05 Oktober 2013
The Moment When You Said You Do
Mengenai Baskoro Pramadani ini,
rasanya tidak banyak yang bisa saya tuliskan,
dia yang saya yakini yang terbaik,
yang di-ridhoi.
Jalan menujunya selalu mudah,
bahkan di saat sulit sekalipun,
selalu diringankan.
Alhamdulillah.
Saya ingat pertama kali dia mengajak saya pergi berdua,
ngedate.
Dalam rangka apa ya? Saya lupa alasan apa yang dia gunakan,
tapi akhirnya ya saya pergi dengannya.
Janjian jam dua belas siang, dan dia datang jam satu.
Nice move. errr...
Alasannya? Ada yang harus dilakukan.
Kejadian sebenarnya (setelah akhirnya semua terungkap)? Keasikan nonton Running Man.
*speechless*
Berangkatlah menuju PIM. Yak. Seperti jaman sekolah dulu kalo ngedate ke PIM haha. Nonton, makan, sharing obrolan, and stuffs.
At the (not so) end of the day, we decided to have a chitchat at Killiney's. Ngobrol biasa buanget. Up until one moment,
"Lo mau tau kenapa gw bawa-bawa tas gini?"
"Karena lo ga biasa kalo ga bawa tas?" (well, itu alasannya dia waktu saya tanya kenapa bawa-bawa tas gede begitu).
"bukan.. karena gw bawa ini.."
sambil ngeluarin a stack of papers.
"Jadi gw bikin buku cerita. Buku ini bisa menebak masa depan kita."
And before I realized anything, he started.
"Nadira"
"Will"
"You"
"Be"
"My"
"Girl"
"And"
"Also"
"My"
"Pride"
"Bride"
"To"
"Be"
"?"
Dan semenjak saat itu, semuanya serba cepat. Serba secepat kilat datang dan pergi. Sampai di sinilah sekarang, sedang make up for my biggest day. The Wedding Day. Baskoro's & mine.
Janjian dengan Make-Up Artist (MUA) jam 5 pagi, tapi akhirnya baru sampai ke gedung jam setengah 6. We're in a little hurry karena paes ageng butuh waktu lebih dari 3 jam untuk dandan.
Wuh.
Dan saya?
Saya deg-degan. Setengah mati. Gatau apa yang akan terjadi nanti. Semua hal bisa saja terjadi. Bask mungkin saja lupa kata-katanya? Salah nyebutnya? Grogi? Atau apalah. Semua hal bisa saja terjadi sekarang.
Tapi saya ingat pesan temen saya. 'Selama di make-up, shalawat aja nad..'. Jadi sambil make up, sambil sok becanda sama mba MUA, sambil shalawat tanpa putus dalam hati.
Tapi sangat membantu membuat fokus. Jadi ga mikir aneh-aneh.
"Expect the Unexpected".
Begitulah. Saya akan prepare untuk apapun, dan berjanji dalam hati ga akan ngerewelin hal kecil. The point here is that I finally marry this one beautiful great man.
Tiba-tiba, mba WO dengan timer di tangan, masuk, in a rush and said, "Yuk. Sudah mulai.". Saya segera berdiri, sekali lagi ngaca, dan jalan dengan sulitnya masuk ruang akad.
Sebelum pintu ruangan di buka, mba WO terus berpesan, "Jangan lupa senyum ya." And that's what I did. Or at least tried to do. Setelah foto jadi, ternyata senyum saya berbeda ya sebelum sah dengan sesudah sah. hihihi.
Saya berjalan digandeng oleh nek Olga di sisi kiri dan Maand di sisi kanan. They're great women. Saya bangga berjalan bersisian dengan mereka. Sampai akhirnya saya melihat Bask lagi. Sudah berpakaian rapi, duduk di depan Papski. Lalu mereka saling berjabat tangan dengan mic dipegang di tangan kiri masing-masing.
Dan semua berjalan sempurna.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2 komentar:
romantis ya ka ceritanya ... main ke blog aku ka :)
fotonyaaa dongg beda senyumnyaaa ZZZzz :*
Posting Komentar