Ikhlas kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia itu /ikh·las/ a bersih hati; tulus hati. Tapi berhubung hati nurani adalah suatu konsep abstrak, kebersihannya juga menjadi abstrak. Apa artinya bersih? Apa batasnya antara bersih dan kotor? We're in very huge grey area here :)
Jadi selalu sudah ikhlas jika sudah diucapkan dengan lantang, "saya ikhlas kok..", "saya ikhlaskan...", dan semacamnya.
27 Juli 2015
02 April 2015
Akhirnya... PHUKET!!!!
3 minggu tinggal di Thailand, belom pernah ke Bangkok (cuma numpang lewat doang) dan even worse, ke Phuket. Fiuh.
Akhirnya setelah merayu suami yang sibuknya ngalahin pak Jokowi itu, didapatlah tanggal 24-26 Desember 2014 yoook ke Phuket. Backpacker asli. Naik bis. Yaa gapapalah yaaa daripada engga hihihihi.
Tanggal 24 Desember 2014, which is hari terakhir kerja di tahun itu, dan berarti juga saatnya perpisahan dengan rekan-rekan di KRI Songkhla, Thailand - dimulai dengan sore hari saya mampir ke KRI buat menjemput suami tercinta dan dadah-dadah dengan rekan sepermainan di sana. hehe. Namanya juga perpisahan, ya lama jadinya. Agak worry karena bis terakhir itu ada jam 7 malam dari Songkhla. Uwow.
Walau agak buru-buru, terkejarlah bis (well, semacam mini van 20 seats seharga 28 baht per orangnya) dari Songkhla ke Hat Yai. Hat Yai ini kota besar terdekat dari Songkhla, dan dari Hat Yai inilah baru kita mulai perjalanan panjang road trip dengan bis double decker. Yes. You read it right! Akhirnya saya naik bis DOUBLE DECKER walo belom ke London hahahhaa.
23 Januari 2015
Upacara Peringatan Hari Ibu 2014 ke-86
Diantara hari-hari menjelang libur panjang, tersebutlah suatu hari yang biasanya diisi cuma repath atau repost gambar tentang Ibu, tapi di sini beda. Di sini kita upacara.
Yes. Upacara bendera.
Tapi untunglah KRI Songkhla ini kecil, orangnya juga sedikit, jadi kita lakukan di dalam ruangan. Alhamdulillah.. Kapan terakhir kali upacara? Emmmm.. Kuliah? *zillion years ago*
Beberapa hari sebelumnya, waktu ada tamu di Wisma tempat kami tinggal selama di Songkhla, dimintalah saya untuk baca doa. What?? What?? Sepanjang hidup, baca doa adalah tugas yang paling saya hindari. Uuuughh~ Takut salah bacanya. Takut di-teks-nya gaada huruf latinnya, jadi huruf araaab semua, takut ga pake teks. Haduhhh. Jangan deh..
Tapi tentu, di sini, dilarang bilang tidak. Eh, maksudnya, saya tidak mau membatasi diri dengan berkata 'tidak'. Macem film Yes apa itu lahh..!
Yes. Upacara bendera.
Tapi untunglah KRI Songkhla ini kecil, orangnya juga sedikit, jadi kita lakukan di dalam ruangan. Alhamdulillah.. Kapan terakhir kali upacara? Emmmm.. Kuliah? *zillion years ago*
Beberapa hari sebelumnya, waktu ada tamu di Wisma tempat kami tinggal selama di Songkhla, dimintalah saya untuk baca doa. What?? What?? Sepanjang hidup, baca doa adalah tugas yang paling saya hindari. Uuuughh~ Takut salah bacanya. Takut di-teks-nya gaada huruf latinnya, jadi huruf araaab semua, takut ga pake teks. Haduhhh. Jangan deh..
Tapi tentu, di sini, dilarang bilang tidak. Eh, maksudnya, saya tidak mau membatasi diri dengan berkata 'tidak'. Macem film Yes apa itu lahh..!
07 Januari 2015
Selamat Tahun Baru, Jakarta
Semalam katanya tahun baru.
Saya bukan party goers, jadi malam tahun baru saya adalah tidur jam 10 malam, bahkan tidak terbangun saat pergantian hari, baru bangun nanti pagi.
Jadi jangan berharap saya akan bercerita tentang bagaimana keseruan tahun baru 2015 ini.
Siang ini, 1 Januari 2015, jalanan masih sangat sepi.
Maklum ya, belum terbangun dari pesta semalam suntuk pastinya. Dan saya tidak menyalahkan. Apalagi men-judge. Pweh!
Tapi saya bersyukur dapat bertemu dengan tahun yang baru lagi. 365 kesempatan baru. Dan hari pertama ini akan saya pergunakan untuk bertemu dengan keluarga Baskoro. Papa dan Mama mertua.
Perjalanan yang biasanya luama itu bisa saya tempuh dengan cukup cepat. Satu jam saja. Mantap. Tapi apa yang saya temukan sepanjang satu jam itu, yang lebih mencengangkan lagi.
Saya bukan party goers, jadi malam tahun baru saya adalah tidur jam 10 malam, bahkan tidak terbangun saat pergantian hari, baru bangun nanti pagi.
Jadi jangan berharap saya akan bercerita tentang bagaimana keseruan tahun baru 2015 ini.
Siang ini, 1 Januari 2015, jalanan masih sangat sepi.
Maklum ya, belum terbangun dari pesta semalam suntuk pastinya. Dan saya tidak menyalahkan. Apalagi men-judge. Pweh!
Tapi saya bersyukur dapat bertemu dengan tahun yang baru lagi. 365 kesempatan baru. Dan hari pertama ini akan saya pergunakan untuk bertemu dengan keluarga Baskoro. Papa dan Mama mertua.
Perjalanan yang biasanya luama itu bisa saya tempuh dengan cukup cepat. Satu jam saja. Mantap. Tapi apa yang saya temukan sepanjang satu jam itu, yang lebih mencengangkan lagi.
24 Desember 2014
Gaul ke Hat Yai
Seperti sebelumnya saya bilang, film di Thailand lebih banyak di dubbing daripada ditempelin subtitle, jadi untuk penduduk Songkhla yang ga ngerti bahasa Thailand, saya harus ke Hat Yai (satu propinsi hanya beda kota) untuk bisa menonton bioskop.
Jarak Songkhla - Hat Yai sendiri sekitar 1 jam perjalanan (atau mungkin 100 km kurang kali ya, soalnya di sini pada ngebut-ngebut bawa mobilnya), dan kami harus naik mini van untuk sampai di Hat Yai (biaya sekitar 28 baht per orang).
Akhirnya dapat van, dan duduk terpisah dengan Baskoro. Nah loh. Namun karena sudah biasa, jadi cuek aja. Diajak ngobrol bahasa thailand juga cuma bisa bilang 'phut thai mai dai'. :D
Jarak Songkhla - Hat Yai sendiri sekitar 1 jam perjalanan (atau mungkin 100 km kurang kali ya, soalnya di sini pada ngebut-ngebut bawa mobilnya), dan kami harus naik mini van untuk sampai di Hat Yai (biaya sekitar 28 baht per orang).
Akhirnya dapat van, dan duduk terpisah dengan Baskoro. Nah loh. Namun karena sudah biasa, jadi cuek aja. Diajak ngobrol bahasa thailand juga cuma bisa bilang 'phut thai mai dai'. :D
Langganan:
Postingan (Atom)