Another day, another experience. :D
Hari ini, Baskoro sedang tugas ke propinsi lain, jadi baru akan sampai rumah sekitar jam 10an malam. Daripada bengong di rumah, mending kita belajar jalan-jalan.
Setelah selesai makan, nyuci, nyetrika (standar ibu rumah tangga lah yaa), akhirnya bersiap untuk main ke pantai Samila (Samila Beach). Pantai ini sebenarnya dekat banget sama kantornya Baskoro (walking distance), tapi tiap ke kantor, belum sempat mampir sana.
Jalan jam 3 sore, setelah pintu pagar menutup, tiba-tiba byur! Hujan super deras. Daripada muncul malas kalau balik ke rumah, akhirnya lanjut dululah ke depan gang (lumayan basah-basahan), dan berteduh sampai hujan reda.
Itu tampilan depan gang rumah kami tinggal. Di sini biasanya kami menunggu tuk-tuk.
Setelah hujan reda, stop tuk-tuklah. Dan dapat duduk di samping supir. Wah. Yasudah, modal cuek, cuma bilang "Samila?"
Si pak supir ngajak ngomong lala lili, saya cuma bilang, "No thai..!" hayah. Akhirnya dia diem dan mengantar saya sampai tiba di pantai.
GIRANG!
Itu perasaan pertama saat sampai di pantai. Girang. Kapan terakhir saya ke pantai? Uuuhh.. Lupa! Walau gerimis, angin kencang banget (bayangin aja badan segede saya bisa kebawa angin), dan ombak tinggi banget, saya tetap girang (walau agak menjauh dari ombak).
Samila Beach ini pantai yang kecil. What so special about this beach? Ya ini, ada patung mermaid dari sepuhan emas, yang katanya kalau kita pegang itu, kita akan balik lagi ke Songkhla. Saya? Ga berani pegang. Bukan karena ga mau balik lagi ke sini, tapi itu harus naik karang gitu, dan ombaknya, as I said, menggila.. Bayangin aja patung itu, kalau pas lagi ada ombak, ombaknya bisa menghempas sampai setinggi patung. Nah loh. Jadi daripada kenapa-kenapa kalau terlalu dekat ke laut, saya dari agak jauh aja. Heheheehe.
Ini jarak terdekat saya bisa selfie sama mbak duyungnya.
Ini pemandangan panoramic ala-ala yang coba saya buat. Walau pantainya kecil, tapi rapi, dan bersih. Bahkan penjualnya pun tertata rapi di sini. Mana adaaa pedagang keliling yang ganggu-ganggu orang kayak di sini :D
Selain patung mermaid itu, ada juga patung Kucing dan Tikus yang menjadi sejarah daerah Songkhla. Bisa dibaca di plakat ini (kebaca ga ya?).
Jadi alkisah, ada tikus, kucing, dan anjing di sebuah kapal saudagar Cina. Terus mereka bertiga merencanakan kabur dari kapal dengan memakan (diemut gitu ga ditelan) makanan magic yang bikin bisa mengapung. Si kucing makan satu, si tikus makan satu, dan si anjing makan satu.
Karena kelicikannya, kucing dan tikus saling berebut dulu-duluan sampai ke dataran untuk mendapat emas (kalau ga salah ya), alhasil, makanan magic mereka malah keluar dari mulut dan mereka tenggelam. Akhirnya, kucing jadi Pulau Kucing dan si tikus ya jadi pulau Tikus (cuma lupa nama resmi pulaunya apa).
Dan si anjing yang berhasil sampai daratan, karena kecapekan jadi mati, dan berubah menjadi bukit Tang Kuan. Jadilah ada bukit setinggi itu right beside the beach.
Gitulah kira-kira kisahnya. Hehehehe.
Ini salah satu jalan masuk juga. Bacanya apa saya ga tau karena dibaliknya gaada bahasa latinnya.
After strolling around di pantai dan sok-sok-an macam bule sambil baca buku, akhirnya saya pulang. Ini foto di atas itu tempat saya nunggu tuk-tuk.
Agak pr karena tau saya ga bisa bahasa thai, jadi dimahalin deh. Masa minta sampai 50 baht untuk sampai ke rumah saya (normalnya berangkat sekitar 15-20 baht).
Fuuuu~













Tidak ada komentar:
Posting Komentar