saya terharu,
melihatnya sendiri,
ditengah kegelapan malam,
di bawah cahaya yang hanya tinggal satu,
temaram...
kemudian melihatnya bergerak perlahan,
mengejar ketinggalan,
dunia sudah tidak berpihak padanya,
mudah rapuh,
mudah hancur,
saya ikut menangis saatnya menangis,
tapi saya hanya bisa,
melihatnya dalam padam,
berharap sekali,
dia bahagia karena saya...
25 September 2009
19 September 2009
1.4.3.0
bingung memilih kata yang tepat untuk membuka tulisan ini,
harus harukah?
harus sedihkah?
bahagiakah?
tapi yang jelas saya bersyukur.
banyak yang terjadi setahun kemarin,
banyak yang berubah setahun kemarin,
sampai lelah,
tapi bahagia bertemu lagi dengannya.
baru kali ini,
puasa di kota orang *lagi*,
puasa sambil mengabdi pada masyarakat
*hwhahwahahahhahaa! B-)
baru kali ini,
puasa dan masuk ICU,
dan akhirnya membuat saya,
baru kali ini tidak mampu puasa,
karena
SAKIT.
*payah.
baru kali ini saya bisa
pulang lebih awal saat puasa,
bukan mepet lebaran,
*ya liiippp? :D :D :D
sehingga baru kali ini,
saya bisa ikut reuni si smp.
;)
banyak yang berubah,
dan saya tidak mampu menulisnya
satu per satu.
dan saya sangat bersyukur karenanya,
harus harukah?
harus sedihkah?
bahagiakah?
tapi yang jelas saya bersyukur.
banyak yang terjadi setahun kemarin,
banyak yang berubah setahun kemarin,
sampai lelah,
tapi bahagia bertemu lagi dengannya.
baru kali ini,
puasa di kota orang *lagi*,
puasa sambil mengabdi pada masyarakat
*hwhahwahahahhahaa! B-)
baru kali ini,
puasa dan masuk ICU,
dan akhirnya membuat saya,
baru kali ini tidak mampu puasa,
karena
SAKIT.
*payah.
baru kali ini saya bisa
pulang lebih awal saat puasa,
bukan mepet lebaran,
*ya liiippp? :D :D :D
sehingga baru kali ini,
saya bisa ikut reuni si smp.
;)
banyak yang berubah,
dan saya tidak mampu menulisnya
satu per satu.
dan saya sangat bersyukur karenanya,
terima kasih Tuhan,
mengizinkan saya kembali :)
08 September 2009
hutan
aku menggambar pohon.
bukaaaann!
bukan untuk tes grafis.
bukan pula untuk dikumpulkan pada ibu guru.
aku menggambar pohon saat menangis.
walau seharusnya aku menggambar hujan,
tapi aku tetap menggambar pohon saat menangis.
lagipula,
aku tidak jago menggambar hujan.
...
sepertinya kokoh,
tidak terkalahkan,
tidak tertaklukkan,
itu sebabnya aku menggambar pohon.
lagipula,
bukankah pohon itu setia?
tiap menangis,
aku menggambar satu pohon.
cukup rasanya,
sebagai distraksi,
mengistirahatkan beberapa menit mataku
agar tidak bekerja terlalu keras.
pohon besar.
pohon kecil.
semua pohon.
ada bunganya,
ada buahnya,
tapi lebih sering hanya sebatang pohon dengan mahkota berwarna hijau.
tetapi malam ini,
aku menggambar banyak pohon,
satu pohon tidak cukup rasanya,
aku menggambar dua,
tapi belum lega,
lantaslah ketiga,
keempat,
dan jadilah hutan.
tapi aku masih tetap menggambar....
bukaaaann!
bukan untuk tes grafis.
bukan pula untuk dikumpulkan pada ibu guru.
aku menggambar pohon saat menangis.
walau seharusnya aku menggambar hujan,
tapi aku tetap menggambar pohon saat menangis.
lagipula,
aku tidak jago menggambar hujan.
...
sepertinya kokoh,
tidak terkalahkan,
tidak tertaklukkan,
itu sebabnya aku menggambar pohon.
lagipula,
bukankah pohon itu setia?
tiap menangis,
aku menggambar satu pohon.
cukup rasanya,
sebagai distraksi,
mengistirahatkan beberapa menit mataku
agar tidak bekerja terlalu keras.
pohon besar.
pohon kecil.
semua pohon.
ada bunganya,
ada buahnya,
tapi lebih sering hanya sebatang pohon dengan mahkota berwarna hijau.
tetapi malam ini,
aku menggambar banyak pohon,
satu pohon tidak cukup rasanya,
aku menggambar dua,
tapi belum lega,
lantaslah ketiga,
keempat,
dan jadilah hutan.
tapi aku masih tetap menggambar....
06 September 2009
saat sedih
apa yang kalian lakukan saat sedih?
beberapa teman memilih malioboro sebagai tempat mengautis favoritnya :D
*no offense yaaaa
jalan sepanjang itu,
plus hiburan mata yang berlimpah,
memang oke buat jadi tempat menghilangkan mood-mood jelek,
menjadi distraksi,
menjadi pengalih,
dari kesedihan.
makaan!
hahahhaa.
makan buat sebagian orang
bener-bener bisa memperbaiki
mood yang berantakan karena sedih.
*but that's just not me :D
hahahhaa.
makan buat sebagian orang
bener-bener bisa memperbaiki
mood yang berantakan karena sedih.
*but that's just not me :D
the others,
memilih ngebut-ngebutan di jalan raya.
*well, that WAS one of my choice,
tapi semenjak rasa cinta yang begitu dalam terhadap edgar,
saya jadi ga tegaa.
hihihihi.
katanya naik gunung juga bisa jadi pelipur lara.tapii saya ga bisaa,
ketidakmampuan fisik (baca: sinusitis)sepertinya tidak cocok,
dengan gunung.
*but somehow,
saya pasti akan hiking!!!

main musik.
katanyaaaaa,
musik bisa sangat mempengaruhi mood.
tapii saya kan ga bisa main musiik.
hahahhahaa.
mungkin memainkan musik sendu yang sama,
all over again.

cermin
sudah lupa rasanya berkaca,
untuk diri sendiri.
in-tro-spek-si
sudah lupa rasanya,
mengenali diri,
semua salah dan benar,
semua ego,
tidak lagi kenal.
sama sepertimu,
sepertinya.
sibuk membenahi yang kasat mata,
sibuk menjaga,
agar tidak pergi,
agar tetap kembali,
sehingga kadang lupa,
ada yang tersingkir disini.
ada diri yang berteriak ingin dihargai,
namun tidak terdengar.
tidak terpeduli.
untuk diri sendiri.
in-tro-spek-si
sudah lupa rasanya,
mengenali diri,
semua salah dan benar,
semua ego,
tidak lagi kenal.
sama sepertimu,
sepertinya.
sibuk membenahi yang kasat mata,
sibuk menjaga,
agar tidak pergi,
agar tetap kembali,
sehingga kadang lupa,
ada yang tersingkir disini.
ada diri yang berteriak ingin dihargai,
namun tidak terdengar.
tidak terpeduli.
Langganan:
Postingan (Atom)



