07 Februari 2009

destined

ada satu pembicaraan dengan seseorang,
yang masih terngiang sampai sekarang.

sempat bertanya,
apa yang membuatnya bersusah-susah mengejar semua tugas deadline yang tak kunjung berakhir,
dengan segala tekanan yang mematikan asa,
sedangkan,
ada yang lain yang menjanjikan surga..

ada apa?

dia menjawab.
panggilan hidup.

seakan semesta berkonspirasi untuk membuatnya tetap berjalan dijalan berkerikil dan berlubang itu.
berharap suatu saat menemukan jalan aspal.
*ini pepatah dari Thissa ya. jadi kalo dangdut tolong yang diprotes dia, jangan saya! ahaha*

uraian singkat mengenai panggilan hidup itu dia jelaskan padaku.
walau kadang ada yang ingin sekali ku protes,
karena lelah ku melihat dia tertatih menjalani panggilannya,
tapi ku hargai pilihannya.

bersyukurlah kalian yang telah menemukan panggilan hidup,
karena sampai saat ini pun bahkan ku masih sulit menemukan diriku sendiri.

:)

Tidak ada komentar: