28 Januari 2009

near death

tiba-tiba ingat pas gw operasi kemaren.
just cut the crap and get on to the point.

ini mengenai pengalaman gw saat sudah memasuki ruang operasi.
bau alkohol kuat banget,
ac dingin banget,
dan semua rasanya bersiiih banget.

sebelum bener-bener masuk kamar operasi III *tempat gw operasi itu*,
gw dipakaikan cap,
dipastikan kalo gw tidak menggunakan aksesoris *even gigi palsu*,
dan gw pun mulai dibawa ke kamar operasi itu.

selama perjalanan,
gw liat beberapa orang yang dijahit,
sambil teriak-teriak,
dan gw bersyukur karena gw tidak mesti mengalami teriak-teriak itu selama operasi.
sounds hurtful.

akhirnya,
suster yang bawa gw berganti dengan suster-suster ruang bedah,
ramah.
jelaas.
secara psikologis jelas mereka harus membuat gw tenang,
biar jantung gw bekerja layaknya normal.

sambil dipasangi beragam selang,
papan disana sini,
mereka mengajak gw berbicara,
apapun.

tapi entah gw yang terlalu pintar,
entah gw yang terlanjur belajar kejiwaan,
atau hanya gw yang sangat manipulatif,
gw sangat merasakan aroma basa-basi disana.
well,
bukannya gw tidak menghargai usaha mereka menenangkan gw.

tangan gw totally dingin *bukan karena grogi apalagi dingin karena ac, tapi tangan gw memang selalu dingin semenjak dipasang infus dengan jarum segede itu*.

mereka mengira gw sangat gugup menghadapi operasi ini,
tapi gw cuma bilang,
"ga kok. bahkan saya ga deg-degan sama sekali.."


and that's so true.
pada saat itu,
gw tidak berpikir apapun.
nothing to lose.

apakah gw ingat tentang kuliah gw?
jelas engga.
pacar? teman-teman? tidaak.
pasca operasi? engga.

bahkan gw tidak berpikir tentang keluarga,
dan tidak juga tentang surga neraka.


mereka memberikan gw sesuatu untuk dihirup,
menurunkan kesadaran gw,
tapi gw masih bisa diajak ngobrol..


dan terakhir,
dokter anestesinya bilang,
"Sekarang saya suntik bius ya..."

dan gw cuma bilang,
"Iya dok.."
terus gw memejamkan mata.


lo tau rasanya kayak apa?
tenang sekali.
tidur tenang...
i'll give the whole world biar gw bisa mati dengan proses gitu...


yaa,
sekarang gw berpikir,
misalnya i couldn't make it saat operasi itu,
mungkin akan sangat menyenangkan..
saat dimana memang gw melepas semuanya,
merelakan semuanya,
seharusnya itu saat terbaik gw buat pergi...


karena ternyata,
hidup setelah gw disadarkan di ruang operasi itu,
jauh lebih berat dan menyakitkan daripada sekedar dipasangi kateter dan menunggu penyerahan nyawa gw di meja operasi.


huff.


mungkin baru sekarang gw menyesal gw tidak mati saat itu,
dan gw tau banyak yang keberatan dan ga abis pikir kenapa gw bisa ngomong kayak gini rather than bersyukur karena diizinkan hidup.


tapi yaa selama lo belum pernah merasakan apa yang gw rasakan,
terima aja dehh,
kalo memang saat itu gw menyesal..

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Tau kenapa Nadh masih diinginkan hidup,,??
Karna Tuhan punya rencana besar di balik itu... :)
Tuhan masih mengizinkan orang tua Nadh utk menyayangi Nadh,, Pacar Nadh,, temen2 Nadh,,
Dan mungkin suatu saat Nadh bisa menjadi seseorang yg bermanfaat bagi orang lain.
Mungkin suatu saat ada seseorang yg butuh bantuan Nadh.
Things happen for reasons Beib...
:)

nadira mengatakan...

@mbaemeld

so yes.
:)

nadira mengatakan...

@Indra'Dandi'Pradana

setuju.
mari berusaha positive thinking.
haha.
*apa sii?