Dari dulu,
selalu mengagungkan 20 menit.
20 menit dalam secangkir coklat panas.
Lega.
Menahan tangis karena tempat ini terlalu ramai,
Membiarkannya tertelan lagi bersamaan dengan coklat panas yg sedikit pahit.
Selembar kertas untuk bercerita,
Karena kursi di depanku kosong.
Sudah lama tidak mengundang siapapun mengisi duapuluh menitku.
Tapi hari ini,
Di akhir minggu ini,
Aku terlalu lelah untuk menyeruput tangis,
Dan kalimatnya yang sangat melegakan,
"lo pesen hot chocolate atau ice chocolate, nadh?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar