aku yakin kamu pernah jatuh cinta,
jatuh cinta yang senyatanya.
bukan hanya main-main belaka,
atau sekedar enak dipandang mata.
sebuah rasa yang memenuhi kepala,
hati, mata, telinga,
seperti mimpi di kala terjaga.
rasa memiliki dan takut ditinggal pergi,
rasa cemburu dan kasih yang penuh.
cinta.
atau mungkin,
yang semua orang tau sebagai cinta.
atau,
entahlah.
apapun itu,
aku menyebutnya cinta.
tapi hidup tak pernah lengkap jika tiada kesusahan.
dan cinta tak pernah berarti jika tanpa ujian,
jika tanpa perpisahan.
kamu bilang,
"semua yang bersatu pasti akan berpisah.
karena ini bukan cinderella,
yang entah bagaimana kelanjutan ceritanya,
'happily ever after' katanya,
dan kita, sayangnya,
tidak hidup di sana,
aku tidak hidup dengan kuda putih,
dan kamu tidak bisa mengubah labu menjadi kereta.
hidup kita merupakan serakan pertemuan dan perpisahan.
tiap akhir bagian merupakan awal cerita baru,
begitu terus,"
"sampai kapan?" tanyaku suatu pagi.
"sampai kita sadar kenapa Tuhan memberi kita hidup yang demikian,
sampai kita tau kenapa orang datang dan pergi kadang seenaknya,
membuat kecewa, tangis, marah, atau bahkan suka cita." lanjutmu tanpa melepas pandangan dari hamparan gunung dan bukit yang jauh di sana.
lalu tak lama,
kamu pergi tanpa sempat aku bertanya kenapa.
hanya sebait pesan yang terlalu singkat,
yang sekarang baru aku terima.
"biarkan aku mencintaimu dalam sendiriku,
sehingga tidak perlu kamu menyadarinya.
hidup bersisian denganmu sudah sangat penuh dengan rasa,
aku hanya perlu diam untuk memaknainya.
terima kasih banyak, cinta."
3 komentar:
kamu kebanyakan baca buku mellow apa emang lagi galau siik .. haha.. nice post ..
saya juga pernah merasakan hal yang sama, nadh..
harus ya semua pertemuan diakhiri dengan perpisahan? :(
@ismail
semua orang pasti pernah mengalami perpisahan tanpa penjelasan.
@dhils
yaaa.. begitulah...
Posting Komentar