23 September 2011

hello!

welcome you to new part of Gendhari


gendhari.tumblr.com



Enjoy!

Coklat itu seperti hati

Belakangan ini sangat suka coklat. Eh. Revisi. Memang sangat suka coklat dari dulu, tapi belakangan ini, seperti ngidam. Pasti apa-apa minta beliin coklat (ngidam versi ga modal). Hingga suatu hari menemukan MONGGO di Carrefour Kramat Jati. Rasanya itu seperti dapat mobil! haha.


Karena sangat percaya dengan jargon 'save the best for last', maka coklat ini disimpen-simpen-sampe 'kayak-pengen-banget'. Dan 'kayak-pengen-banget' itu jatuh pada hari ini.



Dengan ceria dan senang hati membawa si Monggo ke kantor.



Pas mau dibuka,

Jeng. . Jeng. .


11 September 2011

salah satu buku favorit saya,

Saya masih ingat ketika tahun pertama saat saya masih bergelar Maba di kampus biru beberapa tahun lalu, seorang dosen perempuan mengampu matakuliah Psikologi Pendidikan, pada pertemuan pertama kami, meminta seluruh murid di kelas itu untuk membaca buku berjudul Tuesdays with Morrie karangan seorang bernama Mitch Albom.


Saya lupa atau bahkan tidak tahu mengapa dosen tersebut meminta kami, muridnya, membaca itu. Apakah diminta dirangkum, dianalisis, atau dipresentasikan. Entah. Tapi setelah saya membaca buku tersebut, saya yakin, beliau meminta kami mengilhami. Bahwa pendidikan bukan hanya menjelaskan dan dijelaskan, memberitahu dan diberitahu, nilai dan ipk. Tetapi bahwa pendidikan adalah kesempatan untuk mengilhami satu sama lain. Murid dengan dosen, kakak dengan adik, para pasangan....


Sejak itu, saya selalu mencari buku-buku lainnya karya Mitch Albom. The five people you meet in Heaven, For One More Day, dan terakhir Have a Little Faith. Buku terakhir ini yang ingin saya bagi dengan kalian.

02 September 2011

sebuah karma

saya percaya karma itu ada.
itu tidak berhubungan dengan agama seperti apa yang saya yakini,
tapi bagi saya,
apa yang kita lakukan pada orang lain,
suatu saat, entah bagaimana caranya, akan kembali ke kita.

pemikiran ini yang kerap menjaga perilaku saya,
jauh lebih mengikat daripada ide mengenai dosa dan pahala.

begitu pula dalam cinta.
saya percaya, apapun yang kita lakukan,
atas nama cinta sekalipun,
akan ada karmanya.

--
dia tidak menawarkan janji,
tapi hanya sebuah kalimat terbuka,
bahwa hidupnya akan lebih bahagia jika bersama.

tapi terlalu banyak hati yang dikorbankan untuk bahagianya,
hati yang tulus mengucap janjinya dalam hati,
menahan diri agar tidak teringkari.

apa yang lebih buruk dari karma karena menyakiti hati yang terlalu suci untuk mencinta?
bahkan Tuhan tidak mungkin tega.
--


jadi kembali lagi,
saya mengulang kalimat yang sama,
terus dan terus,
entah menjadi kutukan,
atau sebuah doa pada Tuhan.

"apa yang mereka lakukan pada kita, itu karma mereka,
tapi jelas apa yang kita lakukan pada mereka, itu karma yang harus kita tanggung"

30 Agustus 2011

ehem. Namanya ....

saya punya sesosok pria yang saya kagumi dari dulu.
hebatnya,
kekaguman saya tidak pernah berkurang.
bahkan bertambah.


walau sangat banyak pria datang dan pergi dalam hidup saya,
tapi entah kenapa dengan satu pria ini,
tiap menyebut namanya atau melihat dia,
saya langsung deg-deg-an,
cengar-cengir,
dan senang sampe seminggu.
*ahaha. sounds too much ya :D


mungkin ini cinta mati ya?
*cengengesan*