saya percaya karma itu ada.
itu tidak berhubungan dengan agama seperti apa yang saya yakini,
tapi bagi saya,
apa yang kita lakukan pada orang lain,
suatu saat, entah bagaimana caranya, akan kembali ke kita.
pemikiran ini yang kerap menjaga perilaku saya,
jauh lebih mengikat daripada ide mengenai dosa dan pahala.
begitu pula dalam cinta.
saya percaya, apapun yang kita lakukan,
atas nama cinta sekalipun,
akan ada karmanya.
--
dia tidak menawarkan janji,
tapi hanya sebuah kalimat terbuka,
bahwa hidupnya akan lebih bahagia jika bersama.
tapi terlalu banyak hati yang dikorbankan untuk bahagianya,
hati yang tulus mengucap janjinya dalam hati,
menahan diri agar tidak teringkari.
apa yang lebih buruk dari karma karena menyakiti hati yang terlalu suci untuk mencinta?
bahkan Tuhan tidak mungkin tega.
--
jadi kembali lagi,
saya mengulang kalimat yang sama,
terus dan terus,
entah menjadi kutukan,
atau sebuah doa pada Tuhan.
"apa yang mereka lakukan pada kita, itu karma mereka,
tapi jelas apa yang kita lakukan pada mereka, itu karma yang harus kita tanggung"