aku menggambar pohon.
bukaaaann!
bukan untuk tes grafis.
bukan pula untuk dikumpulkan pada ibu guru.
aku menggambar pohon saat menangis.
walau seharusnya aku menggambar hujan,
tapi aku tetap menggambar pohon saat menangis.
lagipula,
aku tidak jago menggambar hujan.
...
sepertinya kokoh,
tidak terkalahkan,
tidak tertaklukkan,
itu sebabnya aku menggambar pohon.
lagipula,
bukankah pohon itu setia?
tiap menangis,
aku menggambar satu pohon.
cukup rasanya,
sebagai distraksi,
mengistirahatkan beberapa menit mataku
agar tidak bekerja terlalu keras.
pohon besar.
pohon kecil.
semua pohon.
ada bunganya,
ada buahnya,
tapi lebih sering hanya sebatang pohon dengan mahkota berwarna hijau.
tetapi malam ini,
aku menggambar banyak pohon,
satu pohon tidak cukup rasanya,
aku menggambar dua,
tapi belum lega,
lantaslah ketiga,
keempat,
dan jadilah hutan.
tapi aku masih tetap menggambar....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar