27 Januari 2009

handphone

seorang raja jelas memiliki segalanya.
apalagi hanya sebuah handphone.


raja bisa membeli handphone apapun semau raja.
bahkan handphone termahal yang pernah dijual pun mampu dimiliki sang raja,
demi berhubungan dengan ratunya.


telfon,
sms,
gambar-gambar,
segala kemesraan raja dan ratu,
semua dalam satu handphone.




namun tidak berapa lama,
raja memutuskan membeli handphone baru.


layaknya seorang raja yang tidak puas dengan satu handphone,
begitu pula sang raja,
tidak puas dengan satu ratu, sang raja memutuskan memiliki seorang selir.


tentu selir dan ratu memiliki derajat dan hak yang berbeda,
tapi tak mengapa,
ratu memiliki kelebihan dan 'tugas'nya sendiri,
demikian juga selir.


telfon,
sms,
kemesraan raja dengan selir,
semua dalam satu handphone.



hancurlah sang ratu melihat rajanya memperlakukan dia sedemikian rupa.
seperti seorang maniak yang tidak bisa puas hanya dengan satu wanita,
seperti seorang anak kecil egois yang ingin memiliki segalanya,


tentu luka berdarah sampai bernanah lah hati sang ratu.


beberapa kali ratu mengadu pada raja mengenai keberatannya,
raja hanya mengobral cinta pada ratu,
janji semu yang palsu mengatakan hanya ada satu ratu,
hanya ratu yang dicintainya.


ratu pun mengalah,
demi sebuah kehormatan bernama komitmen.





tak berapa lama kemudian,
raja datang pada ratu memamerkan handphone baru.


ratu takut setengah mati komitmennya diinjak-injak kembali oleh sang raja,
dengan enteng raja mengatakan ini hanya untuk urusan luar kerajaan,
urusan bisnis katanya,
disertai dengan janji sampah mengenai kesetiaan dan cinta tiada tara pada sang ratu.



tapi,
layaknya raja yang selalu bersanding dengan ribuan selir,
tentu,
telfon,
sms,
gambar-gambar,
dan kemesraan raja dengan selir lainnya,
semua dalam satu handphone..



ratu tahu,
dia lagi-lagi dikhianati.



ribuan konflik muncul,
ribuan rekonsiliasi terjadi,
kembali terucap janji setia sehidup semati dari raja,
meminta sang ratu percaya,
bahwa hanya ada satu ratu,
hanya ratu yang dicintainya...



suasana tenang,
romantisme kerajaan terasa diudara.




tapi tidak lama,
sampai raja memutuskan untuk membeli handphone lainnya,
ribuan alasan diungkapkan raja untuk membenarkan pembelian handphone itu.
lagian,
raja memiliki milyaran rupiah yang bisa dibelikan setoko handphone.



dan ya,
telfon,
sms,
gambar dan kemesraan dengan selir,
semua dalam satu handphone.



kembali ratu mengerang kesakitan melihat komitmennya diinjak,
kesetiaan yang dipegangnya terasa diludahi.


"Ratu, saya sayang padamu. hanya kamu yang saya cintai..."

"..."

"Kamu percaya pada cinta saya, wahai ratuku?"

"Ya, raja. saya percaya."

"Terimakasih ratuku. saya hanya ingin ratu percaya, hanya ratu yang ada di hati saya..."


"Tapi raja, saya tidak percaya bahwa raja tidak mencintai wanita lain.."


ratu pun berlalu pergi.
meninggalkan serpihan hati yang terkoyak,
berusaha menemukan raja lain dalam hatinya,
bukan sekedar raja busuk bergelimang harta dan wanita.

3 komentar:

nadira mengatakan...

@anginhujanjeleekk :P

ckckck.
aku kan udah bilang kalo mau beli henpon tunggu se-mu abis.
kalo beluum abis jangan belii!!!

lah.
itu udah selingkuh abaaang!
ga pinter nii imajinasinyaa :P

Anonim mengatakan...

nice story...
siapakah raja itu wahai Sang Ratu??
hehehe kiddin!

nadira mengatakan...

@mbaemel

wahwah.
jangan dijadikan gosiip yaa :P