27 November 2013

Melihat Tuhan

Tuhan selalu berbicara pada saya,
Lewat mimpi, lewat suara, lewat apa saja.

Tapi kadang berbenturan.
Entah Tuhan atau setan.

Dan saya masih diantara dua.
Apakah itu Tuhan lagi,
berbicara pada saya.

Atau setan lagi,
berwujud nafsu semata?

13 Oktober 2013

Home

Mungkin tidak seseru teman-temanmu,
Mungkin tidak semenarik rekan-rekan kantormu,
Mungkin tidak akan memahami pekerjaanmu,
gaya bercandamu, stress yg kamu hadapi.

Tapi akan selalu ada makanan yg siap di meja saat kamu bangun pagi,
atau saat kamu pulang di malam hari,
Akan selalu ada baju bersih untuk kamu pakai ke kantor hari ini,
Akan selalu ada tempatmu melepas lelah saat malam,
Akan selalu ada yang membangunkanmu pagi hari untuk bersiap.
Kamarmu akan selalu rapi,
Kamar mandimu akan selalu wangi,
Dapurmu tetap bersih,
Dan hal-hal yang tidak kamu sadari.
Hal-hal yang tidak kamu syukuri.

20 menit

Dari dulu,
selalu mengagungkan 20 menit.
20 menit dalam secangkir coklat panas.

Lega.

Menahan tangis karena tempat ini terlalu ramai,
Membiarkannya tertelan lagi bersamaan dengan coklat panas yg sedikit pahit.

Selembar kertas untuk bercerita,
Karena kursi di depanku kosong.
Sudah lama tidak mengundang siapapun mengisi duapuluh menitku.

Tapi hari ini,
Di akhir minggu ini,
Aku terlalu lelah untuk menyeruput tangis,
Dan kalimatnya yang sangat melegakan,
"lo pesen hot chocolate atau ice chocolate, nadh?"

09 Oktober 2013

Your beautiful mind

Kenapa harus Jakarta?
Tidak indah di sana.
Kota itu sempit.
Cakrawalamu hanyalah gedung berhektar tertumpuk-tumpuk.
Imajinasimu berbatas.

Kenapa tidak bertahan lebih lama di sini.
Apa yang kamu butuhkan,
Semua ada di sini.
Kanvas seluas pantai tak berbatas,
Sini aku pinjamkan teropongku,
Kamu bisa melihat lagi tiang berbendera merah-putih terombang ambing di timur cakrawala.

Apalagi hiruk pikuk kedamaian di atas sana.
Tempat favoritmu untuk membuang lelah.
Kamu selalu terlihat bahagia tiap kita ke sana.
Lari-larian seperti bocah menapaki bebatuan licin itu.
'alam tidak pernah mencelakakanku' katamu tak peduli.

That city will spoil your beautiful mind,
Dan aku ga rela melihat kamu duduk termangu di dalam kubikelmu.
Tertawa seadanya. Berpikir seadanya.
Imajinasimu berbatas ruang maya.
Ah.
Please stay.
Just please stay.

Wagu

Saya dulu pacaran pertama waktu smp. Yah. Pacaran bocah-bocah yang bahkan ga ngerti pacar itu apa.

Nenek saya marah. Maklumlah, saya kan anaknya nenek. Hehe.

Saya dimarahi karena kata nenek, sekolah saya terganggu.

Tapi yaa.. Yang dimarahi saya, yang dikasihtau ya saya, dan nenek saya 'ga ada urusan' dengan pacar masa abg saya itu.

Semua masalah, nenek saya selalu mengkonfrontasikan seperti itu. Hasilnya? Ya saya belajar tanggung jawab sama diri saya sendiri. Saya belajar buat bikin prioritas. Saya belajar dewasa.

Cumaaaa,
Makin ke sini, saya makin banyak temui orang-orang yang menyalahkan orang lain atas kegagalan yang dia hadapi.
Ya, simpelnya,
orang-orang menyalahkan pacar masa abg saya karena pelajaran saya menurun.

Bagi saya itu seperti seseorang yang menyalahkan alkohol karena membuat dia mabuk.

Wagu tenan.