siapa yang bisa memastikan akan ada akhir yang paling akhir dari semua akhir?
siapa yang bisa meramalkan bahwa akhir itu adalah suatu titik dan tidak akan ada lagi awal setelah akhir yang paling akhir dari semua akhir itu?
kalau kita semua pasti berjalan pada titik akhir itu,
lantas kenapa mempermasalahkan perbedaan yang terjadi selama perjalanan?
kenapa kita terlalu mempermasalahkan kehidupan lagi setelah akhir yang paling akhir?
siapa yang memastikan bahwa kehidupan itu ada?
siapa yang mampu membenarkan sebenar-benarnya bahwa memang akan ada awal lagi setelah akhir?
lantas apakah omega?
apakah akhir dari semua akhir yang paling akhir itu?
hanya kesemuan belaka?
tipuan mata?
tipuan kehidupan?
ataukah Tuhan sedang ingin bermain dengan kita?
25 Desember 2008
24 Desember 2008
saat tenang
perlahan,
mulai ku buka cakrawala dengan mendekatinya.
tapi ku tahu,
aku tak kan mampu mendekatinya dengan kondisi ini,
mp3 menyalak kencang,
distorsi pancaran cahaya laptop,
semuanya mengganggu.
sangat bukan dia.
tidak menyenangi keramaian,
kegaduhan,
dan segala yang menurutku menyenangkan.
sulit kadang.
tapi aku tahu,
semua butuh pengorbanan,
apalagi untuk hal sebesar dia.
jadi mungkin,
akan selalu ku sediakan waktu untuknya,
saat tidak ada dentuman yang menyalak,
saat tidak ada distraksi dunia maya,
saat tenang.
saat-saat tenang bersamanya.
semoga dengan itu,
aku mampu menyentuhnya.
semoga...
mulai ku buka cakrawala dengan mendekatinya.
tapi ku tahu,
aku tak kan mampu mendekatinya dengan kondisi ini,
mp3 menyalak kencang,
distorsi pancaran cahaya laptop,
semuanya mengganggu.
sangat bukan dia.
tidak menyenangi keramaian,
kegaduhan,
dan segala yang menurutku menyenangkan.
sulit kadang.
tapi aku tahu,
semua butuh pengorbanan,
apalagi untuk hal sebesar dia.
jadi mungkin,
akan selalu ku sediakan waktu untuknya,
saat tidak ada dentuman yang menyalak,
saat tidak ada distraksi dunia maya,
saat tenang.
saat-saat tenang bersamanya.
semoga dengan itu,
aku mampu menyentuhnya.
semoga...
18 Desember 2008
babi hamil
kadang ada saatnya dimana gw sangat down sekali sampe-sampe maunya nangiiiis terus. ada banyak masa dimana gw sering ngerasain hal itu, entah karena apa.
salah satunya ya waktu gw ulang tahun yang menyedihkan itu. ga mesti diceritainlah, karena kadang buat gw jadi takut sama surprise :D
at that moment,
rasanya tu seharian hancur berantakan deh.
pengennya nangis aja di kamar,
atau sekalian kebut-kebutan sampe prambanan.
*haha.
terus tiba-tiba my dearest mengirimkan a line,
gw balesnya pun males-malesan,
*apalagi dengan mood disorder gitu.
terus dia bales,
haha.
sumpah langsung ketawa gw bacanya.
dan akhirnya terus-terusan,
apa yang lebih haram dari babi hamil?
dst.
dst.
dst.
dan itu pun terjadi waktu gw sendirian di rumah sakit,
nunggu operasi,
masih tergolek lemah *halah.
dia cuma bilang,
and it really cheers my day.
terima kasih sistuuul,
you really can cheer me up when my world is upside down
:-*
salah satunya ya waktu gw ulang tahun yang menyedihkan itu. ga mesti diceritainlah, karena kadang buat gw jadi takut sama surprise :D
at that moment,
rasanya tu seharian hancur berantakan deh.
pengennya nangis aja di kamar,
atau sekalian kebut-kebutan sampe prambanan.
*haha.
terus tiba-tiba my dearest mengirimkan a line,
"apa yang lebih haram daripada babi?"
gw balesnya pun males-malesan,
*apalagi dengan mood disorder gitu.
terus dia bales,
"babi hamil. udah babi, mengandung babi pula :D"
haha.
sumpah langsung ketawa gw bacanya.
dan akhirnya terus-terusan,
apa yang lebih haram dari babi hamil?
dst.
dst.
dst.
dan itu pun terjadi waktu gw sendirian di rumah sakit,
nunggu operasi,
masih tergolek lemah *halah.
dia cuma bilang,
"...main babi hamil lagi ya..."
and it really cheers my day.
terima kasih sistuuul,
you really can cheer me up when my world is upside down
:-*
buku tahunan
engga tahu kenapa tiba-tiba inget tentang buku taunan 68 angkatan gw, khususnya kelas gw.
hihi.
kalo diinget-inget,
sumpah seru banget ya.
mulai dari ide foto,
ngurus tempat izin yang susahnya minta ampuuun,
sampe akhirnya pemotretan.
yang mesti ngelawan wartawan sctv segalaaa.
haha.
cuma gw ngerasa,
it all worth while gituu.
kan foto kelas gw paling oke :D
ya,
gitu aja si.
sedang ingin nostalgia masa sma.
'bohoong. kalo istilahnya asosiasi bebas, masa sma selalu refer ke satu hal. hehe.'
yasudah.
oke lah pokoknya tu bt :))
hihi.
kalo diinget-inget,
sumpah seru banget ya.
mulai dari ide foto,
ngurus tempat izin yang susahnya minta ampuuun,
sampe akhirnya pemotretan.
yang mesti ngelawan wartawan sctv segalaaa.
haha.
cuma gw ngerasa,
it all worth while gituu.
kan foto kelas gw paling oke :D
ya,
gitu aja si.
sedang ingin nostalgia masa sma.
'bohoong. kalo istilahnya asosiasi bebas, masa sma selalu refer ke satu hal. hehe.'
yasudah.
oke lah pokoknya tu bt :))
12 Desember 2008
persimpangan
aku berdiri di persimpangan sekarang.
jangan bayangkan ada 2 jalan yang harus ku pilih,
ada 3 di depanku,
dan aku punya 4 pilihan.
Semua jalan beraspal,
bagus,
dan semuanya berkerikil kecil.
aku tidak bisa mengeliminasi pilihan berdasarkan bagus tidaknya jalan itu.
Di jalan ke kiri,
aku melihat keluargaku dan orang-orang yang ku sayang,
atau pernah ku sayang..
Mereka disana,
memperhatikanku.
seksama.
seakan menungguku menentukan pilihan.
di jalan kedua,
ku melihat sesosok,
bukan orang dari masa lalu,
dan aku berpikir apakah dia datang dari masa depan?
dia tidak hanya berdiri menanti,
namun menyediakan dirinya untuk ku peluk.
dan jalan terakhir,
tidak ada siapapun disana.aku bingung.
yang ku tahu ku merasa pesona sedemikian rupa sampai ku terpaku menghadap jalan itu..
. . . . .
Tapi aku masih punya pilihan terakhir,
dan aku memilih untuk tetap dipersimpangan,
terduduk dan menangis ...
jangan bayangkan ada 2 jalan yang harus ku pilih,
ada 3 di depanku,
dan aku punya 4 pilihan.
Semua jalan beraspal,
bagus,
dan semuanya berkerikil kecil.
aku tidak bisa mengeliminasi pilihan berdasarkan bagus tidaknya jalan itu.
Di jalan ke kiri,
aku melihat keluargaku dan orang-orang yang ku sayang,
atau pernah ku sayang..
Mereka disana,
memperhatikanku.
seksama.
seakan menungguku menentukan pilihan.
di jalan kedua,
ku melihat sesosok,
bukan orang dari masa lalu,
dan aku berpikir apakah dia datang dari masa depan?
dia tidak hanya berdiri menanti,
namun menyediakan dirinya untuk ku peluk.
dan jalan terakhir,
tidak ada siapapun disana.aku bingung.
yang ku tahu ku merasa pesona sedemikian rupa sampai ku terpaku menghadap jalan itu..
. . . . .
Tapi aku masih punya pilihan terakhir,
dan aku memilih untuk tetap dipersimpangan,
terduduk dan menangis ...
Langganan:
Postingan (Atom)