Wow.
Terakhir nulis adalah tahun lalu, sedang ini sudah mid 2013. Hebat malasnya!
Dua ribu tiga belas diawali dengan perubahan yang besar-besaran dalam hidup. Semuanya terkesan berubah at this very moment. Saya pindah kerja, saya pindah rumah, saya berpisah, saya bertemu, beradaptasi lagi, begitu kondisinya.
Menyenangkan, menyedihkan, belajar lagi. Sampe akhirnya lupa buat update blog tercinta ini :)
Hal pertama adalah,
02 Mei 2013
10 Oktober 2012
Sakitmu....
Membayangkan diri memelukmu,
Merasakan tiap sakit yang kamu rasakan,
Membiarkan mengalir pergi dari tubuhmu,
Tubuh yang membungkus jiwa,
yang tanpa sadar sudah tumbuh begitu besar dalam diriku,
Yang telah begitu menguatkan dalam tiap perjalananku.
Membayangkan aku menemani lelapmu,
Menghitung tiap nafas yang membuai dalam tenangmu,
Tersenyum dalam gelap karena enggan membangunkanmu,
Tidak ingin melepas tiap detik tanpa memandangimu,
Memandang wajah lelahmu yang damai dalam tidur.
Membayangkan aku membelaimu,
Meyakinkanmu bahwa esok akan membawa pergi sakitmu,
Esok akan membawa pergi keluhmu,
dan berdoa padaNya,
Merasakan tiap sakit yang kamu rasakan,
Membiarkan mengalir pergi dari tubuhmu,
Tubuh yang membungkus jiwa,
yang tanpa sadar sudah tumbuh begitu besar dalam diriku,
Yang telah begitu menguatkan dalam tiap perjalananku.
Membayangkan aku menemani lelapmu,
Menghitung tiap nafas yang membuai dalam tenangmu,
Tersenyum dalam gelap karena enggan membangunkanmu,
Tidak ingin melepas tiap detik tanpa memandangimu,
Memandang wajah lelahmu yang damai dalam tidur.
Membayangkan aku membelaimu,
Meyakinkanmu bahwa esok akan membawa pergi sakitmu,
Esok akan membawa pergi keluhmu,
dan berdoa padaNya,
"Tuhan, ringankan sakitnya. Kuatkan dirinya. Peluk jiwanya saat pelukanku hanya mampu menghangatkan tangannya. Cintai dia karena cintaku tak mampu melepas simpul lelah dalam hatinya."
angin dan hujan
Dulu saya pernah terjatuh dalam,
Rasanya, masa itu masa terakhir saya kuliah.
Saya meragukan diri saya sendiri.
Saya stress.
Saya kehilangan keyakinan.
Saya kehilangan kepasrahan pada Tuhan.
Saya bukan orang yang mudah terkubur,
saya bukan orang yang dengan mudah mengizinkan hal sederhana menghancurkan saya.
Tapi malam ini, saya kembali ragu.
Pada semua hal.
Pada semua pertanda.
Pada semua rencana.
Lagi,
Saya mendebat Tuhan.
Dan saya tetap terjatuh.
Dalam.
Lagi-lagi saya mencari angin dan sejumput hujan,
Untuk membawa saya terbang,
Sejauh Merapi di puncaknya,
Sejauh Parangtritis di ujungnya,
Sejauh ketenangan yang makin mahal,
Sejauh semua kemenangan yang pernah di tangan.
Rasanya, masa itu masa terakhir saya kuliah.
Saya meragukan diri saya sendiri.
Saya stress.
Saya kehilangan keyakinan.
Saya kehilangan kepasrahan pada Tuhan.
Saya bukan orang yang mudah terkubur,
saya bukan orang yang dengan mudah mengizinkan hal sederhana menghancurkan saya.
Tapi malam ini, saya kembali ragu.
Pada semua hal.
Pada semua pertanda.
Pada semua rencana.
Lagi,
Saya mendebat Tuhan.
Dan saya tetap terjatuh.
Dalam.
Lagi-lagi saya mencari angin dan sejumput hujan,
Untuk membawa saya terbang,
Sejauh Merapi di puncaknya,
Sejauh Parangtritis di ujungnya,
Sejauh ketenangan yang makin mahal,
Sejauh semua kemenangan yang pernah di tangan.
14 September 2012
Sejam bersamamu

Saat itu kamu baru saja tiba dari negara tetangga. Kita berjanji bertemu pukul enam sore.
Jam enam kurang tiga lima, aku sudah tiba. Katamu kamu sudah disana.
Kita berbincang cukup lama sebelum kita menyadari bahwa kita berada di zona yang berbeda.
Jam mu masih terlalu cepat satu jam. Sepertinya kamu lupa mengembalikan saat tiba di sini.
"haha. Berarti aku dapat extra satu jam lagi untuk bersamamu! Haha."
Jakarta, duaribuduabelas.
Tentang kamu yang kadang mengintip dari masa lalu.
Published with Blogger-droid v1.7.4
10 September 2012
candu?
Aku jenuh merangkai kata tentangmu.
Tapi tangan ini tak henti merajutnya.
Masih ada sekotak penuh harapan yang ingin ku jejerkan hingga sampai padamu.
Kamu dimana? Sudah bahagiakah?
Masih ingatkah kamu tentang suatu sabtu saat kamu bilang,
"I'll take care of you.. I've got you, dont worry..."
Lagi-lagi malam saat aku mencandumu.
Tapi tangan ini tak henti merajutnya.
Masih ada sekotak penuh harapan yang ingin ku jejerkan hingga sampai padamu.
Kamu dimana? Sudah bahagiakah?
Masih ingatkah kamu tentang suatu sabtu saat kamu bilang,
"I'll take care of you.. I've got you, dont worry..."
Lagi-lagi malam saat aku mencandumu.
Published with Blogger-droid v1.7.4
Langganan:
Postingan (Atom)