aku selalu mengatakan,
hari sial itu ada.
walau berkali dia bilang,
tidak ada hari sial di muka bumi ini.
saat hari sial,
aku menangis.
kesal.
marah.
kecewa.
aku menangisi si hari sial.
tapi saat itu,
aku menangis,
tidak akan lebih dari 20 menit.
melegakan.
hari ini hari sial.
setidaknya buatku.
ingin menangis.
tapi sulit.
karena saat aku menangis,
tidak ada lagi 20 menit yang melegakan.
jadi aku mencari,
secangkir coklat panas yang mengepul,
mendidih,
menyeruputnya sendirian,
dan memulai 20 menitku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar