ini dengan air mata yang masih menggenang. Membutuhkan keberanian untuk akhirnya menulis tentangmu. Karena berbeda dengan ingatan, tulisan mencatat jelas emosi yang ada.
Ini hari ke sepuluh semenjak Tuhan memintamu pulang. Malam itu, Kamis, 2 Agustus 2012. Saya ingat jelas ruangan tempatmu berada, ingat jelas wangi menusuk semenjak saya menginjakkan kaki diruangan tempatmu terbaring, kesakitan. Saat itu, Ramadhan. The blissful month of Ramadhan. Tapi saya tidak pernah tahu Tuhan menyimpan ribuan kejutan untuk saya di Ramadhan ini. Termasuk kepergianmu.
Kamu mengeluh sakit pagi kemarin, tapi saya abaikan. Saya juga sedang sakit saat itu. Sakit yang sama seperti yang kamu rasakan. Sakit perut teramat sangat. Tapi saya tetap memaksakan diri berangkat ke kantor. Saya sampai sekarang masih dihantui pertanyaan, "seandainya saat itu saya tidak pergi ke kantor.....". Tapi cukuplah sudah. Saya teramat lelah dengan berfikir betapa durhakanya saya selama ini.
Malam saat saya pulang kantor, kamu memohon untuk dibawa ke rumah sakit.
11 Agustus 2012
20 Juli 2012
Langkah Pertama : #SenyumJakarta Yayasan Panti Asuhan Kampung Melayu
"Bukankah semua orang pada dasarnya senang berbagi kebaikan?"
Ini bermula dari keinginan kami untuk berbagi, dengan sedikit ego, ingin berbagi secara langsung, ga mau lewat yayasan atau badan amilzakat yang ada. Karena itu kami membangun jalan sendiri untuk menyentuh langsung ke pihak yang membutuhkan.
Karena terkesan dengan misinya SenyumKita.com yang ingin berbagi melalui pendidikan, maka kami buat 'subsidiary'nya di Jakarta. That's why we named it #senyumJakarta :)
Intinya sederhana. Kami berbagi lewat pendidikan. Kami berusaha untuk mengajar dan berbagi ilmu kepada anak-anak yatimpiatu yang membutuhkan.
Ini bermula dari keinginan kami untuk berbagi, dengan sedikit ego, ingin berbagi secara langsung, ga mau lewat yayasan atau badan amilzakat yang ada. Karena itu kami membangun jalan sendiri untuk menyentuh langsung ke pihak yang membutuhkan.
Karena terkesan dengan misinya SenyumKita.com yang ingin berbagi melalui pendidikan, maka kami buat 'subsidiary'nya di Jakarta. That's why we named it #senyumJakarta :)
Intinya sederhana. Kami berbagi lewat pendidikan. Kami berusaha untuk mengajar dan berbagi ilmu kepada anak-anak yatimpiatu yang membutuhkan.
31 Mei 2012
Salam Terakhir
Ini mungkin terakhir,
Mungkin juga bukan.
Entah,
Aku sdg tdk mau bermimpi.
Tapi aku persiapkan yg terburuk,
Jika hubungan kita diakhiri dengan kata-kata buruk,
Jika aku tidak punya kesempatan merangkum hubungan kita dan berterimakasih padamu..
Terimakasih sudah menjadi bagian terbaik dlm hidupku,
Terimakasih untuk waktumu yg berharga,
Untuk semua pengorbanan dan pengertian,
Untuk semua kata maaf dan rasa sayang..
Aku bersyukur karena darimu aku belajar dewasa,
Belajar memaafkan,
Belajar mengerti,
Walau aku tau masih banyak lagi yang belum aku capai..
Aku bersyukur kenal denganmu,
Dengan seseorang yang mampu tahan debat kusir denganku,
Tahan dengan keraskepalaku,
Tapi intinya,
Seseorang yang mengenalkanku pada dunia penuh harapan dan keyakinan..
Aku bersyukur pernah mengenal dan lebih lagi,
Menjadi bagian darimu..
Terimakasih buat keluargamu,
Kebaikan mereka,
Penerimaan mereka padaku,
Maaf aku terlanjur hadir dan tanpa harus disebutkan satu satu,
Telah banyak membuang waktumu,
Maaf aku begitu mudah tersinggung,
Maaf karena aku cemburu,
Maaf karena aku takut kehilanganmu,
Maaf aku belum mampu menjadi yang terbaik bagimu,
Maaf dengan segala kecewamu padaku,
Maaf kalau harus begini jadinya..
Tapi aku tau,
Suatu hari aku bs menyayangimu tanpa pamrih,
Tanpa harapan kmu juga sayang padaku..
Aku sdg belajar..
Doain bisa ya..
Aku tidak memaksa,
Kita untuk bersama lagi,
Karenaku tau kamu lebih baik tanpaku :)
Tapi satu saja,
Jangan lupakan ya,
Aku pernah hadir dalam hidupmu,
Aku pernah ada,
Aku yang sayang kamu dengan 'cara' yang berbeda dari yang kamu harapkan..
Kita pernah bersama,
Dan saling belajar..
Ini salam terakhirku,
Untuk kamu yang aku sayang,
Kamu yang aku mimpikan,
Yang pernah aku harapkan..
Semoga kamu sukses ya,
Yakin sama dirimu sendiri..
Kamu bisa lalui semuanya..
Doakan aku juga ya.. :)
Semoga saat kita bertemu,
Kita sama-sama sudah sukses..
Ingat aku saat kesuksesan terbaikmu,
Ingat aku saat jatuh terburukmu,
Karena selalu ada namamu dlm doaku,
Aku doakan kamu selalu,
Allah besertamu..
Mungkin juga bukan.
Entah,
Aku sdg tdk mau bermimpi.
Tapi aku persiapkan yg terburuk,
Jika hubungan kita diakhiri dengan kata-kata buruk,
Jika aku tidak punya kesempatan merangkum hubungan kita dan berterimakasih padamu..
Terimakasih sudah menjadi bagian terbaik dlm hidupku,
Terimakasih untuk waktumu yg berharga,
Untuk semua pengorbanan dan pengertian,
Untuk semua kata maaf dan rasa sayang..
Aku bersyukur karena darimu aku belajar dewasa,
Belajar memaafkan,
Belajar mengerti,
Walau aku tau masih banyak lagi yang belum aku capai..
Aku bersyukur kenal denganmu,
Dengan seseorang yang mampu tahan debat kusir denganku,
Tahan dengan keraskepalaku,
Tapi intinya,
Seseorang yang mengenalkanku pada dunia penuh harapan dan keyakinan..
Aku bersyukur pernah mengenal dan lebih lagi,
Menjadi bagian darimu..
Terimakasih buat keluargamu,
Kebaikan mereka,
Penerimaan mereka padaku,
Maaf aku terlanjur hadir dan tanpa harus disebutkan satu satu,
Telah banyak membuang waktumu,
Maaf aku begitu mudah tersinggung,
Maaf karena aku cemburu,
Maaf karena aku takut kehilanganmu,
Maaf aku belum mampu menjadi yang terbaik bagimu,
Maaf dengan segala kecewamu padaku,
Maaf kalau harus begini jadinya..
Tapi aku tau,
Suatu hari aku bs menyayangimu tanpa pamrih,
Tanpa harapan kmu juga sayang padaku..
Aku sdg belajar..
Doain bisa ya..
Aku tidak memaksa,
Kita untuk bersama lagi,
Karenaku tau kamu lebih baik tanpaku :)
Tapi satu saja,
Jangan lupakan ya,
Aku pernah hadir dalam hidupmu,
Aku pernah ada,
Aku yang sayang kamu dengan 'cara' yang berbeda dari yang kamu harapkan..
Kita pernah bersama,
Dan saling belajar..
Ini salam terakhirku,
Untuk kamu yang aku sayang,
Kamu yang aku mimpikan,
Yang pernah aku harapkan..
Semoga kamu sukses ya,
Yakin sama dirimu sendiri..
Kamu bisa lalui semuanya..
Doakan aku juga ya.. :)
Semoga saat kita bertemu,
Kita sama-sama sudah sukses..
Ingat aku saat kesuksesan terbaikmu,
Ingat aku saat jatuh terburukmu,
Karena selalu ada namamu dlm doaku,
Aku doakan kamu selalu,
Allah besertamu..
27 Mei 2012
Terlambat?
Kamu muncul sejak pertama aku menjejakkan kaki di ruangan ini.
Menyapa, bercanda, bertanya, tertawa.
Dan sejak itu,
Selalu ada.
Aku menikmati sapaanmu, canda dan tawamu, dan semua pertanyaanmu yang tanpa akhir,
tapi itu saja, aku tidak membawa nikmatnya dalam tidur.
Aku rasa, esokpun aku bisa menikmatinya lagi,
hingga satu hari...
Satu hari tanpa rentetan pertanyaanmu,
aku pikir, mungkin kamu pada akhirnya bosan.
Menyapa, bercanda, bertanya, tertawa.
Dan sejak itu,
Selalu ada.
Aku menikmati sapaanmu, canda dan tawamu, dan semua pertanyaanmu yang tanpa akhir,
tapi itu saja, aku tidak membawa nikmatnya dalam tidur.
Aku rasa, esokpun aku bisa menikmatinya lagi,
hingga satu hari...
Satu hari tanpa rentetan pertanyaanmu,
aku pikir, mungkin kamu pada akhirnya bosan.
07 Mei 2012
D E L A Y
Aku tahu hidup ini bukan semata jalanku.
Aku tahu perjalanan ini bukan semata waktuku.
Aku tahu waktuku bukan semata kepentinganku.
Aku tahu.
Aku tahu tidak semata semua tentangku.
Tentang mereka. Tentang kami. Tentang entah siapa lagi yang tidak aku tahu.
Aku tahu.
Tapi airmataku tidak.
Aku tahu.
Tapi tubuhku tidak.
Aku tahu.
Tapi harapanku tidak.
Aku tahu.
Harus yakin pada Tuhan agar aku tahu.
Aku tahu.
Harus sepenuhnya melepaskan diri pada Tuhan agar aku tahu.
Tapi aku manusia.
Aku kecewa.
Tapi aku manusia.
Aku marah.
Jakarta, di sebuah bulan di tahun ini.
Ketika hidup hanya memberikan dua pilihan. Bertahan atau menyerah. Dan aku belum menentukan yang mana.
Aku tahu perjalanan ini bukan semata waktuku.
Aku tahu waktuku bukan semata kepentinganku.
Aku tahu.
Aku tahu tidak semata semua tentangku.
Tentang mereka. Tentang kami. Tentang entah siapa lagi yang tidak aku tahu.
Aku tahu.
Tapi airmataku tidak.
Aku tahu.
Tapi tubuhku tidak.
Aku tahu.
Tapi harapanku tidak.
Aku tahu.
Harus yakin pada Tuhan agar aku tahu.
Aku tahu.
Harus sepenuhnya melepaskan diri pada Tuhan agar aku tahu.
Tapi aku manusia.
Aku kecewa.
Tapi aku manusia.
Aku marah.
Jakarta, di sebuah bulan di tahun ini.
Ketika hidup hanya memberikan dua pilihan. Bertahan atau menyerah. Dan aku belum menentukan yang mana.
Langganan:
Postingan (Atom)