Kabar itu datang tiba-tiba.
Hari Selasa, 25 November 2014 dan kamu harus berangkat tanggal 28 November 2014.
Tidak! Hubungan jangka panjang ini menyulitkan. Saya harus berpisah dari kamu semenjak Februari 2014 yang lalu, dan sampai sekarang masih harus terpisah lagi?
Bahkan, terpisah negara?
Seperti biasa, pekerjaan ini adalah pekerjaan no compromise.
Saya harus terbiasa dengan ritme dan perpisahannya.
Yah, namanya Kementrian Luar Negeri, berpisahnya juga harus antar negara. Zzzz..
Saya sengaja cuti untuk membantumu packing.
Sebulan adalah waktu yang cukup lama untuk dimasukkan ke dalam koper, rasanya.
Dan cuti sehari lagi untuk mengantarmu pergi ke bandara.
Wave you goodbye, dan menanti.
Menanti kamu sudah available untuk bisa dihubungi :)
---
Dua hari semenjak kamu di sana, kamu sudah meminta saya segera memesan tiket pesawat untuk menyusulmu. Rasanya menyenangkan, loh, saat kamu kangen.
Segera saya membuka beberapa penerbangan, dan dapatlah beberapa opsi menuju ke sana,
menujumu.
---
Airasia.
Saya memilih Airasia karena cuma itu penerbangan yang ga ganti maskapai (ada sih lainnya, tapi muahaaall!), dan sengaja memilih Premium Flex karena sesungguhnya tanggal keberangkatan saya belum pasti.
Dan untuk tiket pulang, sesuai permintaanmu, menyamakan jadwal dan pesawat denganmu. Alhasil, berangkat saya cuma 3 juta, pulangnya dua kali lipat hahaha.
---
Antara kamu pergi dan saya pergi, ada jeda lebih dari 2 minggu yang lumayan berat. Sebelum akhirnya aku bertemu denganmu lagi, rasanya Tuhan mempersiapkan masa training kesabaran dan kepasrahan terbesar sepanjang akhir tahun ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar